Pelantikan Pengurus Baru th 2008




Pengurus Sopo 2007 baru saja selesai memberikan pertanggungjawabannya selama menjadi pengurus. LPJ diadakan Bulan Desember 2007 kemaren. Meskipun LPJ berjalan sangat alot sekali akhirnya dengan perdebatan dan perang urat syaraf yg sangat lama ( selesai pukul 03.00 dini hari ), LPJ dapat diterima dengan beberapa catatan.




Acara selanjutnya harusnya adalah pemilihan formatur ketua, namun karena kondisi anggota rapat yang telah berada di luar batas kesadarannya, akhirnya daripada terjadi hal2 yang diinginkan (lho....?) maka kami hanya memilih presdium yang akan mengadakan perhelatan akbar pemilihan ketua baru Teater Sopo. Presidium dipilih dari wakil masing2 angkatan dari angkatan yang paling tua 2002 sd angkatan baru 2007. Mereka bahu membahu dan memeras cucian (eh ga' ya...otak maksudnya ) akhirnya perhelatan dapat dilaksanakan.




Dari beberapa anggota mampu terjaring Bakal Calon sebanyak 4 orang ( Aji, Eko, Anggo, n jojon ). Pemilihan ketua pada mulanya dilakukan dengan musyawarah mufakat, tetapi karena tidak dilandasi dengan iktikat baik (ceilah) dan hati nurani yang ikhlas akhirnya kami memilih cara sembunyi2 dengan cara voting alias coblosan ( calon ketuanya dicoblosin gitu...eh ga' dink).


Setelah di lakukan voting maka ketua terpilihnya adalah EKO....(hidup Eko....hidup Eko....hidup Eko....suporternya pada teriak2 tuh).




Maka sekarang sukseslah Eko akan menjadi tumbal ( eh ketua maksute) Teater Sopo 2008.
(Dari kiri ke kanan atas) Ahong, Yoyon, Putra, Winda, Intan, Debar, Aji, Npex (dari kiri kanan bawah) Ninda, Ranies, Eko, Dicky, Eko, Jupe (inset) Etha' dan Suryo.



OK selamat dan sukses! Semoga Sopo tambah dikenal dan semakin besar!


( kayak piaraan aja ya? )








Puisi Manis Kaum Terbungkam

Lapar kami takkan pernah menjadi puasa kami yang ikhlas
demi darah yang kau renggut dari pertiwi
dan manusia yang diciptakan Tuhan dengan sesempurnanya

Maka hujaman bayonet dan deru mesin penghancur
menjadi tasbih sebagai pengiring dzikir kami
biar menjadi saksi kepada Tuhan
bahwa kau tidak layak untuk kami kutuk

Tidak, tidak sedikit pun kami takut kepada kau
kepada aparat tai kucing di belakangmu
atau mencandu kepada agama
hingga kami menjadi lemah dan tertindas
sedikit pun tidak !

Perlawanan
adalah agar shalat kami menjadi peringatan
sebagai wudlu untuk membersihkan segala fitnah yang mendera
sampai darah mengering di ujung pedang kami

Dan anak kami dapat belajar dengan hati yang bersih
supaya tidak mengulang kebodohan
yang dibuat oleh orang tuanya dan para penguasa yang rakus

- Hendro -

Copyright © 2008 - Teater Sopo - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template