<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189</id><updated>2011-12-23T23:06:30.396-08:00</updated><category term='Yang Pernah Menjadi Kepala Suku alias Ketua'/><category term='Pengendapan'/><category term='Pojok Bungkam'/><category term='Bilik Pengurus'/><category term='Spekulasi'/><category term='puisi'/><category term='Qobul'/><category term='artikel'/><category term='News'/><category term='Ekspresi Kami'/><category term='Pagupon Palupi'/><title type='text'>Teater Sopo</title><subtitle type='html'>Tempat Bermain Kami Ini</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>77</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-235787424193390779</id><published>2011-09-11T07:10:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T07:42:24.697-07:00</updated><title type='text'>Temu Kangen 2 Dasawarsa Teater SOPO</title><content type='html'>20 Tahun bisa dibilang adalah durasi waktu yang lama. Dalam 20 tahun ini kami telah merengkuh berbagai macam kebahagiaan, kesenangan, canda tawa. Tapi tak hanya itu pula setiap kebahagiaan yang kami dapat pasti selalu diikuti oleh air mata, pengorbanan dan bahkan kegagalan. Itu semua terangkum menjadi satu dalam memori kami, kami yang berdiri di bawah bendera Teater SOPO. Kenangan-kenangan manis, pahit, getir, akan menjadi "memadat" menjadi sebuah kisah klasik bagi anak cucu kami, teman-teman baru kami, dan diharapkan dari cerita-cerita itu bisa memotivasi mereka untuk bergerak ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Oktober 1991, adalah sebuah tanggal keramat bagi kami. Karena pada tanggal itu para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;founding fathers&lt;/span&gt; kami mendeklarasikan diri kami kembali setelah mengalami masa kevakuman. Dan secercah cahaya dari langit pun turun mengiringi langkah kami untuk maju menjadi sebuah teater yang di dalamnya tertuang kalimat bermakna "Kami Satu Dalam Perbedaan". Sehingga perbedaan-perbedaan yang ada baik identitas diri sampai idelisme bukanlah suatu halangan karena itu semua malah menjadi tantangan: bagaimana segala perbedaan itu bisa menjadikan kita melaju dan bersatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami telah melaju dan bersatu, setidaknya untuk saat ini dan beberapa masa ke depan tentunya. Berkenaan dengan itu pada tanggal 1 Oktober 2011 ini kami akan merayakan sebuah kebanggan dan kemenangan bagi kami, sebuah momen yang akan melekat erat di ingatan kami. Pada 1 Oktober 2011 kami akan membuat sebuah acara yang mana dari acara ini bisa menjadi wadah untuk mengenang kisah-kisah yang pernah dijalani, menjadi wadah untuk berinteraksi, berkomunikasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan menjadi sebuah catatan manis dalam periode panjang di bawah bendera Teater SOPO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM BUDAYA!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-235787424193390779?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/235787424193390779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=235787424193390779&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/235787424193390779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/235787424193390779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2011/09/temu-kangen-2-dasawarsa-teater-sopo.html' title='Temu Kangen 2 Dasawarsa Teater SOPO'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-77036323171928315</id><published>2011-05-22T06:20:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T10:59:32.307-07:00</updated><title type='text'>Secangkir Puisi Sebait Kopi 2011</title><content type='html'>"Ayo teman-teman, pilih pizza atau kebab atau burger sebagai hidangan waktu SPSK besok". Itulah pertanyaan yang terlontar dari teman-teman 2010 waktu mereka berdiskusi tentang makanan apa yang ingin disajikan kepada undangan pada waktu SPSK digelar. Jangan harap benda-benda tersebut bisa dijumpai pada Secangkir Puisi Sebait Kopi yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Mei 2011 tersebut. Karena nampaknya teman-teman 2010 sudah pandai-pandai memainkan konotasi. Yang ada ternyata adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"counter food"&lt;/span&gt;, yaitu berupa jagung rebus dan singkong rebus. Diharapkan makanan tersebut bisa menemani kopi yang tersaji di malam itu. Tak apalah melestarikan makanan tradisional yang semakin tergerus pasaran dan peminatnya akibat ekspansi makanan asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vqWissQ-JuA/TdkiyjsBJVI/AAAAAAAAAUM/aiBgxlAlNeU/s1600/231010_1727769920753_1433582914_31466604_5218508_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vqWissQ-JuA/TdkiyjsBJVI/AAAAAAAAAUM/aiBgxlAlNeU/s320/231010_1727769920753_1433582914_31466604_5218508_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609553062835332434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secangkir Puisi Sebait Kopi (SPSK) adalah salah satu acara tahunan yang diselenggarakan oleh Teater SOPO dimana susunan kepanitiaan diurusi oleh teman-teman baru. Pada tahun ini teman-teman 2010 yang menjadi panitianya. Kali ini mereka menetapkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dresscode&lt;/span&gt; untuk tiap-tiap angkatan. Misal angkatan 2009 memakai pakaian berwarna merah, 2008 biru, 2007 kuning, dan warna-warna lainnya yang menghiasi malam itu. SPSK tidak hanya teman-teman baru yang tampil, tapi juga insidental bagi masing-masing anggota. Tahun ini dibagi ke dalam beberapa sesi per angkatan. Dalam sambutan Pimpro SPSK yaitu Aji Setyawan, dia mengapresiasi terhadap kerja keras teman-teman 2010 yang telah bekerja keras untuk menyiapkan SPSK ini, dan dia juga berpesan untuk menjaga kekompakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6J7tC00j9VI/TdkrrfkbeMI/AAAAAAAAAUk/GH_W_HYCLts/s1600/247415_1727813761849_1433582914_31466675_5870631_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6J7tC00j9VI/TdkrrfkbeMI/AAAAAAAAAUk/GH_W_HYCLts/s320/247415_1727813761849_1433582914_31466675_5870631_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609562837075327170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi pertama adalah teman-teman 2010 yang tampil. Mereka membawakan sebuah karya sendiri dengan sutradara Arif atau lebih dikenal sebagai Om Jin dengan judul "Dua Dalam Satu". Mereka mempersiapkan pementasan ini selama kurang lebih tujuh hari. Salut untuk mereka! "Dua Dalam Satu" yang mengadaptasi dari karya Kahlil Gibran yang berjudul "Dua Keinginan", menceritakan tentang seseorang yang menghadapi kematiannya tapi pada akhirnya ia bisa melawan kematian tersebut karena dia mempunyai kuasa. Menarik melihat teman-teman 2010 bermain di ranah surealis, karena biasanya cerita-cerita cair yang kerap dibawakan, kali ini teman-teman yang datang harus memutar otak berkali-kali untuk mendapatkan inti cerita yang disampaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OSUgcixNuv8/TdkptVv3aRI/AAAAAAAAAUU/tWcYfBBkBy8/s1600/247415_1727813881852_1433582914_31466678_3835501_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OSUgcixNuv8/TdkptVv3aRI/AAAAAAAAAUU/tWcYfBBkBy8/s320/247415_1727813881852_1433582914_31466678_3835501_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609560669775423762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-UZQQnu306P0/Tdkp8R2TKUI/AAAAAAAAAUc/B6Z4z2RgNwU/s1600/226318_1727785641146_1433582914_31466630_7224487_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-UZQQnu306P0/Tdkp8R2TKUI/AAAAAAAAAUc/B6Z4z2RgNwU/s320/226318_1727785641146_1433582914_31466630_7224487_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609560926426704194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selanjutnya setelah teman-teman 2010 tampil, MC masuk dan mereka mengundi siapa yang tampil berikutnya. Dan ternyata yang tampil setelah teman-teman 2010 adalah teman-teman 2008. Cukup dua orang saja, yaitu Intan dan Tyok (karena anak 2008 yang hadir pada saat itu hanya Intan dan Tyok). Dengan disorot lampu berwarna biru mereka membawakan sebuah puisi. Menyenangkan melihat mereka tampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0I20FnkeYB0/TdktHu91tQI/AAAAAAAAAUs/XwVhS3MW1RY/s1600/230093_1727821482042_1433582914_31466682_3964213_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0I20FnkeYB0/TdktHu91tQI/AAAAAAAAAUs/XwVhS3MW1RY/s320/230093_1727821482042_1433582914_31466682_3964213_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609564421756400898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang dingin ditambah singkong rebus,  jagung rebus, kopi dan penampilan selanjutnya dari anak-anak 2009 menjadi pelipur lara dari kedinginan pada saat itu. Setelah ditunjuk oleh MC untuk maju, mereka terasa bingung, apalagi dengan memasukkan setting tangga dan tali yang ternyata adalah simbolisasi. Sudah terkonsep sepertinya tapi masih saja bingung. Inisiatif untuk memainkan music perkusi menjadi “solusi” ditambah dengan pembacaan puisi oleh Abi dan Dony. Jojo juga membuat “keonaran” ala dia dengan membuat teman-teman lain tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-qzHd0ITBPio/TdlK2MF5t8I/AAAAAAAAAU0/leK5aiyvtHI/s1600/230390_1727824882127_1433582914_31466686_6215829_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qzHd0ITBPio/TdlK2MF5t8I/AAAAAAAAAU0/leK5aiyvtHI/s320/230390_1727824882127_1433582914_31466686_6215829_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609597105686034370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-TaSkfyHxIxQ/TdlLoysSs9I/AAAAAAAAAU8/VReFDcZN6Ss/s1600/230093_1727821562044_1433582914_31466684_5723716_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TaSkfyHxIxQ/TdlLoysSs9I/AAAAAAAAAU8/VReFDcZN6Ss/s320/230093_1727821562044_1433582914_31466684_5723716_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609597975041061842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan selanjutnya adalah dari alumni. Cukup dengan gitar dan jimbe yang dimainkan oleh Mas Suryo dan Mas Eko, mereka sudah bisa menghipnotis teman-teman yang pada saat itu. Kami harus belajar banyak dari mereka. Menyanyikan lagu-lagu nostalgia, mereka sempat membawakan lagu dari Sio-Sio (sebuah grup music dengan personel dari Teater SOPO), lagu yang menjadi “hits” akhir-akhir ini di sekre yaitu “Goodbye”. Ketika lirik “pancen tresno kui ora kudu nduweni.Kui aku ngerti lan iso tak ngerteni” silakan Anda saksikan sendiri ada beberapa teman-teman kami yang pastinya hati mereka menangis dan merintih akibat masalah cinta yang mereka alami setelah mendengarkan lirik tersebut. Tabahlah kawan! Dan Mas-Mas alumni juga sempat memusikalisasikan puisi dari anggota kami. Tanpa latihan, mereka bisa memusikalisasikan secara baik. Mas Wahid hadir pada saat itu dan dia membacakan curhatan yang tertuang dalam puisi karya dari Mas Eko. Puisi tersebut merupakan curhatan dari Mas Eko ketika dia menjabat sebagai Ketua Teater SOPO beberapa waktu yang lalu. Mas Kombor juga ikut berpartisipasi. Walaupun kondisinya masih kurang fit akibat radang tenggorokan yang ia derita, tapi ia tetap membacakan sebuah puisi hasil karya Rudyaso Febri. Momentum yang dinilai pas karena beberapa hari setelah itu, Mas Rudy melepas masa lajangnya dengan meminang seorang perempuan asal Jombang dan juga termasuk anggota Teater SOPO yaitu Mbak Didi. Dalam kesempatan kali itu Mas kombor juga mengucapkan selamat kepada calon pengantin tersebut. Puisi dari Mas Rudy dibaca secara khidmat oleh Mas Kombor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dyH0jVWFfhE/TdlMr-GiDjI/AAAAAAAAAVE/yO-FkFxtuXo/s1600/230390_1727824922128_1433582914_31466687_1450782_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dyH0jVWFfhE/TdlMr-GiDjI/AAAAAAAAAVE/yO-FkFxtuXo/s320/230390_1727824922128_1433582914_31466687_1450782_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609599129155145266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-x_IOWF69Rsw/TdlMr186RJI/AAAAAAAAAVM/avGMqU9IdQc/s1600/230390_1727824962129_1433582914_31466688_2570177_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-x_IOWF69Rsw/TdlMr186RJI/AAAAAAAAAVM/avGMqU9IdQc/s320/230390_1727824962129_1433582914_31466688_2570177_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609599126967305362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2007 dengan pakain kuning-kuning tampil pada saat itu. Awan, Jupe dan Wury adalah tiga orang yang menjadi actor pada malam itu. Cukup lama persiapan mereka di backstage, nampaknya mereka membicarakan strategi apa yang akan digunakan. Awan masuk, kami kira dia akan menari, tapi menari kenapa memakai helm? Ternyata bukan, ia menjadi seorang anak sekolahan yang habis pulang sekolah. Monolog beberapa saat, lalu Wury masuk. Ia sempat berceloteh kenapa waktu  ia main selalu menjadi ibu-ibu. Perbincangan ngalor ngidul akhirnya Wury menidurkan anaknya dengan cara membacakan puisi kepada anaknya. Puisi yang ia dapat dari hapenya. Setelah pembacaan selesai kekacauan terjadi, Jupe di backstage berseloroh, “Kapan aku mlebune?”. Hal itu membuat teman-teman tertawa. Dan akhirnya mereka saling cek-cok, udur-uduran sana-sani sebelum akhirnya Mas Gemphile masuk. Melihat Mas Gemphile hadir dan masuk panggung, mereka merasa tertolong oleh kehadiran Sang Dewa Penyelamat Pementasan. Dan akhirnya Mas Gemphile berinisiatif untuk melakukan “workshop” kecil-kecilan pembacaan puisi. Pada waktu dulu Mas Gemphile adalah seorang juara pembacaan puisi. Dengan mengajarkan cara-cara pembacaan judul puisi yang harus tanpa ada penekanan dan intonasi sampai dengan penjiwaan isi puisi, Mas Gemphile coba ajarkan kepada ketiga muridnya yang nakal-nakal. Teman-teman tertawa ketika melihat aksi dari Awan, Jupe dan Wury ketika mereka diajari oleh Mas Gemphile. Dan workshop kecil-kecilan tersebut berakhir sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Ahong sebagai perwakilan 2006 mengajak personel grup vocal karokeannya yaitu Intan dan Cecak yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Chekout dan juga tak lupa mengajak dua anggota 2006 yang lain yaitu Mbak Novita “Nopek” dan Mbak Tiwi, dan juga tak lupa mengajak Sendronk Orchestra untuk mengiringi mereka menyanyikan sebuah lagu dari Sindentosca berjudul “Kepompong”. Mbak Tiwi seolah-olah menjadi konduktor orchestra. Memimpin para grup vocal dan pemusiknya. Dan sing along pun terjadi ketika lagu mencapai refrain. Karena lagu ini erat sekali dengan makna persahabatan mungkin ini yang menjadikan teman-teman ber-sing along.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-P28Fj_nZUyA/TdlNonyeeXI/AAAAAAAAAVc/Z5gEJQlXqxo/s1600/230390_1727825042131_1433582914_31466690_3670078_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-P28Fj_nZUyA/TdlNonyeeXI/AAAAAAAAAVc/Z5gEJQlXqxo/s320/230390_1727825042131_1433582914_31466690_3670078_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609600171137464690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vSpqr_9twgk/TdlNoePGqNI/AAAAAAAAAVU/xi4--Axs4yA/s1600/230390_1727825002130_1433582914_31466689_329509_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vSpqr_9twgk/TdlNoePGqNI/AAAAAAAAAVU/xi4--Axs4yA/s320/230390_1727825002130_1433582914_31466689_329509_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609600168573184210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penampilan dari teman-teman 2006 merupakan klimaks dari acara SPSK tahun ini. Banyak makna yang dapat diserap dari acara ini. Terus berkarya kawan, jalan masih panjang terbentang, tetap semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena KITA SATU DALAM PERBEDAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto SPSK 2011, click here: &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1727767080682.2086212.1433582914"&gt;http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1727767080682.2086212.1433582914&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-77036323171928315?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/77036323171928315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=77036323171928315&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/77036323171928315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/77036323171928315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2011/05/secangkir-puisi-sebait-kopi-2011.html' title='Secangkir Puisi Sebait Kopi 2011'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vqWissQ-JuA/TdkiyjsBJVI/AAAAAAAAAUM/aiBgxlAlNeU/s72-c/231010_1727769920753_1433582914_31466604_5218508_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-1037033730542124203</id><published>2011-05-11T01:36:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T03:04:00.228-07:00</updated><title type='text'>Kami Berkarya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kafGhvsQazw/Tcpepoa2NfI/AAAAAAAAAUE/AqwfDoN9k0s/s1600/Image-05.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 187px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kafGhvsQazw/Tcpepoa2NfI/AAAAAAAAAUE/AqwfDoN9k0s/s320/Image-05.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605396755533673970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3pIykVADcqA/TcpepTspPeI/AAAAAAAAAT8/qHHnoa_Wkqc/s1600/Image-04.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3pIykVADcqA/TcpepTspPeI/AAAAAAAAAT8/qHHnoa_Wkqc/s320/Image-04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605396749971176930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-oO5dy9Fu5pI/TcpepNe_rAI/AAAAAAAAAT0/8ul81iuuWyg/s1600/Image-03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oO5dy9Fu5pI/TcpepNe_rAI/AAAAAAAAAT0/8ul81iuuWyg/s320/Image-03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605396748303313922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Fu2UW-CKyV4/Tcpeos09fHI/AAAAAAAAATs/YjwTlXon6O4/s1600/Image-02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Fu2UW-CKyV4/Tcpeos09fHI/AAAAAAAAATs/YjwTlXon6O4/s320/Image-02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605396739537075314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-4bFtxtmnitQ/TcpeoBgqK4I/AAAAAAAAATk/SF_-edZHW58/s1600/Image-01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-4bFtxtmnitQ/TcpeoBgqK4I/AAAAAAAAATk/SF_-edZHW58/s320/Image-01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605396727909198722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karena Hujan Tak Pernah Reda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan dalam kegelapan, kesunyian menjadi-jadi. Ku lihat setitik cahaya di ujung sana, di ujung jalan kota kecil ini.&lt;br /&gt;Jauh ku terbayang sebuah tempat berlapiskan permata, aku menyapa.&lt;br /&gt;Ku buka sebuah pintu besi yang kokoh tertutup, cahaya menyilaukan mataku, pedih dan haru. Lama ku bersarang di dalamnya. Lama ku berdiam. Tak terarah dalam kilaunya, sudah cukup ku pahami, sudah cukup ku abadikan.&lt;br /&gt;Lelah ku juga menyebabkan tekanan, aku hanya membuka jendela, mereka menjerit. Namun sekilas ku lihat dari lubang itu, kebun terpampang hijau mendatar.&lt;br /&gt;Aku benar-benar tak bisa diam, aku coba untuk berontak! Teriak! Aku lewat sebuah celah, aku lihat dunia ini, lebih bercahaya namun lebih berbahaya, namun aku tidak takut, aku keluar dan bermain, ya, hanya bermain.&lt;br /&gt;Dan pagipun berubah menjadi senja, senja berganti menjadi malam. Di saat itu ku temukan cinta, lara dan rindu pada saat itu juga kusadari hujan tak pernah reda. Kau tidak perlu mengerti apa yang kupikir dan tulis. Kau hanya bisa membaca dan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Ditulis oleh: iyudkenyod)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kita Terdiri Dari Berbagai Warna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini terlalu panjang&lt;br /&gt;Terlalu jauh jika harus kutempuh sendiri&lt;br /&gt;Itulah mengapa aku memilih ikut gerbong ini&lt;br /&gt;Di sinilah kita bertemu&lt;br /&gt;Di sinilah kita berbagi&lt;br /&gt;Di sinilah kita saling mengerti&lt;br /&gt;Mencoba saling peduli&lt;br /&gt;Meski selalu saja saling memaki&lt;br /&gt;Lahir dengan akal yang sama&lt;br /&gt;Tumbuh dengan kesempatan yang sama&lt;br /&gt;Namun dirimu terlalu angkuh&lt;br /&gt;Berlebih-lebihan&lt;br /&gt;Kau mungkin terlalu terang menyalakan lampumu&lt;br /&gt;Memang bagus mungkin,&lt;br /&gt;Tapi itu terlalu menusuk mata, mataku!&lt;br /&gt;Jika sanggup,&lt;br /&gt;Ku remas saja lampumu supaya padam&lt;br /&gt;Bukannya membatasi imajinasimu&lt;br /&gt;Bukan juga menyalahkan kemampuanmu&lt;br /&gt;Hanya sekadar mengingatkan&lt;br /&gt;Satu warna tidak bisa disebut sebagai pelangi&lt;br /&gt;Dan pelangi akan lebih indah,&lt;br /&gt;Jika banyak warna bersatu&lt;br /&gt;Sebutlah diri kita sebagai pelangi&lt;br /&gt;Dan kau akan mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Ditulis oleh: iyudkenyod)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anak-Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harap &lt;br /&gt;Aku adalah anak-anak&lt;br /&gt;Yang bebas berekspresi&lt;br /&gt;Tanpa peduli&lt;br /&gt;Apa kata orang lain&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Aku harap &lt;br /&gt;AKu adalah anak-anak&lt;br /&gt;Yang selalu jujuar&lt;br /&gt;Dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan&lt;br /&gt;Yang tidak munafik&lt;br /&gt;Dan haus akan kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harap&lt;br /&gt;Aku adalah anak-anak&lt;br /&gt;Yang dapat dengan mudah memaafkan&lt;br /&gt;Dan menghapus kesalahannya sendiri&lt;br /&gt;Apabila diberi kesempatan memperbaiki diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harap &lt;br /&gt;AKu adalah anak-anak&lt;br /&gt;Yang selalu ceria dan penuh tawa&lt;br /&gt;Yang akan selalu memberi&lt;br /&gt;Penghiburan diri&lt;br /&gt;Pada temannya yang bersedih hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya,&lt;br /&gt;Anak-anak adalah&lt;br /&gt;Sosok yang kupendam&lt;br /&gt;Dalam kuburan bernama kedewasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Ditulis oleh: Budi "Write on Silence")&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terselubung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca&lt;br /&gt;Kau melihat tulisan&lt;br /&gt;Tapi tidak dengan kertasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bernyanyi&lt;br /&gt;Kau keluarkan suara&lt;br /&gt;Tapi tidak merasakan nada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menulis&lt;br /&gt;Kau tahu kalimat-kalimat terbentuk&lt;br /&gt;Tapi tidak maknanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kehujanan&lt;br /&gt;Kau tahu tubuhmu basah&lt;br /&gt;Tapi kau tak merasakan &lt;br /&gt;Sentuhan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bercermin&lt;br /&gt;Kau melihat wajah&lt;br /&gt;Tapi tidak melihat ekspresi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menatap orang&lt;br /&gt;Kau melihat tubuh&lt;br /&gt;Tapi tidak dengan jiwanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan,&lt;br /&gt;Saat kau mendengar ceritaku&lt;br /&gt;Kau tahu aku kesepian&lt;br /&gt;Tapi kau tak tahu&lt;br /&gt;Bahwa kau yang kubutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Ditulis oleh: Budi "Write On Silence")&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ku Harap Kau Kertas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harap &lt;br /&gt;Kau adalah kertas&lt;br /&gt;Yang bisa ku isi dengan puji-pujian&lt;br /&gt;dan lagu-lagu keindahan&lt;br /&gt;Tak perlu kugunakan&lt;br /&gt;Bahasa kiasan&lt;br /&gt;Untuk menggambarkan&lt;br /&gt;Rasa cintaku padamu&lt;br /&gt;Karena tak ada yang lebih indah&lt;br /&gt;Untuk menggambarkan apa itu cinta&lt;br /&gt;Selain dirimu&lt;br /&gt;Yang terlihat di depan mata&lt;br /&gt;Yang senantiasa memancarkan&lt;br /&gt;Keindahan jiwa manusia&lt;br /&gt;Lagipula,&lt;br /&gt;Bukankah kertas itu putih?&lt;br /&gt;Aku tak kan mau menodainya&lt;br /&gt;Dengan kata yang tak jujur adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harap &lt;br /&gt;Kau adalah kertas&lt;br /&gt;Yang rela kuberikan coretan&lt;br /&gt;Sampai lembaranmu penuh&lt;br /&gt;Yang tidak mungkin tega kugores&lt;br /&gt;Dengan tulisan dan gambaran tanpa makna&lt;br /&gt;Yang selalu rajin kulihat dan kubaca&lt;br /&gt;Sehingga tak perlu kucari kertas lainnya&lt;br /&gt;Untuk kutulisi dan kugoreskan tinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,&lt;br /&gt;kenyataan mengatakan&lt;br /&gt;Bahwa kau menusia&lt;br /&gt;Keaslian berbisik&lt;br /&gt;Bahwa kau wanita sesungguhnya&lt;br /&gt;Semua itu membuatku&lt;br /&gt;Bahkan tak berani menjamahmu&lt;br /&gt;Karena kau&lt;br /&gt;Jauh lebih berharga dari kertas&lt;br /&gt;Seandainya pun engkau itu kertas&lt;br /&gt;Aku tak tahu&lt;br /&gt;Apakah aku penulismu yang pantas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Ditulis oleh: Budi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pergi Darimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapkan masalah&lt;br /&gt;lalu selesai&lt;br /&gt;Keluarkan keluhan&lt;br /&gt;lalu pergi&lt;br /&gt;Mengapa sekarang kau berbasa-basi?&lt;br /&gt;Merasa tak enak hati?&lt;br /&gt;Mengapa baru saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar &lt;br /&gt;lalu aku menghampiri&lt;br /&gt;ketika kau memanggil&lt;br /&gt;Tapi kau tak pernah hadir&lt;br /&gt;bahkan ketika aku berteriak&lt;br /&gt;Padahal&lt;br /&gt;tak banyak inginku&lt;br /&gt;Sekadar bercakap-cakap&lt;br /&gt;atau hanya saling menatap&lt;br /&gt;Walau hanya sekejap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu,&lt;br /&gt;Kau tak pernah tau&lt;br /&gt;Sekarang,&lt;br /&gt;Kau tau&lt;br /&gt;Tapi tidak mau mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya ku tinggalkan saja tempat ini&lt;br /&gt;Supaya saat kau mencariku di sini&lt;br /&gt;Aku sudah tak ada lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya aku berlari kencang&lt;br /&gt;ke tanah yang lapang &lt;br /&gt;Berharap tak kan lagi menoleh ke belakang&lt;br /&gt;ke arahmu&lt;br /&gt;Yang pernah membuatmu melayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ditulis oleh: Budi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khayangan Khayalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya perasaan-perasaan&lt;br /&gt;Yang berjalan beriringan teratur&lt;br /&gt;Perlahan mempercepat langkah ketika itu&lt;br /&gt;Berlari hingga tertinggal mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika-logika terbuang di belakang&lt;br /&gt;Tercecer berserak&lt;br /&gt;Serakah? Hak SERA&lt;br /&gt;Mengalun tak berdering&lt;br /&gt;Hanya berdengung di belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakang, belakang, belakang&lt;br /&gt;Belakangan buta dan tuli&lt;br /&gt;Belakangan lupa dan tuli&lt;br /&gt;Belakangan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati semoga saja di syurga&lt;br /&gt;Semoga hanya harapan-harapan&lt;br /&gt;Harapan berharap-harap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Ditulis oleh: Dee Melawan Adat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senandung Resah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitam...Hitam...Hitam&lt;br /&gt;Berkuasalah kegelapan&lt;br /&gt;Iblis...Iblis...Iblis&lt;br /&gt;Berkalung tulang&lt;br /&gt;Bersemayam dalam jiwa pendusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuku...Kuku...Kukumu&lt;br /&gt;Terlalu erat mencengkeram nafas kami&lt;br /&gt;Darah...Darah...Darah&lt;br /&gt;Tertumpah dalam tanah tanah tak berdosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa...Jiwa...Jiwa tenang&lt;br /&gt;Berikan kami cahaya&lt;br /&gt;Jiwa...Jiwa...Jiwa tenang&lt;br /&gt;Sedikit saja berikan kami cahaya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis oleh: FLYAWAY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karena Aku Kuasa:Praktika Karnivora&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku datang dari dunia yang tak kau ketahui keberadaannya&lt;br /&gt;Aku jauh berasal dari alam bawah sadarmu&lt;br /&gt;Terlahir dari kebencian dan ketamakan&lt;br /&gt;Nafsu membunuhku semakin besar, seiring taring tajamku yang mulai tumbuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah bencana, tak ada kabar baik untukmu&lt;br /&gt;Tak ada emas, tak ada kejayaan, tak ada kepercayaan&lt;br /&gt;Kau lihat tanduk emas di kepalaku?&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa menandinginya, karena aku adalah Kuasa!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih dari dewa kematian, lebih dari malaikat penjaga neraka&lt;br /&gt;Karena aku adalah Kuasa!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubiarkan hijau jadi arang, biru jadi debu&lt;br /&gt;Kubiarkan panas membakarmu, kubiarkan dingin membekukanmu&lt;br /&gt;Setiap rintihan air matamu tak mampu menghentikan derasnya hujan hari ini, sayang...&lt;br /&gt;Karena aku adalah Kuasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggulah hingga matahari terbit dari barat&lt;br /&gt;Tunggulah hingga raungan kebencian dari langit terdengar lantang&lt;br /&gt;Waktu itu kau akan tahu betapa tak berharga dan bodohnya dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku 'kan berdiri di sini hingga ragamu mati&lt;br /&gt;Karena aku adalah Kuasa dari dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis oleh: FLYAWAY)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-1037033730542124203?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/1037033730542124203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=1037033730542124203&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/1037033730542124203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/1037033730542124203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2011/05/kami-berkarya.html' title='Kami Berkarya'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kafGhvsQazw/Tcpepoa2NfI/AAAAAAAAAUE/AqwfDoN9k0s/s72-c/Image-05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-8743237686713071685</id><published>2011-04-25T18:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T19:00:55.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Yang Terbaca</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PROSES PERTEMANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Aku terkurung sendirian. Ingin keluar tapi hati terlalu takut karena sosok manusiaku belum lengkap. Tapi karena begitu penasaran, kubuka pintu kurungan itu dan kulangkahkan kaki menuju dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar sini begitu banyak orang tapi mata mereka tak ada yang menatapku.&lt;br /&gt;Entah apakah mereka buta atau karena sosokku yang benar-benar tak sempurna, aku juga tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku kira mereka semua seperti itu.&lt;br /&gt;Tak melihatku karena sosokku yang tak sempurna, sampai pada akhirnya ada seseorang yang tak hanya melihat tapi juga menghampiriku.&lt;br /&gt;Sosok manusianya sempurna di mataku&lt;br /&gt;Tapi seberapa pun lamanya kami bersama aku tak pernah bisa memiliki sosok sempurnanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia membantuku membentuk sosok sempurnaku sendiri. Sayangnya kesempurnaan yang ia miliki malam membuatku tidak percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saat kami sedang bercakap-cakap aku membicarakan apa yang ada di pikiranku tentang dia begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;Begitu banyak kata yang kami keluarkan sampai suatu ketika, di akhir perbincangan ia berkata&lt;br /&gt; “Aku juga mengagumimu kawan dan ternyata aku sadar bahwa hal yang kubutuhkan ada pada dirimu.&lt;br /&gt;Aku tak menyangka bahwa sosokku adalah sesuatu yang kau inginkan.&lt;br /&gt;Kau merasa sosokku sempurna tapi aku merasa ketidaksempurnaanlah yang kubutuhkan ketika aku bersamamu.&lt;br /&gt;Yang kau inginkan ada padaku dan yang kubutuhkan ada padamu jadi marilah kita berjalan di dunia luar ini dan saling melengkapi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami berjalan menuju dunia luar yang lebih luas lagi dan aku merasa semua mata tertuju pada kami,  symbol kesempurnaan dari sesuatu yang disebut &lt;br /&gt;TEMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis oleh: Budi “Write On Silence”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKU, ASAP, BARA API DAN KEHAMPAAN TANPA ARTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepulan asap ini adalah saksi&lt;br /&gt;Bara api yang semakin memerah ini penuh arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemani secarik kertas tanpa arti&lt;br /&gt;Hanya ada kau dan kehampaan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tau engkau memiliki raga&lt;br /&gt;Tapi engkau tidak mempunyai roh dan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kekosongan tanpa kiasan&lt;br /&gt;Benar saja, kekosongan tanpa kiasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keringat, darah dan air mata…&lt;br /&gt;Dulu?&lt;br /&gt;Sekarang?&lt;br /&gt;Masa depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumku, doaku…&lt;br /&gt;Untukmu jiwa-jiwa yang tertelan ludahmu sendiri&lt;br /&gt;Untukmu roh-roh yang tak nampak lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada aku, asap, bara api&lt;br /&gt;Dan kehampaan ini, tanpa arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(15-04-2011, Ditulis oleh: FLYAWAY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang adalah pendek yang kau tolak&lt;br /&gt;Lama adalah singkat yang kau sangkal&lt;br /&gt;Kesepian adalah keramaian&lt;br /&gt;yang tak kau anggap&lt;br /&gt;Ketakutan adalah keberanian&lt;br /&gt;yang kau sembunyikan&lt;br /&gt;kelemahan adalah kekuatan&lt;br /&gt;yang tidak kau tunjukkan&lt;br /&gt;Dan kamu adalah aku&lt;br /&gt;yang terlihat setiap aku menatap cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis oleh: WRITE ON SILENCE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LOVE STORY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kau hadir dalam hidupku?&lt;br /&gt;Betapa aku diberkati, tapi sulit mempercayainya//&lt;br /&gt;Kau muncul dalam kehidupan bagaikan bulan yang luar biasa&lt;br /&gt;Dengan perlahan. Dengan lembut.//&lt;br /&gt;Di bawah mentari musim salju, bagai melodi yang panas&lt;br /&gt;Kau telah membelaiku, dan aku terperangkap&lt;br /&gt;Dalam dirimu kedamaianku dan kau adalah hasratku//&lt;br /&gt;Kenapa aku tak bertemu awal denganmu lebih awal?&lt;br /&gt;Bagaimana kau hadir dalam hidupku?..&lt;br /&gt;Dulu aku mempercayai bahwa Sang Pencipta merasa, tidak memerlukannya lagi//&lt;br /&gt;Dan kemudian Dia telah menciptakan dirimu&lt;br /&gt;Dan sekarang Dia telah memperlihatkannya padaku dalam seluruh keagunganNya//&lt;br /&gt;Noda sebuah musij menyentuh hidupku&lt;br /&gt;Aku bisa merasakan nada baru yang merasuki hidupku&lt;br /&gt;Tapi aku masih tak bisa percaya&lt;br /&gt;Betapa aku diberkati. I love U&amp;pulanglah segera&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Jalan setapak, sungai berubah. Petir yang berkilau akan mengeluarkan perubahan. Bila perubahan itu menerpa noda kehidupan, irama hujan juga akan berubah. Dan suasan musim akan berubah, tapi aku akan selamanya sama terhadapmu seperti sekarang. Dalam pelukanmu bersamamu kekasihku.&lt;br /&gt;Setiap saat dan selalu&lt;br /&gt;Dan maaf aku telah mendahuluimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis oleh: Dony)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MEDAN LAGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angkat senjatamu, prajurit!!&lt;br /&gt;Tembakkan senapanmu kalau kau sudah siap!&lt;br /&gt;Kibarkan benderamu, kelak kau akan mati bersamanya&lt;br /&gt;Nyanyikan lagu kebangsaan, supaya kau tahu tanah ini menyertaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangla jauh di sana api telah bergelora&lt;br /&gt;Musuh memang tak terlihat, tapi yakinlah mereka pasti akan mendekat&lt;br /&gt;Kau dengar suara raungan mesin itu, senapan yang membabi-buta??&lt;br /&gt;Mereka nyata… Mereka nyata!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit, janganlah kau takut, janganlah kau terlena&lt;br /&gt;Karena jika kau takut atau terlena maka kau akan terluka&lt;br /&gt;Percayalah pada dirimu sendiri, prajurit!!&lt;br /&gt;Busungkan dada kalian, berjalanlah dengan tegap dan gagah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiap-siaplah, prajurit!!&lt;br /&gt;Karena ini adalah perang yang nyata!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(11-04-2011, Ditulis oleh: FLYAWAY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RAMAIKAN BILIK INI!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bilik ini kosong&lt;br /&gt;Warnanya hitam&lt;br /&gt;Kontras dengan dinding putih pucat&lt;br /&gt;Yang berada di belakangnya&lt;br /&gt;Yang membuat kekosongan makin terlihat jelas&lt;br /&gt;Tapi mengapa seolah tak ada yang peduli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tergeraklah hati kita&lt;br /&gt;Untuk mengisinya hanya dengan sebuah tulisan?&lt;br /&gt;Ah, tak perlu indah&lt;br /&gt;Bilik tak memerlukan hal itu&lt;br /&gt;Malu dengan cemoohan orang?&lt;br /&gt;Kalau begitu jangan dengarkan!&lt;br /&gt;Toh bilik akan diam saja&lt;br /&gt;Bilik ini membebaskan kita berkreasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita ramaikan bilik ini&lt;br /&gt;Tak perlu takut ataupun malu&lt;br /&gt;Karena bilik ini netral dan bukan penilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kamar kost, 30 Maret 2011, jam 01.55. Ditulis oleh: Budi SOPO 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKU DAN KERTAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pandai memilih kata&lt;br /&gt;Aku tak pintar menulis yang kuras&lt;br /&gt;Ke dalam selembar kertas&lt;br /&gt;Dengan kata yang penuh kias&lt;br /&gt;Seolah menyembunyikan maksud dari kata-kata yang kutulis sendiri?&lt;br /&gt;Dan menyuruh kertas itu mencarinya&lt;br /&gt;Kertas bukan tempatku bersembunyi&lt;br /&gt;Sebaliknya, aku menunjukkan semuanya di sini&lt;br /&gt;Karena kertas ini menerima semua yang kutulis&lt;br /&gt;Temasuk coretan yang tak bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah atau tidak menurut orang&lt;br /&gt;Aku tidak peduli!&lt;br /&gt;Karea aku menulis untuk meluapkan yag kuras dan kualami&lt;br /&gt;Bukan semata-mata untuk dibaca dan dikagumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kamar kost, 30 Maret 2011, jam 01.34. Ditulis oleh: Budi SOPO 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-8743237686713071685?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/8743237686713071685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=8743237686713071685&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/8743237686713071685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/8743237686713071685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2011/04/yang-terbaca.html' title='Yang Terbaca'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-659125560720368275</id><published>2011-04-04T20:51:00.002-07:00</published><updated>2011-04-04T21:52:06.318-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>Kami Berekspresi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERANGMU DIMULAI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini lahirnya Sang Prajurit&lt;br /&gt;Hari ini pula hilangnya PEPERANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dia yang kehilangan perang&lt;br /&gt;bukan karangan bunga&lt;br /&gt;bukan bintang jasa&lt;br /&gt;untuk dia prajurit yang terlahir hari ini&lt;br /&gt;untuk dia prajurit yang kehilangan perang hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pedang untukmu&lt;br /&gt;Empat mata tajam untukmu namun bukan samurai atau asoka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua matamu untuk 2 mata tajamnya&lt;br /&gt;Dua kakimu untuk mata tajam yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lehermu&lt;br /&gt;Gantungkan di kain panji panjimu&lt;br /&gt;Prajurit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(ditulis oleh: Dee, 4 Maret 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"KLUTIK..KLUTIK..KLUTIK"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cethik...Cethik...Cethik...&lt;br /&gt;Tepat di parking box stasiun nenek itu meraba isi tas koper warna magenta miliknya. Tangannya menimbulkan suara yang cukup jelas, karena stasiun cukup senyap. Sejenak wanita paruh baya itu heran, ternyata dia bermaksud mencari telepon genggam,tetapi yang didapat adalah seikat TNT dengan timer yang seduri tapi berdetik.&lt;br /&gt;Cukup jelas terlihat, walau jarakku dengannya lebih dari 50 meter, timer itu tinggal sebentar lagi. Namun, nenek itu mengira itulah HP nya,sembari mulai menekan tombol tombol tak karuan dan tergesa, secepat jantungku berdetak hebat.&lt;br /&gt;Dan....darahku  berdesir!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dua orang anak...&lt;br /&gt;Saling berebut sebungkus roti..&lt;br /&gt;Bungkusnya sudah sangat lusuh,&lt;br /&gt;seperti baju mereka...&lt;br /&gt;di antara gedung bertingkat&lt;br /&gt;mereka berlarian riang,&lt;br /&gt;Oh..padahal depan mereka&lt;br /&gt;ada 2 makhluk asing,&lt;br /&gt;wujudnya bukan manusia&lt;br /&gt;matanya bercahaya hijau&lt;br /&gt;dalam kegelapan....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(ditulis oleh: tyok)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ANTARKAN AKU KE CELAH BUMI KELAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika bercakap dengan dedaunan pagi ini.&lt;br /&gt;Melayang, menyelusup celah parinya,&lt;br /&gt;Menajamkan mata, memejam pekat hijaunya...&lt;br /&gt;Bening menyapa setelah lagi mata terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata Mereka Diriku Selalu Dimanja"&lt;br /&gt;"Kata Mereka Diriku Selalu Ditimang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun pintu berteriak lagi.&lt;br /&gt;Membanting dirinya,menutup untukku&lt;br /&gt;Menunggu memancarkan air dari celah pandangan&lt;br /&gt;Sementara,&lt;br /&gt;Daun telinga menyisir kegelapan&lt;br /&gt;Celoteh kesana kemari memanggil&lt;br /&gt;Berisik usik usik..menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antarkan aku dengan merehmu&lt;br /&gt;Bukan abu abu yang kuinginkan&lt;br /&gt;Menangislah kau dengan putihmu&lt;br /&gt;Bukan kuningmu mengiring&lt;br /&gt;Bergembiralah kau dengan hitammu&lt;br /&gt;Bukan warna merahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Ditulis oleh: dee bin Pujiono)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RETORIKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retorika&lt;br /&gt;lagi&lt;br /&gt;Retorika&lt;br /&gt;lagi&lt;br /&gt;Retorika&lt;br /&gt;Hentikan sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insyaalah berarti tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retorika&lt;br /&gt;lagi&lt;br /&gt;Retorika&lt;br /&gt;lagi&lt;br /&gt;Retorika&lt;br /&gt;Hentikan sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasihan PARE terlalu pahit di hatimu&lt;br /&gt;kalu pare ada di tubuhmu, mau kau kemanakan empedumu?&lt;br /&gt;kasihan JERUK terlalu kecut di mulutmu&lt;br /&gt;kalau jeruk di mulutmu, mau kau kemanakan raut muka kecutmu?&lt;br /&gt;kasihan APEL terlalu manis di mulutmu&lt;br /&gt;kalau apel ada di mulutmu, kau kemanakan manis bibirmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retorika&lt;br /&gt;Beretorika&lt;br /&gt;Meretoritakan&lt;br /&gt;Ada saatnya, kapan?&lt;br /&gt;kau akan mengerti jika kau lupakan RETORIKA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(ditulis oleh: MELAWAN ADAT PERUSAK SWASANA DEE.H.Bin Pujiono)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KELAKAR KEMATIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu lama kau hisap nafas sulfur tanah ini&lt;br /&gt;Tapi terlalu cepat kau tamak dalam angkara terselubung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin cepat kau pacu jantungmu, semakin cepat pula anjing-anjing bermata merah mengincarmu..&lt;br /&gt;Surga telah terbakar, nak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau belajar dari nistamu..&lt;br /&gt;Neraka menutup dirinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan atau kemenangan&lt;br /&gt;Mengalah belum tentu kalah, dan menang belum tentu emas tekalung dileher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada embun pagi, Tak ada senja, tak ada kehidupan, &lt;br /&gt;Hanya kegelapan yang menyertai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepaskanlah, nak.. Semua kenanganmu..&lt;br /&gt;Percaya dan ikhlaskanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertidurlah, nak…&lt;br /&gt;Tak akan ada sakit lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasmu fana, langkahmu gontai,merdekalah,gelap kan menjemputmu&lt;br /&gt;Nafasmu fana, langkahmu gontai,merdekalah,gelap kan menjemputmu&lt;br /&gt;Nafasmu fana, langkahmu gontai,merdekalah,gelap kan menjemputmu&lt;br /&gt;Nafasmu fana, langkahmu gontai,merdekalah,gelap kan menjemputmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(ditulis oleh: FLYAWAY, 25 Maret 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-659125560720368275?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/659125560720368275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=659125560720368275&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/659125560720368275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/659125560720368275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2011/04/perangmu-dimulai-hari-ini-lahirnya-sang.html' title='Kami Berekspresi'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-8586626903853733996</id><published>2011-03-16T07:04:00.000-07:00</published><updated>2011-03-19T20:39:29.703-07:00</updated><title type='text'>Latihan Rutin Dengan Media Permainan Tradisional</title><content type='html'>Kamis, 10 Maret 2011, sore itu cerah langit tak mendung terlihat biru, secerah dan sebiru wajah anak anak SOPO pada saat itu. Walaupun yang datang tak terlalu banyak akan tetapi suasana pada saat itu begitu menyenangkan. Latihan hari Kamis kemarin adalah latihan rutin pertama di tahun 2011. Sama seperti latihan latihan pada biasanya, kami memulai dengan pemanasan fisik walaupun sebenarnya suasana pada saat itu memang panas, dari ujung kepala sampai ujung kaki coba kami panaskan, dan terasa panas lagi setelah kami lari lari mengitari hutan FISIP sambil mengenang masa masa Bikin Bikin XVII. ENGINE SUDAH SIAP! Pemanasan vokal pun dimulai, mencoba memanaskan vokal dengan tujuan ketika kita pentas, vokal kita sudah terjaga mutunya, mencoba membentuk mutu sedari dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan latihan vokal, sesosok pria berhelm dengan motor supra hitam dengan mengenakan tas punggung dan pakain kemeja abu abu bermotif kotak kotak, bercelena panjang dan mengenakan "bling bling" berupa flashdisk meluncur dari ekonomi, dengan senyum ramahnya ia membalas sapaan anak anak yang menyapanya secara bersahutan sahutan. Yah pria yang sudah menyelesaikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"nine to fivenya"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; itu adalah Surya Nugraha, ia menjadi pemateri pada saat itu. Nampaknya selagi kita latihan vokal ia mempersiapkan sesuatu untuk latihan nanti. Dan ternyata benar saja, latihan yang pada hari itu kami kira akan berjalan membosankan ternyata Mas Suryo membalikkan semua itu. Latihan pada hari itu kita diajaknya pada sebuah permainan di masa kecil, kita diajak bernostalgia dengan masa kecil kita, sebuah permainan bernama "kontrakol". Sebuah permainan di mana bola tenis dan tumpukan batu adalah objeknya. Cara permainannya adalah kita dibagi dalam dua regu, antara eksekutor yang melemparkan bola tenis dan yang menjaga tumpukan batu tersebut. Jika bola tenis yang dilempar mengenai tumpukan batu maka tim itu harus berusaha membangunnya kembali, tapi harus waspada, tim lawan juga bersiap sia untuk mematikan gerakan, tim lawan berusaha menghalang halangi pembangunan tersebut, jika terkena bola tenis sebelum tumpukan batu berhasil dibangun kembali maka tim itu dianggap kalah. Tim lawan yang menghalang halangi pembangunan dengan melemparkan bola tenis, tidak boleh mengenai langsung proses pembangunan kembali tersebut, melainkan harus dioper ke temannya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu anak anak dibagi menjadi dua tim, Tim A yang dipimpin Reza dan Tim B yang dipimpin Aji. Setelah suit Tim A mendapat kesempatan pertama untuk menjadi eksekutor, akan tetapi karena gagal maka kesempatan eksekutor diberikan kepada Tim B. sedangkan Tim A yang menjaga tumpukan batu. Pada kesempatan pertama menjadi eksekutor, Tim B berhasil merobohkan tumpukan batu akan tetapi langkah mereka terhenti karena ada satu anggota mereka yang terkena lemparan bola tenis. Berulang kali Tim B berhasil merobohkan tumpukan batu dan berulang kali pula  anggotanya terkena lemparan bola, maka tidak ada poin untuk mereka. Poin pertama diberikan kepada Tim A karena mereka berhasil membangun kembali tumpukan batu. Kedudukan 1:0 untuk Tim A. Dalam kedudukan ini, Mas Suryo merubah aturan permaiannannya. Yang ia rubah adalah aturan di mana ketika seorang pemain yang terkena bola maka ia harus meninggalkan lapangan permainan, di aturan permainan pertama adalah jika ada satu pemain dalam tim yang terkena bola maka tim itu kalah. Hal itu dialami oleh Tim B, dalam kondisi hanya menyisakan satu pemain yaitu Budi dan ia pun terkepung oleh Tim A, pada akhirnya pula ia berhasil mempecundangi Tim A dengan berhasil menyusun tumpukan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada latihan sore itu, kami juga menyaksikan sebuah pemandangan menarik, sebuah pemandangan yang nampaknya menjadi ispirasi dari pembuat sarung cap Gajah Duduk, nampaknya dulu pembuat  sarung tersebut mengalami atau setidaknya mengalami kejadian yang juga kami alami. Yaitu kejadian di mana teman kami, Apsari, terperosok ke dalam selokan, dan posenya ketika itu mirip dengan icon sarung tersebut. Seketika itu juga kejadian yang sangat "memorable" tersebut mendapat banyak respon berupa tertawa terbahak bahak. Tak terhitung berapa volume suara yang dihasilkan akibat kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam menunjukkan pukul 17.00 lebih sedikit, dan permainan pun diakhiri dengan kedudukan Tim A 1:Tim B 1. Menarik sekali bisa bernostalgia dengan masa kecil kami, berbeda sekali dengan masa kecil anak anak zaman sekarang di mana modernitas melibas hal hal yang bersifat tradisional. Bisa kita hitung dengan jari berapa anak yang masih setia dengan permainan ini. Permainan yang sederhana tersebut sebenarnya juga terdapat elemen elemen dasar dari teater jika kita mau mengupasnya terlebih dahulu. Konsentrasi mejadi poin penting, apalagi ketika kita mendapat bagian menjadi ekekutor. Olah gerak, respon, vokal, ping pong, dll bisa kita dapatkan dalam permainan yang sederhana tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;link foto: http://www.facebook.com/album.php?aid=2076949&amp;id=1433582914&amp;saved&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-8586626903853733996?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/8586626903853733996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=8586626903853733996&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/8586626903853733996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/8586626903853733996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2011/03/latihan-rutin-dengan-media-permainan.html' title='Latihan Rutin Dengan Media Permainan Tradisional'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-556843649622380783</id><published>2011-03-06T05:33:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T19:53:26.213-08:00</updated><title type='text'>Bikin Bikin XVII (review)</title><content type='html'>Bikin Bikin XVII akhirnya terselenggara sudah. Proses selama 3 bulan telah kami jalani, dan puncak acara pada tanggal 22,23,24 Februari 2011 dengan menghadirkan 6 repertoar telah mendatangkan penonton yang lumayan banyak. Proses yang kami jalani terhitung berat karena pada Bikin Bikin XVII ini, konsep outdoor menjadi pilihan ketika aula yang semula menjadi pilihan akhirnya harus mandek dijajaran dekanat kampus, karena alasan aula hanya dipakai untuk kegiatan akademis (baca: seminar), untuk kegiatan non akademis dan itu dari sebuah UKM, jajaran dekanat tidak mengijinkannya karena alasan ini itu dan lain sebagainya. Tapi kami mencoba memaklumi itu. Dan menghadirkan konsep outdoor adalah tantangan, pembelajaran dan pengalaman tersendiri bagi kami. Dan proses yang berat juga dialami oleh salah satu anggota kami yang juga ikut sebagai aktor di salah satu pementasan, karena ia kemarin mengalami kecelakaan parah dan mengalami operasi di kepala. Tapi karena keinginannya untuk berpentas, maka proses penyembuhannya terhitung cepat. Dan akhirnya niatannya pun terpenuhi ketika ia ikut pentas kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang dijalani dari awal Desember, mulai dari pemilihan panitia,casting,pemilihan venue, dll, telah kami jalani. Itu semua merupakan rangkaian dari proses ini, kami menikmati ini semua. Latihan demi latihan yang memakan waktu sampai malam hari (seperti biasanya) juga telah dijalani. Dan kami berterimakasih kepada hik koyor horor di ngoresan yang menjadi "pelampiasan" amarah dan nafsu makan yang terbendung pasca latihan setiap hari. Kami sering melepas penat di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berjibaku dengan hujan bisa dibilang konsumsi kami sehari hari, karena kondisi alam yang tidak bisa ditebak, itulah resiko dari konsep outdoor. Baik pada waktu latihan artistik, GR, maupun pada waktu pentas kita semua berbasah basahan di stage. Nikmat! Pada waktu GR dan pentas, kami harus bisa memasang alat dalam kondisi hujan disertai petir dan angin yang kencang. Kejadian yang bisa dibilang "lucu" terjadi pada waktu hari kedua, di mana venue yang berada di Areal Gedung IV, serta merta porak poranda oleh hujan. Karena lokasi stage yang lebih rendah maka air meluncur deras dari atas, dan backdrop dan yang telah tepasang dan terbentuk terpaksa diamankan, dan kami beralih untuk membuat tanggul di sekitar stage karena antisipasi yang kurang sebelumnya. Mencangkul tanah, dan mencari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brangkal brangkal &lt;/span&gt; untuk dijadikan tanggul merupakan pekerjaan sampingan selain memasang backdrop dan memasang lampu. Dan setelah hujan reda, bersih bersih stage merupakan kewajiban yang harus dilakukan dengan cara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngangsu&lt;/span&gt;, membersihkan stage dengan sapu ijuk dan alat alat lain yang bisa mengeringkan. Setelah dirasa bersih, CYC merupakan pilihan untuk mengeringkan stage, kami menggunakan banyak CYC untuk mengeringkan stage, dan itu merupakan solusi yang jitu. Setelah kering, kami lanjutkan kembali memasang lampu dan membenahi backdrop walaupun sudah pukul 20.00, molor dari jadwal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhan masih menunjukkan KuasaNya lagi, dan KuasaNya tersebut sangat memberi pelajaran bagi kami lagi. Pelajaran kedua berkaitan dengan pembuatan tanggul lagi adalah: Buatlah tanggul yang memotong dari arus utamanya! Itu terjadi pada waktu hari kedua pementasan, tanggul jebol lagi dan menggenangi stage lagi gara gara arus air dari atas tidak terbendung. Dan kami kembali lagi mengulangi proses yang telah kami paparkan dia atas. Di hari terakhir GR, setlah GR, kami mengadakan tumpengan, seperti adat di Indonesia, dengan tumpengan dan seraya berdoa kepada Tuhan diharapkan ketiga hari pementasan tersebut bisa berjalan dengan lancar dan sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiga hari pementasan, lebih dari 100 orang menonton pementasan kami. Kami berterimakasih kepada para penonton yang telah menonton pementasan kami, walaupun lama menunggu untuk masuk ke venue, dan untuk itu kami meminta maaf kepada para penonton kemarin. Semoga molornya waktu bisa terobati dengan pementasan kami kemarin. Pementasan hari pertama ditandai dengan udara yang dingin dan rintik hujan, diawali dengan pementasan CELENG sutrada Bagus M.P., dengan setting sebuah makam dan jemuran semoga itu bisa menggambarkan kesan wingit, walaupun venue yang sudah wingit dari awal. Pementasan CELENG yang menggambarkan rasa penyesalan yang diderta oleh seorang istri akibat suaminya yang mendua, pementasan ini memakan waktu kurang lebih selama 25 menit. Tokoh Darsi yang di cerita menjadi gila, diperankan baik oleh Apsari walaupun kendala vokal menjadi masalah utama tapi pementasan dapat berjalan dengan lancar, dan pementasan diakhiri dengan membanting makam oleh Apsari, sebuah adegan yang mengagetkan karena pada waktu latihan ia sebenarnya tidak melakukan itu, dan itu menunjukkan bahwa ia tampil secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;all out&lt;/span&gt; dan benar benar menjadi karakter yang lain. Setelah dihubur dengan pembagian voucher dari para sponsor, pementasan kedua diamainkan. Pementasan kedua adalah DALA dengan sutradara Surya Nugraha , sebuah naskah yang cair walaupun sebenarnya naskah ini adalah simbolisasi keadaan di Indonesia, tapi sutradara dan penulis naskah membawakan cerita ini menjadi cair. Karena naskah yang cair dan juga banyak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;joke joke&lt;/span&gt; yang dihadirkan, menjadikan mood penonton naik dengan cara merespon dengan tertawanya mereka. Apalagi ketika adegan Kolor Ijo muncul,ia "memporankporandakan" pementasan waktu itu. Sang sutradara disuruh naik ke stage pada waktu itu, akan tetapi ia tidak mau. Ditambah lagi dengan dugem mendadak di stage, seluruh pemain dan crew pada saat itu berjoget bersama dengan musik disko ala Pantura seoalah olah itu merupakan media &lt;span style="font-style:italic;"&gt;refreshing&lt;/span&gt; sesaat dari kepenatan pentas. Diakhiri dengan puisi ritmis dan gerakan gerakan teatrikal sarat simbolisasi yang merupakan gambaran kapitalisme yang telah mencengkeram erat, semua elemen pada akhirnya akan tunduk pada satu jeratan yaitu: kapitalisme. Dengan lantunan lagu "Bertahan Satu Cinta" dari D'Bagindasa yang dirombak ulang habis habisan, mengantarkan penonton pulang dan mengakhiri pementasan di hari pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari ketiga, dalam pementasan SI MBOK hasil garapan Agung Irawan, kami "mempersembahkan" para gadis dan para pria kami yang menari dengan gemulai dan gagah. Sebuah tarian yang melambangkan isu di Indonesia pada khususnya dan seluruh dunia pada umumnya yaitu tentang isu gender di mana para istri yang selalu ditindas oleh para suami, itu semua ada karena budaya patriarki di mana seorang pimpinan keluarga yaitu ayah memegang peran penting dalam sebuah rumah tangga, tapi pada akhirnya semua itu kembali ke titik nol lagi di mana simbiosis mutualisme juga ada dalam sebuah rumah tangga, di mana suami yang membutuhkan istrinya, dan istrinya yang juga membutuhkan suaminya. Itu semua karena janji yang telah mereka ucapkan dalam sebuah ijab kabul ataupun sakramen pernikahan. Itu semua disimbolisasikan dengan gerakan berjalan berdampingan, ada juga yang pijit pijitan dan saling memadu kasih lagi, sebuah kisah romansa dalam berumah tangga, di mana konflik berakhir dengan indah. Pementasan kedua adalah TANDA SILANG, sebuah naskah hasil saduran dari Almarhum W.S. Rendra dicoba dibawakan oleh Wury cs. Pementasan ini jika dibilang berat memang berat, tapi jika kita mendalaminya akan terasa mengasyikkan. Bercerita tentang penyakit schizoprenia yang menghinggapi tubuh sang kapten sehingga ia sering merasakan halusinasi tentang kapalnya yang ia beri nama Marlini yang telah karam. Mencoba mengadirkan suasana dek kapal dalam rumahnya, sehingga ia merasakan dalam kapal yang telah lama karam. Inti dari pementasan ini adalah bagaimana kita bisa membedakan antara suatu kebenaran dan kebohongan, antara delusi,halusinasi dengan realita, dan bagaimana kita bisa belajar untuk mengendalikan itu semua bahkan kita menjadi obat untuk itu. Ahoooyyy!!!! Sutradara pada hari kedua semuanya adalah dari angkatan 2007, dan masih aktif di organisasi ini. Ini diharapkan menjadi awal mereka untuk menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the next director&lt;/span&gt; di Teater SOPO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan hari ketiga, sebuah pentas monolog lagi, karya sutradara Sari Wuryani dengan lakon ERIN DAN ANGIN PETAKANYA. Seperti lagu "Que Sera Sera" yang menjadi lagu pengiring pementasan tersebut, apa yang akan terjadi maka terjadilah, begitulah lagu yang berkorelasi dengan isi pementasan tersebut, mengangkat isu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;traficking&lt;/span&gt;, di mana Erin yang telah sejak kecil hidup bersama dengan neneknya,pada akhirnya terpaksa dijual oleh neneknya untuk membayar utang utang sang nenek dan ia pun melakukannya walaupun ada dendam di hatinya terhadap sang nenek. Lighting pada pementasan tersebut terlihat unik dan nampaknya menjadi daya tarik tersendiri karena lampu berjumlah 3 dikatrol naik dan turun pada awal dan akhir pementasan. Pementasan terakhir adalah MUSIKALISASI PUISI SOPO dari Tim Musik SOPO dengan aransemen oleh Irawan Wijayanto. Di awal pementasan, oversett alat musik mencoba dihadirkan tanpa adanya blackout. Terkesan riuh dan chaos memang, tapi itulah yang dicoba dihadirkan untuk menghadirkan kesan keguyuban di antara kami, para anggota Teater SOPO. Terkendala dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;balancing&lt;/span&gt; suara, maka output yang dihasilkan menjadi sangat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;noise&lt;/span&gt;,sebenarnya lagu lagu yang dibawakan membuat kita terhanyut, tapi dengan kendala seperti itu, kami meminta maaf kembali kepada penonton terhadap ketidaknyamanan ketika mendengarkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;output sound.&lt;/span&gt;. Lagu lagu yang dibawakan adalah antologi puisi hasil karya anggota SOPO terdahulu, sehingga untuk keluarga SOPO yang sudah menjadi alumni bisa me&lt;span style="font-style:italic;"&gt;rewind&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; memorinya ketika masih aktif berada di SOPO. Secara lirikal, begitu dalam terasa. Di lagu "Taman", adalah bentuk dedikasi kami kepada Almarhum Chairil Anwar karena atas jasanya kepada dunia pertunjukan maka kami ada hingga saat ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Semoga engkau tenang di SisiNya, dan mendapatkan tempat terbaik, terimakasih kami ucapkan)&lt;/span&gt;. Di lagu tersebut, kami mendatangkan "bintang tamu" yang diimpor langsung dari Mesir tapi ia sekarang sudah dinaturalisasi dan memilih tinggal di Lereng Gunung Merapi atau lebih tepatnya di Muntilan, Magelang. Ia adalah Hanif "Cecak" Latifatunissa. Proses ini ia terpaksa tidak bisa ikut berkontribusi dikarenakan banjir lahar dingin yang terjadi di sekitaran Gunung Merapi, untung saja ia tidak memberikan oleh oleh berupa lahar dingin. Dalam kondisi lampu blackout, tiba tiba terdengar sebuah kata sambutan, sebuah suara yang terdengar jelas dan mengatasnamakan dirinya sebagai "Dekan". Tapi itu semua hanya guyonan yang dihadirkan oleh Mas Bagus M.P. Dengan banyolan banyolan khas Mas B (sebutan untuk Bagus M.P.) membuat penonton tertawa terkekeh kekeh. Kata sambutan yang berupa geguritan. Namun apabila pada waktu itu ada benar benar kata sambutan dari pihak Dekanat, kami mengucapkan terimakasih banyak. Mas B pada saat itu mencoba bernostalgia dengan lagu lagu dari Sio Sio, sebuah grup musik beraliran campursari dangdut yang para personelnya adalah anggota dari Teater SOPO. Kembali menjadi muda dan kembali merasakan menjadi vokalis, lagu lagu dari Sio Sio dibawakan. Pada lagu pertama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kelingan Kelangan"&lt;/span&gt;, dengan bernyanyi ia membuat gerakan gerakan ala SKJ '94 dengan penari latar yang menarikan gerakan gerakan ala penonton acara musik di televisi swasta. Atas kharismanya, tak salah jika ia mendapat fans yang masuk ke atas panggung untuk memberinya pot bunga. Dan dengan majunya Mas B, membuat para alumni naik ke atas panggung juga untuk mengenang masanya. Kurang lebih 3 lagu dihadirkan dari lagu lagu ciptaan Sio Sio. Dan lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Goodbye"&lt;/span&gt; menjadi klimaks pada Pentas Bikin XVII tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semua pihak yang ikut mendukung terselenggaranya Pentas Bikin Bikin XVII ini, dari para penonton, jajaran dekanat, para sponsor, teman teman teater se Solo, UKM se FISIP, dan masih banyak lagi. Ucapan terimakasih yang teramat banyak kami ucapkan kepada para penonton yang telah menyempatkan menonton Pentas Bikin Bikin XVII ini. Kami meminta maaf apabila pada acara kemarin ada hal hal yang membuat ketidaknyamanan penonton. Terimakasih, dan selamat berjumpa pada Pentas Bikin Bikin XVIII dan pentas pentas kami selanjutnya. Dan untuk teman teman anggota SOPO, selamat menjalani proses kembali, jalan masih panjang, kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM BUDAYA!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-556843649622380783?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/556843649622380783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=556843649622380783&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/556843649622380783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/556843649622380783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2011/03/bikin-bikin-xvii-review.html' title='Bikin Bikin XVII (review)'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-459310712639715063</id><published>2011-02-11T06:43:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T09:33:57.607-08:00</updated><title type='text'>Pentas Bikin Bikin XVII: 3 malam 6 repertoar (preview)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TVVyvxkWhDI/AAAAAAAAATM/IldQPEoh3k4/s1600/JPG.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TVVyvxkWhDI/AAAAAAAAATM/IldQPEoh3k4/s320/JPG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572486279026082866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah perjalanan ke XVII dari Bikin Bikin Teater SOPO, sebuah perjalanan yang panjang. Bikin Bikin yang merupakan sebuah ajang apresiasi anggota kami terutama anggota baru kami untuk lebih mengenal apa itu sebuah pertunjukan. Walaupun mengangkat nama "Bikin Bikin", tapi kami tidak "buat buat" di sini, kami tetap menghadirkan sebuah pementasan yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanan ke XVII ini, kami membuat 3 hari pertunjukan , di setiap hari ada 2 pementasan yang tersaji. Pada hari pertama akan tersaji pentas &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"DALA"&lt;/span&gt; dengan penulis naskah Hendro Prabowo, sutradara Surya Nugraha. Pementasan ini berkisah tentang kisah romansa antara Dala dan Dyah Nala,akan tetapi perjalanan mereka terhenti akibat ulah Kolor Ijo. Sebenarnya menurut penulis naskah, tokoh tokoh yang coba dihadirkan dalam naskah ini adalah sebuah simbolisasi, dan cerita yang dihadirkan adalah simbolisasi dari keadaan sekarang ini, yaitu sebesar apapun cinta bisa akan dikalahkan oleh kapitalisme, kapitalisme sendiri coba dijadikan sebuah "metafora" melalui sosok Kolor Ijo. Makna yang memang tersaji secara eksplisit dari sebuah cerita yang cair.&lt;br /&gt;Di pementasan jam kedua, masih pada hari pertama, akan tersaji pementasan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"CELENG"&lt;/span&gt;, naskah&amp;sutradara Bagus M.P. Menceritakan tentang sebuah rasa penyesalan yang diderita oleh seorang istri akibat dikhianati oleh suaminya, yang selingkuh dengan wanita lain. Itu dikarenakan harta yang menumpuk yang diperoleh dari pesugihannya, sehingga ia dibutakan oleh duniawi.&lt;br /&gt;Pementasan hari kedua akan dimulai oleh pentas dengan judul &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"SI MBOK"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; dengan naskah&amp;sutradara Agung Irawan, berkisah tentang kisah kehidupan dalam sebuah rumah tangga. Seperti kondisi masyarakat Indonesia pada umumnya di mana budaya patriarki masih erat, sosok ayah masih memegang peran vital, dan kadang kadang karena terlalu memegang kendali itulah, sang ayah tersebut terlalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;over controlling&lt;/span&gt; sehingga membuat friksi friksi di dalam keluarga tersebut. Dan sosok ibu selalu menjadi korban, seperti kita tahu banyak kasus KDRT di negara ini yang melibatkan antara pasangan suami istri.&lt;br /&gt;Pementasan kedua di hari kedua adalah sebuah naskah saduran dari W.S. Rendra dengan sutradara Wury Febrian dengan judul &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"TANDA SILANG"&lt;/span&gt;. Menceritakan tentang kehidupan mantan kapten kapal dengan keluarganya, di mana sang kapten dan anaknya yang bernama Darpo terkena penyakit shizoprenia, kedua orang tersebut selalu  mendelusikan dan menghalusinasikan tentang Kapal Marlini dan  harta karun yang berisi intan, berlian, zamrud, manikam, dan perhiasan tak terbatas.&lt;br /&gt;Di hari ketiga, di pementasan pertama akan ada pementasan dengan judul &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"ERIN DAN ANGIN PETAKANYA"&lt;/span&gt;, naskah oleh Gabriel Marquez dengan diadaptasi dan disutradarai oleh Sari Wuryani. Mencoba menceritakan tentang kehidupan Erin, seorang gadis yang hidp dengan neneknya. Karena utang yang banyak, sang nenek terpaksa menjual tubuh Erin kepada para lelaki hidung belang untuk membayar utangnya. Pada pementasan terakhir, sedikit bernostalgia memang, karena pada pementasan terakhir ini sang sutradara, Irawan Wijayanto,yang pada khusunya mencoba mengembalikan memori teman teman anggota SOPO dengan memusikalisasikan puisi puisi ciptaan teman teman anggota SOPO. Musikalisasi yang menarik ala Irawan Wijayanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada Bikin Bikin XVII ini, konsep outdoor menjadi pilihan ketika aula FISIP UNS yang telah menjadi venue acara Bikin Bikin selama bertahun tahun tidak bisa kami raih akibat peraturan baru dari para petinggi kampus kami. Kami mencoba "memaklumi" itu dan ini merupakan tantangan baru untuk kami bagaimana menyelenggarakan sebuah acara dengan konsep outdoor. Kami malah mengucapkan terimakasih kepada mereka karena masih "menyisakan" Hutan FISIP dan areal Gedung IV (samping parkiran baru)setidaknya untuk tahun ini sebagai tempat pentas, sebelum hutan FISIP berubah menjadi "hutan beton" seperti yang kami dengar isunya. Jika itu benar benar terjadi, semoga kami mencatatkan sejarah di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tulisan ini dibuat, jarak pementasan kurang 10 hari lagi, saat saat yang krusial. Dan terakhir, bagi Anda yang mempunyai waktu senggang pada tanggal 22,23,24 Februari, kami mempersilakan Anda untuk menonton acara kami. Kami berharap Anda menikmatinya dan menjadi kesan tersendiri untuk Anda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-459310712639715063?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/459310712639715063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=459310712639715063&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/459310712639715063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/459310712639715063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2011/02/pentas-bikin-bikin-xvii-3-malam-6.html' title='Pentas Bikin Bikin XVII: 3 malam 6 repertoar (preview)'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TVVyvxkWhDI/AAAAAAAAATM/IldQPEoh3k4/s72-c/JPG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6672451186791651775</id><published>2010-11-06T09:57:00.000-07:00</published><updated>2010-11-06T09:58:50.346-07:00</updated><title type='text'>"Aku Juga Temanmu", Sebuah Pentas Ceria</title><content type='html'>dam dam suit...&lt;br /&gt;dam suka...&lt;br /&gt;dam dam suit...&lt;br /&gt;dam dam senangnya !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas ceria, itulah yang dapat kami tangkap ketika kami melakukan pentas di SD Al Abidin Banyuanyar (ini merupakan pentas yang terselenggara atas tawaran SD Al Abidin atau bisa dibilang job untuk kami). Keceriaan anak - anak SD itulah yang coba kami bawakan. Memang sangat sulit ketika harus membawakan karakter anak SD kelas 5, dan juga tuntutan bahwa kami adalah bahan percontohan karena memang di SD tersebut materi drama sudah diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Dan kami menjadi silabus di dalamnya. Itulah tuntutan tersebut, di mana kami harus "mendidik" anak -anak tersebut dan harus membawakan materi yang benar - benar memuat nilai edukatif dan juga poin -poin dasar perteateran. Terasa berat bukan? Akan tetapi ketika kami melakukannya dengan ceria maka dengan sendirinya semua perasaan berat itu akan sirna dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas kali ini "hanya" memakan proses selama 6 hari. Sempat pusing ingin membawakan materi seperti apa, tapi akhirnya masalah tersebut terpecahkan berkat adanya ide kreatif. Mengambil cerita "adopsi" dari bawang merah bawang putih yang diterapkan dalam dunia akademik ketika kesenjangan sosial masih menonjol di sana. Kami mencoba menangkap isu itu dan diaplikasikan dalam pementasan dengan konsep cerita yang easy to watch, di mana konflik menampilkan antara pertentangan si kaya dengan si miskin dan pada akhirnya bagian ending kami menampilkan happy ending, di mana si kaya dan si miskin akhirnya berteman. IItulah yang melatarbelakangi kami membawakan judul "Aku Juga Temanmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pentas ini juga menjadi media pengenalan dan sosialisasi terhadap anggota baru SOPO tahun 2010. Pengenalan tersebut dilakukan pada saat gladi resik pada hari Selasa 2 November 2010, jadi gladi resik kami adalah "pentas dini" bagi anak-anak baru, dengan tidak mengurangi semangat dan esensi dari pentas tersebut. Anak-anak baru cukup antusias dalam menyambut pentas kecil-kecilan tersebut. Dan setelah selesai pentas, kami mensosialisasikan tentang Latal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rabu sore kami langsng bertolak ke SD Al Abidin dengan membawa berbagai macam peralatan mulai dari peralatan lighting sampai setting dan alat make up. Panggung kami sett pada Rabu malam, bersamaan dengan pengesettan panggung, kami membuat berbagai macam corak ceria dalam kostum. Seperti anak kecil yang mengaplikasikan imajinasinya di atas kertas gambar, kami mencoba mengaplikasikan imajinasi kami di atas kostum dengan model-model yang ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis adalah saatnya show time. Sebelum pentas dimulai, kedua MC dari kami menerangkan apa itu teater sebenarnya, dan juga alat-alat apa yang digunakan untuk mensupport pentas itu terselenggara. Mulai dari setting, lighting, musik, dan make up costum coba kami terangkan secara sederhana tapi detail. Pentas berjalan cukup lancar, akan tetapi banyak energi yang tersita yang terwujud dalam butiran-butiran keringat yang tercucur, karena sungguh, pentas ini dikombinasikan dengan dance. Tapi itu tak apa jika itu bisa dihadirkan sebagai nilai plus atau tambahan pementasan dan juga nilai yang menarik dalam pementasan. Setelah pementasan usai, kami membuka sesi diskusi dengan teman-teman kecil (sebutan untuk adik-adik yang menonton). Beragam pertanyaan terlontar dari teman-teman kecil, mereka sangat ingin tahu tentang perteateran. Ada satu pertanyaan muncul, "Apakah kegiatan yang mas/mbak lakukan tidak menganggu perkuliahan?". Itu merupakan pertanyaan cerdas, dan ketika seketika itu juga kami langsung memberi jempol untuk seorang teman kecil tersebut. Dan juga pihak sekolah memberikan door prize untuk teman-teman kecil yang bisa menjawab pertanyaan dari ibu guru dan dari kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pentas hari itu diakhiri dengan bersalam-salaman, dan sebuah "hal unik", kami dimintai tandatangan, no telepon dan alamat Facebook, kami bepikiran,kami seperti artis ibukota dan kami mendapatkan fans anak-anak kecil! Menarik sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk teman-teman kecil kami, semoga yang kami sajikan bisa bermanfaat, semoga sisi edukatif yang kami bawakan bisa kalian cerna, yang buruk/kritikan-kritikan terhadap gaya kehidupan anak kecil sekarang tolong ditinggalkan. Jadilah anak yang berbakti kepada orangtua, berbakti kepada guru dan sesama dan kelak kalian akan menjadi generasi penerus bangsa yang tak perlu diuji lagi moralitasnya. Dan terakhir, kami tunggu kalian, teman-teman kecil untuk bergabung di Teater SOPO, kelak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6672451186791651775?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6672451186791651775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6672451186791651775&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6672451186791651775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6672451186791651775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2010/11/aku-juga-temanmu-sebuah-pentas-ceria.html' title='&quot;Aku Juga Temanmu&quot;, Sebuah Pentas Ceria'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2951609696752587035</id><published>2010-10-19T03:05:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T03:08:21.711-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Keyakinan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ditulis oleh: Apsari Retno Wiratmi (Ketua Teater SOPO 2010/2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah,, puji syukur atas ap yang diberikan oleh Sang pembuat kehidupan..&lt;br /&gt;Apa yang diberikanNya tahun in sangat luarbiasa..&lt;br /&gt;Salahsatuny adalah amanah yang diembankan kepada saya,, yaitu ketua teater Sopo.. Trimaksih buat teman2 yang sudah mempercayakan teater sopo dalam satu tahun kepengurusan ini kepada saya.. Smoga bs menjadi amanah..&lt;br /&gt;Kepada semuanya saya mhon doa dan bimbingannya..&lt;br /&gt;Mari kita semua bersama-sama membangun teater sopo,,menjaga dan memajukan teater Sopo..&lt;br /&gt;Smoga Allah memberi jalan atas apa yang kita usahakan ini teman2,, amiieen..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam budaya,,:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://apsariretno.multiply.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2951609696752587035?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2951609696752587035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2951609696752587035&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2951609696752587035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2951609696752587035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2010/10/sebuah-keyakinan.html' title='Sebuah Keyakinan'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-396624374354624894</id><published>2010-10-17T22:20:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T22:29:26.451-07:00</updated><title type='text'>Monolog "sujiwo owah" made in doni SOPO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLvbGMZtPeI/AAAAAAAAASk/GG8s7zZuU7Y/s1600/40744_1666057374604_1332375953_2929247_4906661_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 178px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLvbGMZtPeI/AAAAAAAAASk/GG8s7zZuU7Y/s400/40744_1666057374604_1332375953_2929247_4906661_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529253866982161890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kejadian terjadi dalam suatu Rumah Sakit jiwa, karakter Sujiwoo adalah merespon penonton. Dan menyetarakan tangis dengan senyuman di pihak yang setara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssstt...... haiho bro... ehem-ehem .... mbak-mbak, mas-mas, heheheheee.... apa kabar?... ada yang tau tidak kuliahku di mana? Hehe.... apa tidak tau? Wo kemplo, masa tidak tau.. apa ? wooo  slah kaprah,, hehehe... masa gag tau, la wong saya ini orang terkenal loh, hehehe hiks (jegukan).... &lt;br /&gt;di kampus saya itu populer loh, ha ? namanya hai yam Kampus masa tidak tahu ya mirip pengucapan jepang-jepang gitu... &lt;br /&gt;apa gag tau, gag gaul kamu, makanya gaul seperti aku.. ha? olret olret, tenang-tenang, auuuwoooooooo kukukakak kukakak mak bedunduk howa howa ehaaaaa.... (ekpresi liar) ihik ihik (ketawa sambil ngemut jari) , gag tau kan artinya hayooo hayoo, (mengendap endap, mengageti penonton) ci luk bak?? Kaget,, hahhahaa..... apa ? (kepenonton) (bak pemilihan duta wisata) perkenalkan nama saya Sujiwo Owah, saya penduduk asli kota RuSaji (Rumah Sakit Jiwa), dan motivasi saya memperkenalkan diri adalah (mengageti) pengin eksis, (kiss bye) hahahahahaha&lt;br /&gt;Dulu saya itu adalah seorang artis ternama di kampus saya, setiap aku jalan di kampus pasti semua pandangan menuju ke diriku. Yah.. sambil dada gitu, hush ngawur walah bukan yang ini tau (sambil menunjuk p*ayud*r*) hahahaa.. yang ini tau (dada tangan),yah maklum untuk eksistinsiku terhadap pengagumkku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(berbisik) Hei..hei.. woy.. woy.. ada yang tau teman saya tidak? Apa tidak tau, masa.. pasti tau hayoooo,, tag gintung tak gintung eexeexx... hah masa tidak tahu. Dia itu wanita berpantat lebar loh, dia manis, putih, semlohay loh... masa gag ada yang kenal, masa tahun gadget seperti ini tidak tahu, (lebay) kuper loe.. gw aja bisa bahasa gaul gitohh,, massa loe loe pada gag bisa,, astofirlloh gitoh . Apa lebay ? hehehe,, iya tau ndak lidahku tu sampe kesleo.. aneh-aneh saja masa tatanan EYD , Ejaan Yang Disempurnakan berubah arti menjadi Ejaan Yang Dilebaykan... masa ngakunya berbahasa satu, bahasa indonesia.. wah Cuma wacana aja itu di sumpah the younger,... hehehehe ya tidak apa-apa, la sayakan gag ikut sumpah,, iya to...!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu Cuma formalitas ,mungkin yaw? ,, hush ngawur mau saja aku tipu, aku sebagai orang gila agak setengah miring setengah owah menggarisi besar ... bahwa itu semua termasuk tatanan negara yang harus dipatuhi. Meskipun banyak yang ngeyel dan terbiasa.... hehehehe.. kalau sudah kekebiasan sulit untuk di ralat,, heheheheee. By the way, kok omongan saya nggeladrah.. la tadi saya tanya teman saya, ada yang tau tidak? Apa tidak tau? Ya sudah aku kasih tau. Dia bernama Purnamasari, dan saya sering memanggil “hey pilem Purna” hahahaha,, biar gayeng –gayeng gitu, biar ngeh... hehehehe.... tapi jangan ngeres lo! Dia bukan aktris tidur ngangkang, bahkan artis 3gp lo! Dia itu temanku, sahabatku, soulmatku. Si Purna itu orangnya baik hatinya, kadang-kadang cantik, kadang-kadang jelek,.. wah 2 rupa heheheheee.... kaya pelajaran waktu SMP, pelajaran Seni Rupa. Hiks (jegukan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purna orangya baik selebar pantatnya, hatinya manis semanis sari pohon tebu, jiwanya seputih kulitnya, dia sopan seperti semlohaynya gerak tubuhnya yang halus. Si Purna adalah gadis baik-baik, tapi miris melihatnya. Kenapa ? ya kasihan saja,, Purna mati sia-sia, hahahahahahahaha (ketawa mengejek)...... hikhikhikhik (nangis) dia mati bunuh diri dikamar mandi, gara-gara dia korban pemerkosaan lelaki bejat yang bernama Si Alex Toyib. Namanya aneh kaya judul lagu ndangdut. Lelaki itu adalah ayah tirinya Purna, dan kasihan lagi si Purna tidak tahu aku Di RuSaJi, eiii.. Purna, padahal aku kangen sama kamu. Dan aku mau minta maaf “kalau aku sekarang sudah gila bahkan hampir mendapat gelar S.Ag bukan Sarjana Agama lo Pur, Sarjana Aku Gila, hakakakakaaa,,,, yuhuuuuuu, hiks hiks (menangis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purna aku kangen sama kamu, aku itu sebenarnya cinta sama kamu seperti aku mencintai negaraku Hebat ini, purna… purna… aku sayang kamu… aku sayang kamu.. cinta (nangis)&lt;br /&gt;Oh iya,, Jiwo punya akal,, iya…iya..,,, purna,  aku mau buat jalangkung untuk berinteraksi dengan arwahmu, tapi aku takut kalo kamu datang bukan bentuk aslimu, lagian itu musyrik.. dalam agama tidak boleh berbuat musyrik alias menyekutukan tuhan.&lt;br /&gt;tapi purna kamu sudah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;, apa di sms lewat jalangkung aja ya? Pasti juga tidak dibalas, pusing aku.. aku maw kirim surat burung (sambil garuk-garuk t*t*t), hush pikiranya jangan ngeres lo!! Heheheheee... burung yang kaya di film-film Harry Poter itu. &lt;br /&gt;Tapi sayang, aku pengin nyaate sama teman sekamarku yang gila karena melihat keadaan negara yang semakin hari seperti telenovela, karena dia phobia dengan telenovela. Setiap hari ada tokoh-tokoh Carlota yang muncul seperti film-film telenovela itu. Carlota dengan karakter tokoh pintar memanipulasi manusia dari segi hal percintaan, memanipulasi pikiran &amp; kecerdasan manusia, mengadu domba tokoh satu dengan tokoh lainya. Waw si Carlota multi talent, &lt;br /&gt;oh my god.... kok temenku sampai gila karena phobianya, ya? Aneh..bagaimana kalau aku beri gelar “Pahlawan Pengamat Politik Telenovela” pasti keren yah..... hei, keren tidak? Sip sip ...... hik hik hik (nangis) (teringat oleh purnama)&lt;br /&gt;Purna, aku kagen kamu, aku rindu kamu, maafkan aku sudah jadi gila. Karena aku hanya tidak tega untuk melihat tatanan bumi yang aku pijak sekarang. Purna aku sudah bingung lagi mau kemana, aku bingung stadium 4. Purna, purna bisakah aku dikatakan sebagai “tikus”, hei ngawur bukan tikus, dodol.. tapi “Ke-ri-ti-kus”. &lt;br /&gt;Maem…maemm…Apa, tidak punya. Dasar pelit, aku SUMPAHIN kalian jadi orang Dermawan. Dan semoga sembuh dari penyakit pelitnya. Yah babak ku mulai lagi,  Saya kemarin bermimpi aneh bin nyata bin real, aku bertemu dengan Purna. Katanya dia kangen sama aku, tapi.....tapi.... hanya mimpi,,padahal aku ingin ngobrol banyak  sama kamu (termenung sambil mengusap air matanya) ,, &lt;br /&gt;Eh ada surat kabar (membaca surat kabar), owah-owah sedikit masih bisa baca koran loh.. oh iya apa kabar dengan negaraku?? Apa pasti sama saja yah....  wo alah jabang masih tetap sama saja. Jan gusti apakah ini kutukan mendasar, duh ... negaraku jadi owah,, hehehe ternyata bukan Sujiwo Owah, ternyata tempatku berdiri sekarang agak owah,, owah pembagianya adilnya, owah nyimut recehan ane rakyat, po rag isin... siapa ? ya itu tikus-tikus berdasi dengan sepatu gilap, katanya laper di dalam lumbung kertas warna merah, ijo, nah nah ituuu.. itu.. ituu... dia ,, sembunyi di kursi empuk. Itu.. itu... pake racun tikus saja? Ah, gag mempan, oh iya pake sms saja,, hehehe apa bisa ya?? Ya jelas bisa la wong saya saya sms satpam KPK,, nyahok loe,,, dasar kau tikus racun , sama cap KPK,, alias KaPok... huakakkakaa... &lt;br /&gt;Purna… kamu dimana purna???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purna… I lope U.. purn aku ga gila aku gag gila aku gag gila…. Dia, dia, dia yang gila itu pemimpin rakyat yang gila bukan aku… sebenarnya saya gila karena saya malu purr.. malu sama kamuu.. maluu… karena aku korupsi nasionalis… karena aku korupsi pengetahuan… aku korupsi perasaan sama kamu pur..&lt;br /&gt;Pur… aku kangen aku rindu kamu.. aku sayang sama kamu.. kangen kau waktu engkau mengajarkan ku tentang rasa nasionalis… nasionalis terhadap kaum sesama, kaum duafa, kaum cacat, kaum yatim piatu, itulah kau… aku kangen pur…&lt;br /&gt;(termenung sambil memulihkan pikiran biar tenang, perlahan kemudian sedikit tersadar)&lt;br /&gt;Ah sudah jadi ngelantur teruss.. oh iya saudara-saudar Sujiwo Owah mau ke bengkel dulu mau dandani otak biar gag owah, biar jadi Sujiwo Dandan aja,,, hahahaaa... ngelantur saya... ngelantur,,, mau protes tetep sama saja gag ada perubahan.. malah terjajah, lebih baik Owah daripada ngelantur kemana mana saja... dasar fucking shit, hemmm... , jadi orang baik susah... pa lagi jadi orang jahat lebih mudah dan lebih berkembang... sing penting aku Owah,, gag ada yang gagas aku.. biarkan aku baik dengan lingkungan dan biarkan aku jahat dengan diriku sendiri karena aku sedikit owah.. huakakakakakakkaakaa......... hahahaha hhukay,, olret,, sips, jantan, keren, cool,, tetap hore sing penting ayem ketemu suster bahenol... hiyapsss.... weh kok ini jadi ngegring ngegring yahhhhh.... mmmmmm..... &lt;br /&gt;Oh iya saya jangan ditiru yah… dilarang agama… dilarang pancasila… dilarang UUD… dilarang orang tua… dilarang tetangga… dilarang tuhan… dilarang kerabat… dilarang pacar…&lt;br /&gt;Hanya orang bodoh seperti saya,, saya tidak tahan dengan keadaan di depan mata saya, buatlah janji dengan saya, buatlah perubahan demi kemajuan. Apapun itu, apapun caranya…&lt;br /&gt;Jangan seperti saya, janji yah… janji… hehehe… janji… &lt;br /&gt;“karena saya gila, dan tidak tahan biarkan saya pergi yah… pergi… saya pergi lo.. pergi ya mas-mas mbak-mbak… aku pergi ya…. Aku pergi lo.. aku pergi lohh… dan juuuaaannji jangan ikuti jejak saya lo…”&lt;br /&gt;Tapi saya terlalu cinta, terlalu sayang dengannya, dan jangan seperti saya. Saya terlalu cinta dengan Purna, hanya dialah yang tahu aku … tahu Negara ini… dan aku rindu… tunggu aku ya purnaa… I lope U… hihihihihihi cakakakkaaak ahakakakakkak kakkakkaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tertawa hebat dan lampu perlahan mati)&lt;br /&gt;(tiba-tiba suara pisau terjatuh, lampu tiba-tiba menyala , dan alunan lagu sedih mengiringi, kepergian Jiwo, dengan leher berdarah dengan pisau di tangannya. Jiwo tergeletak tak bernyawa sambil memeluk papan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DON’t TRY THIS HOME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The end&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-396624374354624894?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/396624374354624894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=396624374354624894&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/396624374354624894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/396624374354624894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2010/10/monolog-sujiwo-owah-made-in-doni-sopo.html' title='Monolog &quot;sujiwo owah&quot; made in doni SOPO'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLvbGMZtPeI/AAAAAAAAASk/GG8s7zZuU7Y/s72-c/40744_1666057374604_1332375953_2929247_4906661_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-5107545773594610556</id><published>2010-10-14T02:31:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T03:45:27.923-07:00</updated><title type='text'>Pelantikan Pengurus Baru Teater SOPO Periode 2010/2011</title><content type='html'>Rabu, 13 Oktober 2010, bertempat di ruang 14 (eks ruang 7) FISIP UNS sebuah moment yang sakral tengah berlangsung. Tepat pada hari itu, atau lebih tepat pukul 19.30 WIB, moment sakral yaitu pergantian pengurus tengah berlangsung. Pengurus baru periode 2010/2011 dilantik pada hari itu. Pelantikan dihadiri oleh anggota dan alumni Teater SOPO, walaupun bisa dibilang yang mengahadiri acara tersebut sedikit, tapi acara bisa berjalan dengan khidmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dimulai dengan membaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;basmallah&lt;/span&gt;, dilanjutkan dengan sambutan mantan ketua Teater SOPO 2009/2010, Alief Pandu Wirawan, dalam sambutannya ia berpesan agar kepengurusan yang baru ini lebih baik dari kepengurusan tahun lalu, dan pengurus tahun ini perlu belajar banyak dari pengalaman kepengurusan tahun lalu, harus pintar-pintar memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dijalankan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua baru Teater SOPO periode 2010/2011, Apsari Retno Wiratmi. Ketua baru tersebut lebih menitikberatkan pada kerjasama pengurus baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah puncak acara dari malam itu yaitu pelantikan pengurus baru Teater SOPO periode 2010/2011. Selaku "instruktur" acara pelantikan tersebut adalah alumni SOPO, Bagus M.P. Pengurus baru mengucapkan sumpah kepengurusan yang dibacakan oleh "instruktur" acara seraya disumpah dengan menggunakan AD/ART Teater SOPO. Pengurus baru ketika mengucapkan sumpah saling bergandengan tangan dimana itu adalah suatu simbolisasi dari kerjasama, tanggungjawab, kekeluargaan dan toleransi antar pengurus baru. Setelah pengurus baru mengucapkan sumpahnya, para anggota dan alumni memberikan ucapan selamat kepada pengurus baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Snack dan minuman adalah pelengkap acara pada malam itu. Makanan beraneka bentuk dan rupa tersaji untuk mengganjal perut-perut yang kelaparan. Sembari menikmati keripik-keripik nan lezat, para hadirin yang hadir (alumni dan anggota) memberikan nasihat, wejangan dan petuah kepada para pengurus baru. Dan diharapkan, nasihat-nasihat tersebut bisa dilaksanakan dan dikerjakan oleh pengurus baru kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan acara malam itu, diakhiri dengan berdoa bersama. Semoga doa-doa yang dipanjatkan bisa dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dan tak lupa juga diharapkan doa restu dan kerjasama antar anggota Teater SOPO untuk bisa memajukan Teater SOPO bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan pengurus Teater SOPO periode 2010/2011:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua            : Apsari Retno Wiratmi&lt;br /&gt;Wakil Ketua      : Wuri Febrianingrum Suyana&lt;br /&gt;Sekretaris       : Julia Nur Rohmah, Joani Twelvia Agustina&lt;br /&gt;Bendahara        : Retno Utami&lt;br /&gt;Sie Anggota      : Heriy Santoso&lt;br /&gt;Sie Humas        : Listyo Budi Santoso, Reza Kurnia Darmawan&lt;br /&gt;Sie Musik        : Arie Fadjar Nugroho&lt;br /&gt;Sie Latihan      : Tri Arini Purwoningrum&lt;br /&gt;Sie Rutang       : Abirama Setiadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbdQIrV8MI/AAAAAAAAAR8/FgtffsuOmt4/s1600/IMG_1024.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbdQIrV8MI/AAAAAAAAAR8/FgtffsuOmt4/s200/IMG_1024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527848861920784578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbdkfn2aHI/AAAAAAAAASE/ZeqMbCz6tlI/s1600/IMG_1034.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbdkfn2aHI/AAAAAAAAASE/ZeqMbCz6tlI/s200/IMG_1034.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527849211677534322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbd3NrGO4I/AAAAAAAAASM/kOyaWTwyQqY/s1600/IMG_1044.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbd3NrGO4I/AAAAAAAAASM/kOyaWTwyQqY/s200/IMG_1044.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527849533276830594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbeOnmvlRI/AAAAAAAAASU/dXQJw1kWbsY/s1600/IMG_1047.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbeOnmvlRI/AAAAAAAAASU/dXQJw1kWbsY/s200/IMG_1047.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527849935374882066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbe6DhugVI/AAAAAAAAASc/i0WYqLuJ1Jo/s1600/IMG_1073.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbe6DhugVI/AAAAAAAAASc/i0WYqLuJ1Jo/s200/IMG_1073.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527850681604407634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-5107545773594610556?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/5107545773594610556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=5107545773594610556&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5107545773594610556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5107545773594610556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2010/10/pelantikan-pengurus-baru-teater-sopo.html' title='Pelantikan Pengurus Baru Teater SOPO Periode 2010/2011'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/TLbdQIrV8MI/AAAAAAAAAR8/FgtffsuOmt4/s72-c/IMG_1024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2554110301606293750</id><published>2010-03-03T07:47:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T07:48:10.403-08:00</updated><title type='text'>jejaka malas tobat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;by : dony setiyawan SOPO 09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;hei..... apa kabar kamu?&lt;br /&gt;dasar seorang anak yang malas, yang berdiri di pojok ruangan,&lt;br /&gt;sambil menghirup asap yang di beli 800 perak di warung perempatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelontang-kelantung tak tau arah, dari pada itu kaislah sekerincing uang dengan segala halal,,&lt;br /&gt;entah itu berBuruh atau berWirausaha,, tapi doktrinlah di benak kalian dengan "go away haram"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hitunglah hari dan badget yang diperlukan, karena dengan perkiraan kita akan tahu kekurangan kebutuhan kita,,&lt;br /&gt;save your money..&lt;br /&gt;pikirkanlah masa depan&lt;br /&gt;masa kejayaan, dan masa penikmatan hasil,, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2554110301606293750?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2554110301606293750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2554110301606293750&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2554110301606293750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2554110301606293750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2010/03/jejaka-malas-tobat.html' title='jejaka malas tobat'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7741122879155923279</id><published>2010-03-03T07:28:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T07:29:31.278-08:00</updated><title type='text'>hah</title><content type='html'>Hah…….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyiknya jadi orang kaya, apa2 mudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau bilang apa terserah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hidup jadi terarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari kata susah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hidup tanpa amarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati jadi tidak gundah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hidup serba indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai bunga yang merebah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekasihnya sang lebah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hidup takkan berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah secantik rubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekayaan yang melimpah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dony setiyawan sopo 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7741122879155923279?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7741122879155923279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7741122879155923279&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7741122879155923279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7741122879155923279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2010/03/hah.html' title='hah'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-3631481085370776598</id><published>2009-11-02T23:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T20:54:39.033-08:00</updated><title type='text'>Proker Baru Lewat Samaru Tarik Regenerasi dan Satukan Semua</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-family:"Tahoma","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Calibri; 	mso-bidi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Surakarta, Kamis(29/10) mengadakan sebuah program kerja pementasan yang baru pertama kali dilakukan oleh Teater SOPO FISIP UNS. Pentas itu bernama “Pentas Samaru” (Sambut Mahasiswa Baru). Pentas perdana selama kepemimpinan Alief Pandu Wirawan ini merupakan strategi yang dipilih oleh para pengurus sebagai strategi pemasaran yang paling “ciamik” untuk tonggak regenerasi anggota Teater Sopo tercinta ini yakni Maru 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ide yang sudah tercetuk saat bulan puasa ini mengangkat sebuah naskah asli dari Anton Chekov yang sudah diadaptasi oleh Iwan Simatupang dan di garap oleh Noviana Rahmawati atau yang kerap di panggil dengan Nope’ (Sopo 06’), dengan judul "Wek-Wek".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses yang berjalan selama dua bulan ini merupakan proses pertama bagi anggota SOPO 2008 selama ke&lt;i style=""&gt;vacum&lt;/i&gt;an yang terjadi di laboratorium seni ini. Dalam proses ini sengaja yang dipilih menjadi koordinator sie adalah bibit-bibit baru (2008). Hal ini ditujukan agar sejak dini jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab ada di jiwa dan mental mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pementasan yang berdurasi sekitar 60 menit ini mengajak kolaborasi angkatan-angkatan lawas Teater SOPO sebagai penasihat dan bahkan terjun langsung dan tergabung dalam Crew. Kangmas Yudho "Garenk", Suryo Nugroho, Wachidin Satu, Adhe Mindarwan, Suyanto Kombor dan masih banyak lagi merupakan serentetan nama-nama yang berada di depan maupun belakang pentas Samaru 2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify;"&gt;Lingkaran yang terasa ciut ketika enggan berbagi akhirnya dapat mulai melebar dengan kekuatan baru ketika antar semua elemen dalam SOPO mulai membaur dengan kerja keras dan tanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Diharapkan dengan adanya proses yang menyatukan antara kakak dengan adik dan antara semua elemen dalam SOPO ini tidak hanya terjadi dalam Samaru 2009 ini. Dan Samaru 2009 ini menjadi awal dari pemenetasan yang kuat dan dapat menyalurkan eksprsi kita lewat berproses dalam seni, selain untuk menarik mINAT anggota baru 09'.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Amieeeeen, Viva SOPO......................&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-3631481085370776598?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/3631481085370776598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=3631481085370776598&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3631481085370776598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3631481085370776598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/11/proker-baru-lewat-samaru-tarik.html' title='Proker Baru Lewat Samaru Tarik Regenerasi dan Satukan Semua'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6570280485511042483</id><published>2009-06-22T21:17:00.001-07:00</published><updated>2009-07-13T03:08:53.438-07:00</updated><title type='text'>SOPO's Problem Solving</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bertempat di kompleks Candi Sukuh, pada tanggal 30-31 Mei 2009 Teater SOPO FISIP UNS mengadakan acara Sambung Rasa yang di dalamnya beragendakan obrolan membahas tuntas semua permasalahan yang ada di SOPO dilanjutkan dengan suksesi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB ini, dibuka dengan bacaan basmalah.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Agenda yang pertama dilakukan adalah membahas tentang masalah-masalah &lt;font style=""&gt; &lt;/font&gt;yang akhir-akhir ini muncul dalam tubuh Teater SOPO. &lt;font style=""&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan dialog yang  yang dikemas secara apik, menarik, dan sedikit nylekit acara dibuka oleh Dewan Presidium yang terdiri dari Adhe Mindarwan, ZozonT, Alief Ahong, dan Juphe'. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Masalah yang dibicarakan adalah masalah  pesimistis, masalah regenerasi Teater SOPO, kedudukan alumni, dan masalah akademis yang membatasi ruang gerak Teater SOPO.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari masalah-masalah yang ada akhirnya lahir sebuah Deklarasi Sukuh pada tanggal 31 Mei 2009 tepat pukul  9.00 WIB yang berisi :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1. Penanggulangan Pesimistis&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan menilai dan memilih sikap dengan pencapaian tolak ukur atas dasar tanggung jawab untuk kepentingan bersama&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2.  Penanggulangan Masalah Regenerasi Teater SOPO&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Regenerasi anggota Teater SOPO merupakan tanggung jawab bersama (pengurus, alumni, anggota)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3.  Kedudukan Alumni&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengurus, anggota, dan alumni merupakan kesatuan yang utuh dalam menjaga keberlangsungan hidup Teater SOPO dengan posisi dan tanggung jawab masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah lahirnya Deklarasi Sukuh dilanjutkan dengan acara pemilihan ketua baru masa bakti 2009-2010 atau yang biasa disebut suksesi. Dalam suksesi tersebut muncullah beberapa kandidat dan akhirnya yang menjadi kandidat terkuat adalah Alief Pandu Wirawan menjadi Ketua Teater SOPO masa bakti 2009-2010 dengan jumlah suara 10 dari 18 orang yang datang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6570280485511042483?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6570280485511042483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6570280485511042483&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6570280485511042483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6570280485511042483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/06/sopos-problem-solving_22.html' title='SOPO&apos;s Problem Solving'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-5548886286747039149</id><published>2009-05-11T22:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T20:22:50.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spekulasi'/><title type='text'>Teater SOPO  Adakan Sambung Rasa DI Graha UKM UNS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/ShN22teor1I/AAAAAAAAARk/U_UyJUUloy8/s1600-h/UNDANGAN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 408px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/ShN22teor1I/AAAAAAAAARk/U_UyJUUloy8/s320/UNDANGAN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337740665657274194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demi berjalanNya regenerasi kepengerusan, teater Sopo berencana mengadakan sambung rasa. Acara tersebut merupakan agenda tahunan untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan satu tahun periode yang di kepalai oleh Eko Novantoro kemarin. Dalam acara ini juga akan memilih siapa yang akan membawa perahu teater Sopo satu tahun kedepan.&lt;br /&gt;Untuk mendukung acara ini pengurus mengundang seluruh anggota dan alumni untuk memberikan masukan dan saran yang membangun demi keterjagaan nama besar teater SOPO. Untuk itu Pengurus Mohon semua anggota dan alumni untuk datang dalam acara tersebut. Yang menurut rencana akan di adakan pada hari senin tanggal 25 Mei 2009 di ruang Sidang Graha UKM UNS Lantai 3. Sesuai kesepakatan pengurus acara sambung rasa akan di mulai pada pukul 16.00wib.&lt;br /&gt;Sangat berarti sekali kehadiran semua Anggota teater Sopo dan alumni. Membentuk lingkaran besar, Semangat yang besar pula untuk membangun Sopo. Dari isu yang beredar muncul dua calon kuat yaitu Alief atau akrab dipanggil Ahonk dan Noviana racmawati atau "Nope'x". Bakalan sangat seru persaingan antar mereka karena sama-sama menempuh studi s1 dan mereka yakin masih punya waktu untuk membangun SOPO. Makanya Ayo datang. Sebelumnya terima kasih atas perhatiannya. Apabila ada perubahan akan kami konfirmasikan lebih lanjut. Terima kasih. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;NB : Ruang Sidang Gedung Graha UKM UNS. Sebelah Utara Stadion UNS dekat Student Center(SC). Bersebelahan dengan Markas BEM UNS(Porsima_red)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebatas Curhat oleh : ZontS &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-5548886286747039149?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/5548886286747039149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=5548886286747039149&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5548886286747039149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5548886286747039149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/05/rencana-teater-sopo-untuk-sambung-rasa.html' title='Teater SOPO  Adakan Sambung Rasa DI Graha UKM UNS'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/ShN22teor1I/AAAAAAAAARk/U_UyJUUloy8/s72-c/UNDANGAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-8586537087303884225</id><published>2009-04-04T10:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-04T12:32:30.183-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengendapan'/><title type='text'>Memaknai kata ‘Menang’</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(Semacam Catatan Akhir Festamasio IV)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Oleh: Destina Nur. R&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Obrolan evaluasi proses Festamasio IV yang diadakan beberapa waktu lalu membuka sebuah wacana panjang di otak saya mengenai sebuah arti kemenangan. Beberapa teman mengatakan, “Bukankah seharusnya kita menyamakan visi dan misi kita terlebih dahulu pada awal proses, apakah kita mengejar sebuah kemenangan ataukah tidak?”. Sebenarnya apakah arti kemenangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini. Akhir bulan Juli 2008 yang lalu, pada suatu siang, setelah makan siang di tempat Mami FISIP, Eko, Ketua Teater Sopo, tiba-tiba mendatangi saya membawa tawaran besar untuk menemani teman-teman dalam Festamasio IV. Mungkin karena pada saat itu dalam kepala saya berdesak-desakan sejumlah rencana besar tentang studi akhir saya, maka saya meminta waktu satu minggu untuk memikirkan tawarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lamanya saya memikirkan tawaran itu masak-masak. Menemani teman-teman dalam ajang festival saya kira tidak mudah. Butuh energi dan pikiran lebih untuk dapat melakukannya karena sudah beberapa waktu saya tidak mengikuti proses di Teater Sopo. Terlebih, saya sudah terlanjur bersumpah pada orang tua untuk tidak terlalu aktif dalam organisasi karena sudah saatnya menyelesaikan studi. Tiga hari kemudian saya mengiyakan tawaran itu dengan sejumlah konsekuensi pribadi yang harus saya tanggung. Walhasil, sumpah pada orang tua saya menjadi sebuah sumpah palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal ketika saya mengiyakan tawaran itu, entah kenapa, saya tidak memfokuskan diri pada sebuah kemenangan festival. Pemikiran saya lebih terfokus pada bagaimana proses ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Maka pada pertemuan pertama dengan tim inti Teater Sopo For Festamasio IV, tidak ada obrolan mengenai target kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Festamasio IV memang membutuhkan proses cukup panjang, Sepanjang waktu itu, sering kali terjadi pergesekan, kendala, atau kejutan-kejutan yang mewarnai proses ini. Dari sosialisasi keberadaan proses Teater Sopo For Festamasio IV, pencarian dana, hingga “tragedi H -3” sebelum keberangkatan. Namun lagi-lagi entah, mungkin karena warna-warni itulah yang menjadikan proses Festamasio IV ini, bagi saya, sangatlah kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama enam bulan perjalanan proses, seakan menjalankan sebuah program semester untuk Teater Sopo, karena proses Teater Sopo For Festamasio IV merupakan satu rangkaian kegiatan yang dilakukan semua anggota Teater Sopo, seperti latihan “Anak Angin”, perjuangan ngamen bareng di Boulevard, pengumpulan dan penjualan rongsok, pembuatan Video Profil “Bukan Sekadar Anak Angin”, hingga pencarian sponsor dan donatur. Tapi beruntunglah, karena hampir semua pihak sangat mendukung proses ini dari awal hingga akhir proses (saya bilang hampir).&lt;br /&gt;Memang terkadang cukup melelahkan, tapi lama kelamaan muncullah sebuah rasa sayang kalau tidak melakukan dengan sunguh-sungguh. Saat keberangkatan pun, meski ketika itu belum jelas dimana kita akan menginap di Jakarta dan apakah uang yang kita bawa cukup, menjadi saat yang mendebarkan. Seperti halnya menonton sebuah film action, ‘What next?!!’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya disana pun, terdapat kejutan-kejutan mencengangkan seperti kondisi kepanitiaan Festamasio IV, gegar budaya, sampai bertemu dan sharing dengan alumni yang ada di Jakarta. Kesemua kejutan itu memberikan semangat baru untuk terus maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit memang dari semua rangkaian proses Teater Sopo For Festamasio IV yang saya sampaikan disini, namun kenikmatan dalam sebuah proses itulah yang membuat saya berpikir bahwa kita sebenarnya menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi catatan dalam proses ini, meski kita tidak membawa sebuah penghargaan apapun dari Festamasio IV, namun proses ini tidaklah sebuah kesia-siaan. Mungkin ada penyesalan, mungkin ada kekecewaan, mungkin pula tidak ada perasaan apapun namun saya harap teman-teman dapat memaknai proses ini dengan sebaik-baiknya. Saya cukup menyadari, setiap orang yang terlibat dalam proses ini mempunyai target pribadi meskipun itu tidak diungkapkan secara gamblang. Namun saya harap semua itu menjadi sebuah pembelajaran bagi proses kita selanjutnya. Teater Sopo tidaklah usai sampai proses ini. Ketidakberhasilan kita untuk meraih penghargaan bukan sebuah kegagalan, karena yang tahu berhasil atau tidaknya sebuah proses ada pada kita yang melakukannya (ini kalimat kutipan dari sms alumni Teater Sopo). Ini hendaknya menjadi sebuah pijakan untuk dapat meloncat lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir, saya, selaku pimpinan produksi Teater Sopo For Festamasio IV mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu baik material maupun spiritual demi kelangsungan proses ini. Mohon maaf apabila dalam perjalanannya kami tidak dapat memenuhi harapan. Namun semoga proses ini menjadi pengalaman yang berharga untuk proses kita selanjutnya. Semangat!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb : Mohon maaf catatan ini baru saya sampaikan saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-8586537087303884225?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/8586537087303884225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=8586537087303884225&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/8586537087303884225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/8586537087303884225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/04/memaknai-kata-menang.html' title='Memaknai kata ‘Menang’'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6143428904685742066</id><published>2009-04-02T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T21:07:07.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Fatal</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SdWLEHKs8SI/AAAAAAAAARU/gKAEB5WGqbw/s1600-h/do-you-feel-hopeless-13552.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320311437567783202" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 225px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SdWLEHKs8SI/AAAAAAAAARU/gKAEB5WGqbw/s320/do-you-feel-hopeless-13552.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda pernah merasa jengkel, frustasi, ingin melempar dan meremukan sesuatu tetapi hopeless dan tak berdaya ? Tentu saja kita semua pernah merasakan hal tersebut, baik ketika dalam menghadapi situasi dan kondisi yang kompleks maupun yang sepele saja. Seperti saat menonton Kate Winslet memainkan karakter Anna Schmitz dalam film The Reader.&lt;br /&gt;Anna Schmitz merupakan wanita paruh baya yang mempunyai pekerjaan sebagai sipir penjara di masa Nazi berkuasa. Hitler jatuh, dan Anna Schmitz pun dibawa ke hadapan pengadilan untuk dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya. Tindakan yang menyebabkan nyawa banyak orang melayang. Tidak ada sangkalan yang keluar dari mulutnya. Yang keluar cuma argumen khas seorang bawahan. Seperti yang terjadi pada penelitian Hannah Arendt di pengadilan kelas teri Frankfurt. Sebagai sipir penjara ia haruslah patuh pada peraturan dan taat pada atasan. Jika bukan dia yang melakukan pekerjaan memuakan tersebut, orang lain lah yang akan melaksanakannya.&lt;br /&gt;Tetapi kemudian tuduhan berkembang. Anna Schmitz dituduh sebagai otak di belakang kejahatan – kejahatan yang terjadi di penjara tersebut. Ada banyak bukti berupa tulisan dan tanda tangan dia dalam perintah kejam tersebut. Bukti tersebut adalah palsu. Buatan sipir – sipir penjara lainnya untuk mengkambinghitamkan Anna Schmitz. Agar dia yang harus menanggung perbuatan yang tidak dilakukannya. Kali ini Anna Schmitz tidak bisa atau tepatnya tidak mampu untuk menyangkal dan berargumen terhadap tuduhan tersebut. Bukan karena dia yang merasa bertanggung jawab. Tetapi karena Anna Schmitz malu jika rahasia kecilnya terbongkar seandainya ia bicara jujur. Rahasia kecilnya adalah dia tidak bisa baca tulis alias buta huruf.&lt;br /&gt;Karena buta huruf tersebut Anna Schmitz dijatuhi hukuman seumur hidup. Cerita bergulir puluhan tahun kemudian. Lewat bantuan seorang kawan masa lampau, Anna Schmitz akhirnya mampu untuk membaca dan menulis. Kawan inilah yang dulu kerap membacakan karya – karya sastra untuk Anna Schmitz di waktu luang mereka. Anna Schmitz kemudian menulis surat agar sang kawan mau mengunjungi dirinya di penjara. Setelah bertemu, Anna Schmitz menyodorkan seluruh uang tabungannya yang jumlahnya tak seberapa. Agar sang kawan mau menyerahkan uang tersebut kepada ahli waris korbannya dulu sewaktu di penjara. Lalu Anna Schmitz mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di sel penjaranya yang sunyi.&lt;br /&gt;Saat menonton film tersebut, rasanya jengkel, frustasi, ingin melempar dan meremukan sesuatu tapi hopeless dan tak berdaya. Rasanya hampir sama saat menyaksikan fenomena bureauphatology di Pemkot Solo. Saat permohonan bantuan dana Teater SOPO didisposisikan ke meja Dinas Purbakala. Sekali lagi Dinas Purbakala. Duh Gusti Allah nyuwun pangapura. Mungkin bagi mereka, kelompok teater merupakan benda langka peninggalan masa lampau. Menilik fenomena ini, kita bisa melihat bahwa tubuh birokrasi di Pemkot Solo tengah terkena penyakit yang kronis. Semoga saja birokrasi kita dapat sehat kembali. Semoga saja para birokrat itu tidak fatalis lalu melakukan bunuh diri birokrasi. Kalau pun akhirnya mereka bunuh diri, semoga saja tidak mengajak orang lain dan menyebabkan jatuh korban lain. Seperti yang dilakukan oleh para pelaku bom bunuh diri. Semoga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;surakarta, 3 maret 09&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6143428904685742066?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6143428904685742066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6143428904685742066&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6143428904685742066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6143428904685742066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/04/fatal.html' title='Fatal'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SdWLEHKs8SI/AAAAAAAAARU/gKAEB5WGqbw/s72-c/do-you-feel-hopeless-13552.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2945523528287433977</id><published>2009-03-30T04:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T04:32:19.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Citra</title><content type='html'>&lt;em&gt;oleh : Hendro Prabpwo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;eberapa besar usaha kita dalam meraih kebebasan ? Seorang anak kecil yang bernama Jamal tengah terkurung di dalam sebuah kakus empang. Dia, seperti layaknya berjuta rakyat India, sangat mengidolakan Amitabh, legenda bintang film. Sialnya, sewaktu terkurung di kakus tersebut, Amitabh tengah membagikan tanda tangan di daerah itu. Jamal sangat menginginkan tanda tangan tersebut. Pilihan bagi dia adalah melewatkan kesempatan untuk bertemu sang idola atau terjun ke empang yang penuh dengan tinja.Salim memilih yang terakhir. Dia ceburi empang itu. Lalu dengan badan berlumuran tinja, ia menerobos kerumunan fans dan meminta tanda tangan sang idola. Sang idola pun lantas memberikan tanda tangan pada sebuah foto dirinya. Kisah ini ada di awal – awal adegan film Slumdog Millionaire.&lt;br /&gt;Film itu menuai puja dan puji dari para kritikus film di seluruh dunia. Tapi bagi Amitabh ( yang nyata ), film itu terlalu memaksakan. Gambarnya sarat dengan kekumuhan. Film itu terlalu mengeksploitasi kemiskinan yang terjadi di India. India, kemiskinan yang seringkali berkelindan dengan kekerasan religi dan pertikaian ideologi. Sekaligus tanah tempat spiritualitas berasal. Amitabh mungkin jengah dengan citra yang ditampilkan oleh film tersebut. Citra yang lain dari film – film keluaran Bollywood. Tapi Amitabh mungkin juga keliru dalam memandang suatu fenomena.&lt;br /&gt;Jaman ini adalah jaman ketika ideologi dikalahkan oleh realita, dan realita ditundukkan oleh pencitraan. Yang oleh Milan Kundera disebut imagologi, era pencitraan. Walaupun Slumdog Millionaire mengeksploitasi citra kemiskinan, ia hanyalah citra. Kenyataannya lebih buram. Dan idea – idea yang berkeliaran di Mother India tentu saja lebih rumit daripada yang dipaparkan oleh film itu. Toh, ending film tersebut telah mengembalikan pikiran kita ke daratan. Dia tidak dimaksudkan untuk mengusik kesadaran kita. Tapi untuk ditonton di Sabtu malam bersama sang kekasih sambil makan pop corn. Kemudian pulang lalu tidur nyenyak.&lt;br /&gt;“ Namaku Jamal. Ini kakakku Salim . “&lt;br /&gt;“ Namaku Latika . “&lt;br /&gt;“ Kau boleh tidur di sini . “&lt;br /&gt;“ Terima kasih Jamal . “&lt;br /&gt;Lalu cahaya – cahaya merenangi mata. Cahaya dari Panditji, Ali Jina, Gandhi, Bunda Theresa, Budha….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2945523528287433977?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2945523528287433977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2945523528287433977&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2945523528287433977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2945523528287433977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/03/citra.html' title='Citra'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-4230717155934111759</id><published>2009-02-16T02:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T02:32:54.063-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Teater Sopo Ngamen 4 Festamasio (Part 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZlAYaHxNsI/AAAAAAAAAQ0/ZfrUY6M1BbE/s1600-h/20090213-074719.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZlAYaHxNsI/AAAAAAAAAQ0/ZfrUY6M1BbE/s200/20090213-074719.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303340824278415042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Untuk ketiga kalinya, Teater Sopo menggelar ngamen bersama pada Kamis (12/2) lalu. Seperti dua acara serupa yang diadakan sebelumnya, ngamen kali ini juga digelar dalam rangka penggalangan dana terkait &lt;a href="http://teatersopo.blogspot.com/2008/12/teater-sopo-4-festamasio.html"&gt;keikutsertaan Teater Sopo dalam ajang Festamasio IV.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Namun berbeda dengan &lt;a href="http://teatersopo.blogspot.com/2009/01/ngamen-4-festamasio.html"&gt;ngamen terdahulu&lt;/a&gt; yang diadakan di Boulevard UNS, ngamen kali ini digelar di rumah Teater Sopo sendiri, yaitu FISIP UNS. Selama kurang lebih dua jam, puluhan anggota Sopo menghibur mahasiswa yang sedang menikmati makan siang di Kantin FISIP.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Selain menghibur para mahasiswa dengan lagu-lagu popular maupun ciptaan sendiri, awak Sopo juga membuka booth Anak Angin. Dalam booth ini dipamerkan sebagian kostum dan properti panggung pementasan Anak Angin yang nantinya akan dibawa ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tak berhenti sampai di situ, selesai acara ngamen digelar para awak Sopo bersama-sama menjual barang bekas yang dikumpulkan sejak beberapa bulan lalu ke tempat jual beli barang bekas. Sekedar informasi, ngamen dan menjual barang bekas adalah dua di antara beberapa metode penggalangan dana terkait keikutsertaan Teater Sopo dalam Festamasio IV. (sas)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-4230717155934111759?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/4230717155934111759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=4230717155934111759&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4230717155934111759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4230717155934111759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/02/teater-sopo-ngamen-4-festamasio-part-3.html' title='Teater Sopo Ngamen 4 Festamasio (Part 3)'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZlAYaHxNsI/AAAAAAAAAQ0/ZfrUY6M1BbE/s72-c/20090213-074719.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-681881603411736673</id><published>2009-02-16T02:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T02:51:46.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Anak Angin Singgahi Lemah Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZlFMhDGnSI/AAAAAAAAAQ8/qxkQOeG2F4c/s1600-h/katalog+deal12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 239px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZlFMhDGnSI/AAAAAAAAAQ8/qxkQOeG2F4c/s320/katalog+deal12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303346117537602850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mendung yang menggelayut menyembunyikan bulan bundar di langit &lt;a href="http://www.lemahputih.com/"&gt;Padepokan Lemah Putih&lt;/a&gt;,  Rabu (11/2) malam lalu. Namun hal itu tak mempengaruhi minat 60-an penonton yang menikmati pementasan Anak Angin di ajang &lt;a href="http://www.lemahputih.com/PLP/bhsp02-1.html"&gt;Lir-Ilir&lt;/a&gt;. Sebagai catatan, Lir-Ilir adalah agenda dwibulanan Padepokan Lemah Putih yang digelar bertepatan dengan malam bulan purnama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pertunjukan Anak Angin kali ini sebenarnya bukanlah pementasan utuh yang nantinya akan dipentaskan Teater Sopo di ajang &lt;a href="http://teatersopo.blogspot.com/2008/12/teater-sopo-4-festamasio.html"&gt;Festamasio IV Jakarta&lt;/a&gt;, 26 Februari – 6 Maret mendatang. Beberapa kendala yang dihadapi Teater Sopo terpaksa membuat Yonek d’Nugroho selaku sutradara melakukan proses editing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai pementasan digelar, diadakan sebuah diskusi kecil-kecilan. Diskusi ini dimoderatori salah seorang pekerja seni Solo yang sekaligus koordinator ajang Lir-Ilir, Sayekti Lawu. Sementara yang bertindak sebagai pembicara adalah Titus, seorang aktivis teater sekaligus dosen Seni Rupa ISI Surakarta. Seiring diskusi yang berjalan, mengalir berbagai macam kritik dan saran dari beberapa peserta diskusi terkait pementasan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, segala macam kritik, saran, dan masukan ini amat sangat dibutuhkan para awak Teater Sopo, agar nantinya bisa memberikan dan mencapai hasil maksimal dalam Festamasio IV mendatang. (sas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-681881603411736673?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/681881603411736673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=681881603411736673&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/681881603411736673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/681881603411736673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/02/anak-angin-singgahi-lemah-putih.html' title='Anak Angin Singgahi Lemah Putih'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZlFMhDGnSI/AAAAAAAAAQ8/qxkQOeG2F4c/s72-c/katalog+deal12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6707566489567485090</id><published>2009-02-13T07:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T07:49:58.136-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>Pentas Teater Bengkel Anak Bangsa</title><content type='html'>‘SUNAT’, POTRET IKLAS HATI YANG MAKIN PUDAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWV-9zGxeI/AAAAAAAAAQc/tUBdUtN12bc/s1600-h/adegan+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWV-9zGxeI/AAAAAAAAAQc/tUBdUtN12bc/s200/adegan+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302309045271971298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Wanita Bancar Purbalingga Minggu malam (25/1) tampak “hidup”. Sekitar 150-an orang penggemar teater menikmati suguhan pentas teater berjudul SUNAT sajian Bengkel Anak Bangsa Purbalingga. Pentas tersebut merupakan wujud kerinduan para pekerja seni teater Purbalingga untuk mengekspresikan diri kepada publik. Sebelum pentas, Bagus Arifin ikut memeriahkan acara dengan membacakan puisi bertajuk “Indonesia”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWVpGVcsBI/AAAAAAAAAQU/VfrA_BxJ4N0/s1600-h/aris+sarjono.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 264px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWVpGVcsBI/AAAAAAAAAQU/VfrA_BxJ4N0/s320/aris+sarjono.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302308669606375442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakon SUNAT karya Taat Wihargo yang dialih-bahasakan, diadaptasi dan disutradarai Aris Sarjono adalah drama komedi realis yang memotret dilematika budaya “nyumbang/kondangan”di masyarakat. Semestinya acara hajatan sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan dan berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar, tapi pada masa sekarang ini acara tersebut “dimaknai” sebagai sebuah acara untuk mencari untung.  Disadari atau tidak, nilai keiklasan hati pun mulai pudar dan bergeser pada kepentingan uang.&lt;br /&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWWTzbmetI/AAAAAAAAAQk/bGCRaL9cWtk/s1600-h/adegan+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWWTzbmetI/AAAAAAAAAQk/bGCRaL9cWtk/s200/adegan+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302309403266284242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pentas teater yang mengambil setting kehidupan masyarakat desa yang agraris itu, dibuka dengan perbincangan antara Bapak (Kusdaryoko) dan Ibu (Reynelda Vera) perihal anaknya yang semata wayang. Perbincangan itu berujung pada perdebatan sengit ketika sang Bapak mengetahui kalau anaknya ingin cepat-cepat disunat dan malah ingin ikut sunatan massal secara gratisan. Dalam hal ini sang Ibu hanya kebingungan karena terus memikirkan keinginan anaknya itu, sedangkan sang Bapak ingin menggunakan momen sunatan anaknya dengan menggelar hajatan besar untuk mengembalikan semua sumbangan yang telah tersebar kemana-mana.&lt;br /&gt;“Lha wong anak kita cuma satu thok-thil, masak ya tega sunatan cuma diem-dieman. Gengsi Bu, ya harus pakai slametan yang agak besar. Harus pakai undangan untuk mengumpulkan semua warga. Kalau perlu nanggap apalah, ketoprak, wayang kulit atau thek-thek, misalnya. Dan begini Bu, ini adalah kesempatan kita untuk mengembalikan sumbangan-sumbangan yang sudah kita keluarkan untuk kondangan sana, kondangan sini. Ya, kan?! Kesempatannya kapan lagi kalau kita tidak pernah punya hajatan..” ujar Bapak.&lt;br /&gt;Dan hal itu disanggah oleh Ibu, “O.. jadi saat Bapak kondangan, saat ngasih amplop itu tidak iklas? Masih nunggu kembali, nggolet balen..” &lt;br /&gt;Konflik bertambah panas saat  kedatangan si Anak (Subekti) yang dengan begitu polos dan riang gembira mengabarkan kepada Ibu bahwa dia sudah sunat, ikut sunatan massal. Hal itu kontan menyulut amarah Bapak yang sangat menginginkan punya hajatan dan sudah memiliki tabungan berupa kambing. Tetapi Ibu dengan sekuat tenaga berusaha meredakan dan menyadarkan Bapak tentang sikapnya yang keliru. &lt;br /&gt;Dalam pentas tersebut musik digarap rancak menggunakan gamelan jawa dan perkusi oleh Agustinus dan Trisnanto Budidoyo. Sedangkan tata lampu ditangani oleh Koko L Akade. &lt;br /&gt;Pentas dihadiri beberapa pekerja seni  dari Purbalingga, Purwokerto, Solo dan Purworejo, sedangkan dari unsur pemerintah tampak hadir Wakil Bupati Purbalingga Drs. H. Heru Sudjatmoko, MSi  dan Sri Pamekas dari Disbudparpora Purbalingga.&lt;br /&gt;Pada diskusi dan dialog seusai pentas dengan moderator Agustinus justru mengemuka tentang bagaimana eksistensi Dewan Kesenian Daerah Purbalingga pada pementasan perdana Bengkel Anak Bangsa yang dilontarkan oleh Bowo Leksono. Pertanyaaan itu dijawab dengan lugas oleh pekerja seni Bengkel Anak Bangsa bahwa ada atau tidak ada Dewan Kesenian Daerah, kita tetap berkarya. &lt;br /&gt;Pada acara tersebut Wakil Bupati Purbalingga memberi arahan agar para pekerja seni untuk bisa lebih berhubungan dengan lembaga dalam SOT baru yaitu Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga yang pada malam itu diwakilii oleh Sri Pamekas. ”Silahkan berhubungan Disbudpora dan manfaatkan instansi tersebut, kami berharap pentas seperti ini bisa berlanjut terus.” ujar Wakil Bupati.&lt;br /&gt; “Kita akan membantu setiap kegiatan yang berhubungan dengan seni dan budaya, terutama pada anak muda agar kegiatan seni bisa hidup di Purbalingga!” tandas Sri Pamekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWWi796VbI/AAAAAAAAAQs/njz6G79td6s/s1600-h/adegan+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWWi796VbI/AAAAAAAAAQs/njz6G79td6s/s320/adegan+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302309663255713202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Agustinus)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6707566489567485090?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6707566489567485090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6707566489567485090&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6707566489567485090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6707566489567485090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/02/pentas-teater-bengkel-anak-bangsa.html' title='Pentas Teater Bengkel Anak Bangsa'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SZWV-9zGxeI/AAAAAAAAAQc/tUBdUtN12bc/s72-c/adegan+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6827116374233172005</id><published>2009-02-04T02:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T03:10:36.409-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pagupon Palupi'/><title type='text'>jalan Menuju Forum Silaturahmi Teater Sopo di Jakarta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SYl1e0PLCRI/AAAAAAAAAQM/ndU8cfDz2sY/s1600-h/Copy+of+DSC00490.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SYl1e0PLCRI/AAAAAAAAAQM/ndU8cfDz2sY/s320/Copy+of+DSC00490.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298895608856906002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman alumni Teater Sopo yang berdomisili di Jakarta telah mengadakan acara silaturahmi yang mengambil tempat di Kebun Binatang Ragunan Jakarta tanggal 25 januari 2009 kemarin. Agenda yang dibahas di acara tersebut antara lain adalah membuka kemungkinan membuat &lt;strong&gt;forum silaturahmi anggota SOPO di jakarta&lt;/strong&gt;. Agenda pertemuan berikutnya tanggal 22 Februari 2009 di rumah Wahyu hadi (Tholo). Semoga pertemuan besok membawa kabar baik dan semakin membuat ikatan persaudaraan di teater Sopo menjadi lebih erat. Meskipun masing-masing telah di pisahkan oleh jarak yang jauh namun semangat kita tetap sama pada proses yang tidak akan berhenti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6827116374233172005?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6827116374233172005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6827116374233172005&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6827116374233172005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6827116374233172005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/02/teman-teman-alumni-teater-sopo-yang.html' title='jalan Menuju Forum Silaturahmi Teater Sopo di Jakarta'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SYl1e0PLCRI/AAAAAAAAAQM/ndU8cfDz2sY/s72-c/Copy+of+DSC00490.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-9134758033774431242</id><published>2009-02-03T04:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T04:10:03.739-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Cemooh</title><content type='html'>oleh Hendro Prabowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa korelasi secara gathuk entuk antara Nietzsche, Einstein, daun Sembukan dan fenomena Kangen Band ? Jawabnya adalah musik. Seperti yang kita ketahui, bagi Nietzsche, tanpa musik hidup adalah suatu kekeliruan. Anehnya, bagi Einstein, semesta ini adalah musik. Partikel yang ada di semesta ini tidak bergerak dalam pola lingkaran atau statis ketika mereka berputar. Tapi bergerak seperti dawai gitar yang sedang dipetik. Orkestra terbesar adalah semesta.&lt;br /&gt;Jangankan hidup dengan benar, seandainya semesta ini tidak bermusik maka tidak ada yang namanya kehidupan. Berlebihan ? Mungkin. Lalu apa hubungannya dengan daun Sembukan dan fenomena Kangen Band ? Daun Sembukan merupakan partikel – partikel yang secara dahsyat, luar biasa dan sophisticated berkumpul membentuk suatu tumbuhan yang baunya sangat busuk. Daun Sembukan sering dijadikan bahan lelucon untuk segala macam bau yang dikeluarkan oleh manusia. Secara asas kepatutan dan kenyamanan, kita patut dan terasa nyaman mencemooh daun Sembukan. Tapi ada juga yang suka mengkonsumsinya sebagai lalapan.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Kangen Band and their ganks. Kita patut dan terasa nyaman untuk mencemooh cara bermusik mereka. Partikel – partikel yang bernama lirik, tehnik bermain, performa panggung, vokal, distorsi, gelombang frekuensi dan energi yang dihasilkan dan dikumpulkan oleh Kangen Band sangatlah busuk. Kita juga sering mendengar olok – olok yang rujukannya dari Kangen Band. Tapi ada juga, banyak malah, yang mengidolakan mereka.&lt;br /&gt;Bagi kita yang berada di dunia teater dan sering bergumul dengan yang namanya “ proses “ tentu bisa untuk memahami proses penciptaan. Sebagai manusia, tidak ada yang sempurna dalam tahap awal penciptaan. Seiring dengan berjalannya waktu, hasil seni tersebut akan membaik dan bagus. Salah dua dari identitas teater epik - nya Bertold Brecht adalah ruang diskusi dan laboraturium. Jika saja ada cemoohan yang datang menghampiri, anggap saja itu angin perhatian. Lebih baik diperhatikan dengan cemoohan daripada diacuhkan sampai mati. Mbak I’enk pernah bilang, teruslah bernyanyi walau suaramu fals asal tetap terus ada apa yang namanya proses penciptaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-9134758033774431242?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/9134758033774431242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=9134758033774431242&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/9134758033774431242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/9134758033774431242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/02/cemooh.html' title='Cemooh'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-4810930575478850811</id><published>2009-01-14T22:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T23:01:55.424-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Ngamen 4 Festamasio</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SW7fRyqNtrI/AAAAAAAAAPA/VYffmopojSA/s1600-h/Foto00221.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SW7fRyqNtrI/AAAAAAAAAPA/VYffmopojSA/s200/Foto00221.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291412108956513970" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam rangka penggalangan dana terkait &lt;a href="http://teatersopo.blogspot.com/2008/12/teater-sopo-4-festamasio.html"&gt;keikutsertaan dalam Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) IV di Jakarta&lt;/a&gt;, Teater Sopo melakukan acara ngamen bersama pada Rabu (14/1). Selama kurang lebih dua jam, sekitar 15 anggota Teater Sopo tak berhenti menyanyikan lagu dengan iringan musik guna menghibur para pejalan dan pengendara yang melintasi Boulevard Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dan untuk sebuah awal, ternyata hasilnya lumayan memuaskan. Untuk selanjutnya, acara serupa juga akan digelar di kawasan Stadion Manahan pada Minggu (18/1) mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ngamen sendiri sebenarnya adalah salah satu metode Teater Sopo dalam melakukan penggalangan dana. Sementara metode lainnya adalah dengan cara menjual pin, mengumpulkan serta menjual barang-barang bekas, dan; tentu saja; mencari dukungan dari pihak sponsor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-4810930575478850811?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/4810930575478850811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=4810930575478850811&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4810930575478850811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4810930575478850811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/01/ngamen-4-festamasio.html' title='Ngamen 4 Festamasio'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SW7fRyqNtrI/AAAAAAAAAPA/VYffmopojSA/s72-c/Foto00221.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2074748077082614468</id><published>2009-01-07T20:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T20:07:20.301-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sajak - Sajak Rudyaso Febriadhi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Aku Menyingkap Tabir Di Tepi Malam&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah sajadah kupandang tajam dan kubiarkan gelisahku tergeletak di sana, lipatan tirai malam mengganggu ruang pandangku untukku istirah merebah raga&lt;br /&gt;Aku yang tersudut dalam letih urat-uratku mencoba bergerak menyongsong lipatan tirai malam yang tak berhenti menerpa seiring angin malam berhembus halus wajah lelahku&lt;br /&gt;Aku berdiri lalu teduduk lagi&lt;br /&gt;Aku duduk lalu terdiam lagi&lt;br /&gt;Sejenak lalu kataku terbisik bergumam, Tuhanku…..Aku masih bernafas dengan lelah sekarang&lt;br /&gt;Sukmaku solah melangkah keluar melewati pintu dan jendela rumah batinku&lt;br /&gt;Angin malam tak terkira menyambut dan bergemuruh seperti senang mendapat tujuan terpa yang nyata adanya&lt;br /&gt;Tuhanku…..Nafasku bergelisah dan bergerak tak tenang lagi&lt;br /&gt;Lipatan tirai malam terhembus angin malam dan bergerak perlahan…&lt;br /&gt;Aku ikuti….&lt;br /&gt;Aku pandangi tiap jengkalnya&lt;br /&gt;Aku terka reka setiap maknanya&lt;br /&gt;Tuhan….Allahku….Ya Rabb Yang Maha Membuat segala keresahan&lt;br /&gt;Apakah arti dari setiap rapuh helaan nafasku ini ?&lt;br /&gt;Tanyaku belum terjawab…&lt;br /&gt;Dan Kau berikan kembali pertanyaan-pertanyaan yang baru dalam lembaran gelisahku yang makin berlembar-lembar&lt;br /&gt;Ya Allah Sang Maha Penuntunku…..&lt;br /&gt;Duri gelisah yang merapuh ini memenuhi setiap kelenjar ruang pandangku…&lt;br /&gt;Beritahukan padaku apa yang harus kuperbuat sekarang&lt;br /&gt;Aku ingin berlari…..tapi belenggu bayang silam menyelinap dan menjerat sepasang kakiku yang letih ini…&lt;br /&gt;Allahku….&lt;br /&gt;Aku rapuh dan sangat mungil dalam kolong langitMu&lt;br /&gt;Tapi dadaku sesak dalam ruang langit jiwa yang menggemuruh &lt;br /&gt;Seolah besar sekali langit jiwaku&lt;br /&gt;Penciptaku…&lt;br /&gt;Aku berkawan tapi sendiri&lt;br /&gt;Aku sepi tapi dadaku bergemuruh tak terperi&lt;br /&gt;Apa lagi yang akan kudapati….&lt;br /&gt;Aku tak tahu….&lt;br /&gt;Aku terduduk dan seperti letih untuk berlari&lt;br /&gt;Aku tak tahu apa Aku masih bisa berlari lagi&lt;br /&gt;Berlari lagi sejauh masa kanak yang terputus dulu &lt;br /&gt;Ya Maha Pengasuhku….&lt;br /&gt;Aku serasa lusuh, kusut, carut marut dalam dahaga kejayaan&lt;br /&gt;Tuhan…&lt;br /&gt;Aku tahu Kau disana,disini, sama saja….&lt;br /&gt;Biar kulipat dahulu sajadah ini&lt;br /&gt;Kuletakkan resahku disana&lt;br /&gt;Dan tergeletaklah Aku di atas bayang bening embun pagi&lt;br /&gt;Biarlah basah jiwaku, dan Aku akan mencoba Ya Tuhan&lt;br /&gt;Mencoba gerakkan urat dan kelenjar tubuhku bekerja&lt;br /&gt;Biarkan kan kubaca bahasa yang Kau siratkan padaku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perjanjianku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu benar…..&lt;br /&gt;Jika harus kutemukan dirimu saat ini bukan untuk mengutuk nasib…&lt;br /&gt;Namun, menemukanmu dalam helaan nafas adalah titik dimana Aku harus bergerak meretas asa &lt;br /&gt;Biarlah menari seluruh jiwaku dalam ruang hampa&lt;br /&gt;Jangan kau berhenti sampaikan sapa dalam igauan ruang batin&lt;br /&gt;Karena rasa terpendam laksana simpan selubung hasrat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembang-kembang kertas….&lt;br /&gt;Kaitkan dirimu dalam sukmaku&lt;br /&gt;Lingkarkan kuat tegarmu&lt;br /&gt;Tabahkan layang pandangmu&lt;br /&gt;Kutemui dirimu dalam nirwana abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sajak Pengiringan Dawam Supardan dalam ucapan kata : Lawan!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja menyelubung bumi sepanjang dusun di tepi Hutan Sukun….&lt;br /&gt;Gelap menyelimut resah&lt;br /&gt;Bulan menyeringai gelisah&lt;br /&gt;Hanya sebentuk sabit yang tersungging di sebalik mega&lt;br /&gt;Dawam Supardan tersudut memojok di dinding kayu&lt;br /&gt;Matanya memerah&lt;br /&gt;Menggelembung membuncah tertahan gejolak bertabur amarah…&lt;br /&gt;Tanah kubur Sang Ayah masih basah&lt;br /&gt;Semalam telah tertanam sebatang jenazah&lt;br /&gt;teriring leleran air mata, keringat bernanah, dan tentu saja….darah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Hatiku bagai pilu tersayat ribuan sembilu &lt;br /&gt;memeluk dendam, berantaikan kegilaan, terbelenggu hawa nafsu……bunuh…”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dawam terpendam dalam lamun tak bertuan&lt;br /&gt;Bulan sabit merah menyeringaikan senyum persetujuan….&lt;br /&gt;Perlahan namun pasti&lt;br /&gt;detak jantung yang semula lemah, bergerak berat berpacu dengan aliran darah &lt;br /&gt;mengetuk-ngetuk…..&lt;br /&gt;beratus ketuk&lt;br /&gt;beribu ketuk&lt;br /&gt;menelaah rasa yang makin berlaksa-laksa….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“ Ibu….&lt;br /&gt;Apa yang harus kuimpikan bila mataku terpejam ? “&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang Ibu menggeleng tiada makna…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dawam Supardan yang lahir dengan mainan sabit, berteman cangkul, berkawan kapak….&lt;br /&gt;tiada kuasa berkendali di bawah takdir&lt;br /&gt;jari jemari bergerak berkalung resah….&lt;br /&gt;menggenggam sekepal mengusung makna kesumat sebesar gunung&lt;br /&gt;matanya makin memerah….&lt;br /&gt;Teringat Ayah kemarin lusa&lt;br /&gt;Dijemput paksa orang-orang berbaju hitam, bersepatu lars, memanggul senapan dan menenteng kelewang&lt;br /&gt;Dua malam sebelum bulan sabit datang&lt;br /&gt;berteriak-teriak seperti serigala kelaparan&lt;br /&gt;menendang pagar bambu, mendobrak pintu reot…..&lt;br /&gt;dan…..&lt;br /&gt;Sang Tuan Rumah tak punya ruang untuk menyusun bahasa&lt;br /&gt;pasrah dibawa entah kemana&lt;br /&gt;sebelum akhirnya……aliran air hidupnya terpenggal….&lt;br /&gt;Belum membusuk tapi bernanah&lt;br /&gt;Belum teradili, tapi kepala dengan mata membelalak dan lidah yang terjulur&lt;br /&gt;tak jauh dari situ di balik rimbun semak…..&lt;br /&gt;tubuh…..&lt;br /&gt;hanya tubuh dengan baju koyak moyak, dan cocok sekali dengan kepala yang bermata membelalak dan lidah terjulur tadi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak ada hela nafas untuk tangis&lt;br /&gt;Tak ada sisa luka untuk simpan sedih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang Ibu mengangkat kepala &lt;br /&gt;Ia memandang Sang Anak dengan makna yang terkucil….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dawam Supardan meraut asa….&lt;br /&gt;Bangkit berdiri dengan pinggang berhias arit   &lt;br /&gt;Berkilat berbayang malam bulan sabit….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“ Elingana….Yen ing kala rina sira babat nyawa…&lt;br /&gt;nanging yen ing wengi iki sira kebabat isun kang ora wedi pati “&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dawam Supardan memanggul kapak, tergenggam erat laksana beban tak tertangguhkan &lt;br /&gt;Dawam berlari….beringas….ganas….&lt;br /&gt;Dari jauh pasukan baju hitam bersepatu lars masih berteriak-teriak lapar dan dahaga akan nyawa….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jarak limapuluh tombak menjadi sepuluh tombak&lt;br /&gt;sepuluh tombak menjadi satu depa&lt;br /&gt;kapak terayun-ayun membabi buta&lt;br /&gt;dua kepala remuk tersungkur&lt;br /&gt;satu pundak sempal&lt;br /&gt;tiga lelaki menjerit dengan usus terburai&lt;br /&gt;kapak terpental&lt;br /&gt;arit tercabut menerjang&lt;br /&gt;satu regu pasukan tinggal seperempat saja&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hingga sesaat…..&lt;br /&gt;Suara jerit memekik tertahan&lt;br /&gt;mata masih memerah…&lt;br /&gt;tiga pelor menembus paru-paru dan lemahlah Ia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bulan sabit tampak pucat bersembunyi di balik mendung hitam….&lt;br /&gt;Angin mendesir kencang…..&lt;br /&gt;Tes…tes…tes….&lt;br /&gt;Langit bertumpah air mata….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dawam Supardan menggaungkan suara tanpa batas dalam kolong langit Tuhan..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di dusun di tepi Alas Sukun…..&lt;br /&gt;tanah basah air mata dan darah……..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2074748077082614468?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2074748077082614468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2074748077082614468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2074748077082614468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2074748077082614468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2009/01/sajak-sajak-rudyaso-febriadhi.html' title='Sajak - Sajak Rudyaso Febriadhi'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-3231202905062842209</id><published>2008-12-30T04:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T09:47:49.868-08:00</updated><title type='text'>Teater Sopo 4 Festamasio</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SWD2JCPM51I/AAAAAAAAAOw/MqSXTJoFyxI/s1600-h/festamasio2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 94px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SWD2JCPM51I/AAAAAAAAAOw/MqSXTJoFyxI/s200/festamasio2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287496597612848978" /&gt;&lt;/a&gt;Tujuh belas tahun bukanlah sebuah rentang yang singkat. Memasuki usia ini adalah sama artinya dengan menemu sebuah fase pendewasaan. Di mana subyek yang bersangkutan diharapkan akan lebih bijaksana dalam menyikapi detak-detak alur kehidupan. Pun demikian juga halnya dengan Teater Sopo. Seiring perjalanan waktu, Teater Sopo telah menggoreskan banyak jejak dan tak pernah berhenti mencoba hal-hal baru dalam alur kehidupannya. Dan bersamaan dengan proses kehidupan yang menuntut pembuktian eksistensi diri, Teater Sopo terus berusaha berjuang untuk selalu mencipta dan menggoreskan kata 'ada'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) adalah  kegiatan temu karya dan silaturahmi kelompok teater kampus seluruh Indonesia, yang digelar sebagai wujud eksistensi dan kontribusi teater kampus dalam perkembangan seni teater di Indonesia. Kegiatan yang diadakan setiap dua tahun sekali ini pertama kalinya diselenggarakan pada 2001 di Samarinda, Kalimantan Timur. Kemudian selanjutnya, Festamasio II diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Sementara Festamasio III digelar pada tahun 2005 di Yogyakarta. Dalam gelaran yang difasilitasi oleh Teater Gadjah Mada UGM tersebut, Teater Sopo berhasil meraih penghargaan MANAGEMEN PRODUKSI TERBAIK. Hal ini menjadi semacam lecutan dan alarm pengingat bagi Teater Sopo, untuk selalu meningkatkan kualitas dalam karya-karya selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kali ini, setelah melalui tahap seleksi dari 42 calon peserta Festamasio IV, Teater Sopo berhasil lolos tahap kuratorial yang terdiri dari kurasi video dokumentasi dan naskah pementasan. Hal tersebut berarti Teater Sopo berhak mengikuti serangkaian kegiatan Festamasio IV di Jakarta pada tanggal 27 Februari - 6 Maret 2009 mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah yang akan diangkat dalam festival tersebut adalah Anak Angin. Naskah ini sendiri adalah sebuah karya dari anggota Teater Sopo, Hendro Prabowo. Sebelumnya naskah ini pernah dipentaskan dalam rangka Pentas Produksi XV Teater SOPO dengan judul Anak Angin Sang Duta di Teater Arena TBJT Surakarta (5 September 2007), Sragen (7 September 2007), dan Salatiga (9 September 2007). Sementara naskah Anak Angin yang rencananya dipentaskan di ajang Festamasio IV mendatang, sebelumnya telah dipentaskan di Teater Arena TBJT pada 25 November 2007 dalam gelaran Panggung Seni Seribu Bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Anak Angin? Mungkin pertanyaan ini yang akan singgah di dalam benak. Pada hakekatnya pemilihan naskah pementasan ini bukanlah sebuah tindakan asal-asalan. Anak Angin merupakan adaptasi penafsiran dari kisah pewayangan Ramayana, Anoman Duta. Alur, nama tokoh, serta setting lokasi dalam cerita ini hampir sama dengan kisah yang terceritakan dalam Anoman Duta. Hanya saja dalam penafsirannya, Anak Angin menganut konteks kekinian. Di mana isu lingkungan hidup dan tema humanisme dimasukkan sebagai tema sentral cerita. Hal ini sejalan dengan perkembangan jaman saat ini, yang menuntut pentingnya pemberdayaan sifat-sifat kemanusiaan dan tanggungjawab kita sebagai manusia. Hal inilah yang menjadi kunci penggarapan Anak Angin dalam Festamasio IV mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Anak Angin kali ini disutradarai oleh Yonek d'Nugroho, yang sebelumnya juga menyutradarai pementasan Anak Angin Sang Duta. Sementara para aktor yang terlibat di dalamnya adalah Rudyaso Febriadhi (Anoman), Wahyono (Saksadewa), Putra Lawu Perdana (Indrajit), Noviana Rahmawati (Emban Limbuk), Alief Pandu Wirawan (Rama Wijaya), Yohana Wahyu Purbasari (Trijata), dan Wury Febrianingrum Suyono (Dewi Sinta). Sedangkan di belakang panggung ada Destina Nur Rakhimawati yang bertindak sebagai Pimpinan Produksi, Anggo Anurogo (Stage Manager), Noer Apriyana (Penata Rias &amp; Kostum), R. Agustinus Rudy Indra Gunawan (Penata Musik), Sangaji Surahmat (Penata Set &amp; Property), Reny Kistiyanti (Penata Lampu), Listyo Budi Santoso (Penata Adegan Laga), dan Sari Wuryani (Divisi Umum)*. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Donasi untuk Teater Sopo 4 Festamasio bisa dikirim melalui:&lt;br /&gt;Rekening BCA No. 0094741293 (KCU SEMARANG)&lt;br /&gt;a/n. SETYO ANDI SAPUTRO&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut hubungi Andik di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kiri_society@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-3231202905062842209?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/3231202905062842209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=3231202905062842209&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3231202905062842209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3231202905062842209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/12/teater-sopo-4-festamasio.html' title='Teater Sopo 4 Festamasio'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SWD2JCPM51I/AAAAAAAAAOw/MqSXTJoFyxI/s72-c/festamasio2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-4272245343051139997</id><published>2008-12-30T04:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T04:10:48.699-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>MOHIK</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;M&lt;/span&gt;ohik is son of Gudhel, anaknya Gudhel. Pipinya tembem dan bibirnya suka ngowoh. Rambutnya njegrak tidak karuan, dari situlah dia mendapat julukan Mohik. Pada awalnya Mohik adalah bocah yang clingus. Tapi selepas slup – slupan rumah Manang, perkembangan Mohik sedikit berbeda. Dia bukan bocah clingus lagi. Pemberani dan penjelajah. Setiap sudut rumah dan perkarangannya yang baru sudah habis ia jelajahi dengan tiada bosan (tapi tetap dengan bibir yang ngowoh). Setiap bertemu dengan kawan – kawan orang tuanya, dia tidak pemalu lagi. Langsung nemplok dengan menggemaskan. Rupanya ia mulai mengenal emosi – emosi yang baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang penjelajah, Mohik mempunyai sekondan. Anak tetangga yang seumuran dengan Mohik. Kemana – mana selalu berdua, bermain pun berdua. Siang itu pun dia sedang terlihat bermain dengan kameradnya di teras rumah. Sedangkan ayah ibunya sibuk meladeni dan becengkerama dengan para tamu. Seperti layaknya para penjual jaman dulu. Sesekali para orang tua melirik ke teras untuk mengawasi. Tiba – tiba kami dikejutkan dengan suara perkelahian di teras rumah. Rupanya Mohik tengah berkelahi dengan kameradnya. Mengejutkan memang, anak sak precil itu sudah bisa berkelahi. Rupanya mereka mulai mengenal emosi – emosi yang baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segera saja Ibunya Mohik ingin melerai kedua anak itu. Tapi dicegah oleh Gudhel. “ Nanti nak berhenti sendiri “, begitu ujar Gudhel. Tentu saja perkelahian itu berhenti sendiri. Si anak tetangga a.k.a si sekondan a.k.a sang kamerad lari ke rumahnya sambil menangis. Mohik sendiri langsung nemplok Ibunya dengan mewek. Si Ibu langsung menenangkan Mohik. Para tamu cuma tersenyum. Bapaknya cuma nyengir. Agak khawatir juga melihat peristiwa itu dan menilik reputasi Gudhel dalam menjalankan Teater SOPO dulu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada anak buah yang sedang menghadapi permasalahan organisasi, Gudhel selalu memberi solusi yang menyesatkan. Setelah si anak buah berhasil keluar dari permasalahan, oleh Gudhel ia beri permasalahan baru dan solusi baru yang menyesatkan pula. Hingga anak buahnya bosan minta petunjuk pada dirinya. Jangan – jangan metode ini yang ia terapkan pada anaknya, si Mohik. Tapi tidak rupanya, Gudhel mrenahke mana yang salah dan benar pada Mohik. Kalau salah harus sadar akan kesalahan dan bertanggung jawab. Kalau benar harus dilabuhi sampai saat terakhir. Let them taste the sweet of blood shall they know the bitter of pain.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-4272245343051139997?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/4272245343051139997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=4272245343051139997&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4272245343051139997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4272245343051139997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/12/mohik.html' title='MOHIK'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-865336985571211321</id><published>2008-12-30T04:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T04:08:57.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>ABSURD</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Gudhel saat ini sedang membangun sebuah warung makan kecil di perkarangan depan rumahnya yang baru di Manang. Agar suasana pedesaan di daerah sekitarnya menjadi lebih &lt;em&gt;regeng&lt;/em&gt;, lebih ramai, begitu katanya saat ditanyai tentang alasan. Pembangunan warung sudah hampir selesai ketika kami berbincang sambil menikmati sore. Sore yang indah tentu saja. Bau persawahan yang khas. Suara cenggeret. Lanskap persawahan yang membentang luas. Ufuk barat seperti sedang dibakar merahnya matahari. Awan – awan kelabu seperti asap besar yang membumbung. Pecikan apinya membuat langit tertoreh oleh warna lembayung. Sedikit kebahagian di senja hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi perasaan bahagia ini menjadi canggung ketika tema perbincangan kami adalah tentang para petani padi. Pola tanam yang salah kaprah. Harga yang terpaut jauh antara gabah dan beras. Kebijakan yang salah. Sistem pengijon. Bantuan mesin penggiling yang tak pernah sampai ke tangan petani tapi malah dimiliki oleh para pengijon. Bureaupathology yang akut. Pungli di jalanan. Sistem kios beras di pasar tradisional. Belum lagi tentang masalah antri. Petani padi adalah manusia antri. Membajak sawah dia antri. Antri benih. Antri pengairan. Antri pupuk. Antri segala macam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inikah perasaan absurd itu ? Bagi Albert Camus kebahagiaan dan absurditas adalah dua putra dari satu bumi. Keduanya tidak terpisahkan. Salah bila dikatakan bahwa kebahagiaan lahir dari penemuan absurd. Bisa juga terjadi bahwa perasaan absurd ditimbulkan oleh kebahagiaan. Itukah yang dirasakan oleh para petani padi ? Mungkinkah para petani padi merupakan gambaran dari sosok manusia absurd ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi Camus, aktor pada umumnya bukanlah manusia absurd. Melainkan manusia melalui jalan hidup absurd. Manusia absurd mulai pada saat manusia sehari – hari berhenti, ketika dia tidak lagi mengagumi sebuah permainan drama. Masuk dalam kehidupan – kehidupan itu, merasakannya dalam keanekaragamannya. Dia benar – benar memainkan hidup itu. Mungkinkah para petani adalah manusia absurd ? Berperan sebagai sang pemilik sekaligus budak. Manusia ekonomi dan manusia antri. Yang marjinal dan mayoritas. Petani sebagai manusia absurd atau tidak, selayaknya para aktor belajar kepada para petani.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;ditulis oleh :&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-865336985571211321?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/865336985571211321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=865336985571211321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/865336985571211321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/865336985571211321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/12/absurd.html' title='ABSURD'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-367502214020735417</id><published>2008-12-02T02:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T02:32:28.731-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bilik Pengurus'/><title type='text'>Workshop Keproduksian &amp; Dasar Artistik</title><content type='html'>Teater Sopo akan membuat workshop tentang keproduksian dan dasar artistik dalam waktu dekat ini. Tepatnya besok pada tanggal 4-5 Desember 2008 di Ruang 3 Fisip UNS yang akan dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB sd selesai. Workshop akan diikuti oleh seluruh anggota teater Sopo.&lt;br /&gt;Kegiatan ini dilaksanakan sebagai persiapan untuk pentas produksi dan persiapan mengikuti Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) di Jakarta akhir bulan februari 2009 mendatang. Pada kegiatan ini akan di berikan materi seputar keproduksian yang antara lain adalah manajemen pentas, tim produksi, make up dan kostum, dan stting serta lighting. Adapun para pengisi materi antara lain Ade Mindarwan (keproduksian) yang telah banyak pengalaman membantu keproduksian film-film nasional seperti "Naga Bonar jadi 2", "Liburan Seru", "Saus Kacang" dll. aNur Apriyana (make up dan kostum), dia adalah mantan ketua teater sopo yang sekarang menjadi wanita karier di bidangnya yaitu make up dan kostum artis. Untuk materi manajemen produksi akan di pandu oleh Tanir, seorang eksekutif muda di dunia perbankan yang dulunya juga seorang aktor dari teater sopo. Sedangkan setting dan lighting akan diserahkan kepada Yonex. Dia adalah sutradara, aktor dan juga pekerja tata rupa panggung dan konseptor penataan panggung yang telah mempunyai banyak pengalaman.&lt;br /&gt;Setelah selesai workshop tersebut, para peserta akan diberikan tugas untuk membuat sebuah karya yang akan dipentaskan dalam ajang aktualisasi. Acara aktualisasi itu sendiri akan dilaksanakan besok pada tanggal 17 Desember 2008 yang akan bertempat di FISIP UNS, pada jam 19.00 WIB.&lt;br /&gt;Target dari acara ini adalah bahwa anggota teater sopo memahami tentang keproduksian dan bagaimana menjalankan suatu proses pembuatan karya hingga sampai pada penyajiannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-367502214020735417?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/367502214020735417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=367502214020735417&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/367502214020735417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/367502214020735417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/12/workshop-keproduksian-dasar-artistik.html' title='Workshop Keproduksian &amp; Dasar Artistik'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-5017085006328643354</id><published>2008-10-27T21:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T21:16:44.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Penyaksi</title><content type='html'>&lt;em&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada sebuah proses, seorang pelatih sengaja membiarkan para aktor untuk mengekspresikan bentuk kesenian mereka masing – masing sebebas - bebasnya. Sesi pertama latihan difokuskan per individu. Sesi kedua pada kelompok – kelompok kecil. Di sesi ketiga mereka membentuk satu kelompok besar. Tujuan dari latihan ini agar para aktor dapat berimajinasi sekreatif mungkin.&lt;br /&gt;Si pelatih sudah berharap banyak pada para aktor. Bayangkan saja, sekelompok kecil seniman diperbolehkan melakukan apa pun yang mereka suka ! Tapi yang terjadi adalah latihan yang diliputi dengan kebingungan dan ketakutan, yang pada akhirnya membosankan. Yang mengejutkan adalah ternyata si pelatih juga dihinggapi rasa takut ketika memimpin latihan tersebut. Hal ini terjadi ketika salah seorang aktor memanjat pagar talud dan berteriak – teriak diatasnya. Si pelatih takut jika sang aktor sampai terjatuh dan &lt;em&gt;ngglundhung&lt;/em&gt; ke bawah.&lt;br /&gt;Latihan itu tidak saja menyadarkan para aktor, tapi juga si pelatih. Bahwa mereka terlalu lama hidup dalam dunia harmoni. Menurut Nietzsche senimanlah yang seharusnya sanggup hidup dalam alam &lt;em&gt;disharmoni&lt;/em&gt;. Dialektika terus menerus. Proses kreatifitas tiada henti. Kegembiraan tiada tepi. Sedangkan para filsuf hanya cocok untuk hidup di alam harmoni. Penuh keteraturan yang &lt;em&gt;njlimet&lt;/em&gt; dan menyesakkan.&lt;br /&gt;Bagi si pelatih pribadi, rasanya &lt;em&gt;musykil&lt;/em&gt; untuk tetap terus di jalan seni. Tapi rasanya juga &lt;em&gt;ngaya – wara&lt;/em&gt; jika mengambil jalan harmoni. Dia lebih memilih untuk bergabung dengan kerumunan di utara Stasiun Purwosari itu. Jika senggang mereka menghabiskan sore dengan menyaksikan kereta yang lalu – lalang di stasi kecil itu. Sambil membawa anggota keluarga mereka yang masih kecil – kecil. Jika ada uang lebih, bakmi &lt;em&gt;thoprak layak&lt;/em&gt; untuk dijadikan kudapan. Untuk si kecil, mainan kitiran dari plastik yang berbunyi ketika berputar. Celoteh – celoteh riang muncul ketika mulut – mulut kecil itu nyenggaki kereta yang lewat. Keretanya yang bagus, kencang lajunya. Masinis yang memainkan peluit kereta. Penumpang yang berpakaian indah. Dan ketika matahari sudah tertelan oleh cakrawala, mereka pulang sambil membawa kenangan tentang kereta – kereta yang lewat di stasi kecil itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-5017085006328643354?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/5017085006328643354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=5017085006328643354&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5017085006328643354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5017085006328643354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/10/penyaksi.html' title='Penyaksi'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-1623957027269201354</id><published>2008-10-17T22:22:00.000-07:00</published><updated>2010-03-03T07:33:50.075-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yang Pernah Menjadi Kepala Suku alias Ketua'/><title type='text'>Refleksi Tujuh Belas Tahun</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SPl0LCu_ttI/AAAAAAAAANY/qiCCl2Dtkkg/s1600-h/tumpeng.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258361772993132242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SPl0LCu_ttI/AAAAAAAAANY/qiCCl2Dtkkg/s200/tumpeng.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita ibaratkan, teater Sopo ini adalah sebuah rangkaian kereta api, Sopo Exspres, yang berjalan melewati stasiun demi stasiun. Belum tahu kapan dan dimana stasiun terakhir itu akan sampai. Proses yang dilalui memang tak mau berhenti.&lt;br /&gt;Pada tanggal 02 Oktober 2008 kemarin adalah stasiun ke 17 yang dilewati kereta ini. berhenti sejenak untuk mengganti onderdil-onderdil yang rusak, mengisi bahan bakar dan cek seluruh mesin untuk melakukan perjalanan menuju ke stasiun berikutnya. Penumpang baru Sopo Exspres sudah mulai masuk, sedangkan di sisi yang lain ada pula penumpang yang telah turun untuk berhenti di stasiun tersebut. Ya, penumpang dapat naik dan turun di stasiun mana yang ia sukai sesuai dengan tujuan mereka.&lt;br /&gt;Tak terasa mungkin bagi para arsitek pencipta Sopo Expres ini, ternyata kereta mereka telah melampaui 17 stasiun dalam kurun waktu 17 tahun. Waktu yang tidak singkat. Kalau manusia, dulunya anak-anak, sekarang telah berinjak remaja. Masa remaja adalah masa yang ceria. Penuh kenangan indah dan suka cita. Namun apakah itu yang mau di raih? Kalau saya akan lebih senang menganalogikan sebagai perubahan PJKA menjadi PT KAI, lompatan yang cukup jauh. Dari jawatan menjadi sebuah perseroan dengan tanpa menjadi BUMN terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Ya, profesionalitas adalah kuncinya. Paling tidak adalah pembelajaran terhadap profesionalitas dan tanggung jawab yang lebih terhadap apa yang telah direncanakan bersama. Dengan demikian diharapkan dapat menjadi sarana yang mampu mengantarkan para penumpangnya pada apa yang akan menjadi tujuannya lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Oh ya, sekedar mengingatkan kembali untuk selanjutnya biar terus terbaca dalam sejarah, tapi ini adalah hanya bagian yang sangat kecil sekali dalam sejarah Sopo Exspres. Para masinis yang telah membawa Sopo Exspres adalah :&lt;br /&gt;Nugroho Adi ( Gondrong ) ; tahun 1991 – 1993&lt;br /&gt;Priyanto ( Gudhel ) ; tahun 1993 – 1995&lt;br /&gt;Chafid Sukarno ( Gembok ) ; tahun 1995 – 1997&lt;br /&gt;Hendy Mukhtarudin ( Gendul ) ; tahun 1997 – 1998&lt;br /&gt;Nur Hidayat Dwi Pramono ( Cenger ) ; tahun 1998 – 1999&lt;br /&gt;Bagus Madi Purwantyo ( Si Bhe ) ; tahun 1999 – 2000&lt;br /&gt;Suyanto ( Kombor ) ; tahun 2000 – 2001&lt;br /&gt;Sidhi Nugroho ( Hoho’ ) ; tahun 2001 – 2002&lt;br /&gt;Agung Maryono ( Flow ) ; tahun 2002 – 2003&lt;br /&gt;Nur Wahyuni ( Uni ) ; tahun 2003 – 2005&lt;br /&gt;M. Wahid Rahmatullah ( Wahid ) ; tahun 2005 -2006&lt;br /&gt;Noer Apriyana ( Yana ) ; tahun 2006 – 2007&lt;br /&gt;Eko Novantoro ( Eko ) ; 2007 – 2008&lt;br /&gt;Alief Pandu W. ( Ahong ) ; 2008 - sekarang&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262064727888375970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 230px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SQab_YrmMKI/AAAAAAAAAOY/WJh3PIt3tuE/s320/_gress.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun dan dari cerita yang pernah saya dengar, perubahan-perubahan sudah banyak terjadi di lingkungan Sopo ini.Mulai dari loyalitas, masa aktif kuliah, kebijakan fakultas dan universitas, program kerja, senioritas dan lain sebagainya. Semua itu menjadi suatu masalah yang sangat komplek sekali jika mau dibicarakan panjang dan lebar. Semuanya telah menjadi tenaga pendorong dan juga sekaligus menjadi penghambat laju dari proses perjalanan kereta Sopo Expsres ini. Dengan permasalahan yang sama namun waktu yang berbeda perlu penyelesaian yang tidak sama. Setiap kendala dan permasalahan hendaknya harus ditanggapi dengan baik dan bijak dengan tanpa menghilangkan rasa seni dan semangat proses yang kita pegang. Setiap masa punya cirinya sendiri. Sehingga dengan kondisi seperti sekarang ini, jalinan antara alumni dan anggota sangat erat menimbulkan banyak kemungkinan. Yang diperlukan adalah adanya dialog yang baik setiap saat sehingga setiap masalah dapatdipecahkan dengan solusi yang tepat. Masinis maupun mantan masinis, para penumpang, dan para mantan penumpang yang telah turun di stasiunnya masing-masing dapat kembali lagi naik dalam gerbong ini untuk bersama-sama membawa kareta Sopo Exspres ini ke tujuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun Solo, 18 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-1623957027269201354?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/1623957027269201354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=1623957027269201354&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/1623957027269201354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/1623957027269201354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/10/refleksi-tujuh-belas-tahun.html' title='Refleksi Tujuh Belas Tahun'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SPl0LCu_ttI/AAAAAAAAANY/qiCCl2Dtkkg/s72-c/tumpeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6929722570956566898</id><published>2008-09-26T19:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T20:07:11.299-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qobul'/><title type='text'>Uwiek &amp; Agung Flow</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SN2jSXgQ1_I/AAAAAAAAALA/QkrGV7pDVa4/s1600-h/Kawinan%20Uwiek%20Kiting[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250532276526176242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SN2jSXgQ1_I/AAAAAAAAALA/QkrGV7pDVa4/s400/Kawinan%2520Uwiek%2520Kiting%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SN2gWj7quJI/AAAAAAAAAK4/LEqgWLIlY18/s1600-h/uwiek.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selamat sebelumnya, satu lagi tali ikatan perkawinan antar anggota sopo akan terjalin. Yaitu Uwiek dan Flow yang dulunya sangat aktif di sopo hingga sekarang meski jarak mereka sekarang jauh di jakarta. Namun kita yakin jika mereka masih di solo mereka akan terus berproses bersama sopo.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6929722570956566898?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6929722570956566898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6929722570956566898&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6929722570956566898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6929722570956566898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/09/uwiek-agung-flow.html' title='Uwiek &amp; Agung Flow'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SN2jSXgQ1_I/AAAAAAAAALA/QkrGV7pDVa4/s72-c/Kawinan%2520Uwiek%2520Kiting%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-5752509695878594565</id><published>2008-09-22T20:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T20:48:27.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qobul'/><title type='text'>Undangan</title><content type='html'>Bagi teman-teman teater Sopo, saudara kita, mas Kubro, akan berbagi kebahagiaan dengan akan melangsungkan akad nikah. Tanpa mengurangi rasa hormat dari apa yang akan di niatkan, ini sebagi undangan bagi rekan-rekan yang akan memberikan doa dan restunya bagi kedua mempelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SNhk4jq2-jI/AAAAAAAAAKw/BY197BMvYjo/s1600-h/kubro.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249056288510769714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SNhk4jq2-jI/AAAAAAAAAKw/BY197BMvYjo/s400/kubro.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-5752509695878594565?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/5752509695878594565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=5752509695878594565&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5752509695878594565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5752509695878594565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/09/undangan.html' title='Undangan'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SNhk4jq2-jI/AAAAAAAAAKw/BY197BMvYjo/s72-c/kubro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6816542426247409272</id><published>2008-09-12T02:46:00.001-07:00</published><updated>2008-09-12T02:57:05.744-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>Orde Tabung</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SMo8r052tmI/AAAAAAAAAKg/EYyzmf-JpCM/s1600-h/orde+tabung.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245071439659710050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SMo8r052tmI/AAAAAAAAAKg/EYyzmf-JpCM/s400/orde+tabung.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Terima kasih kepada semua yang telah ikut berpeluh keringat dan kesah kesal tiada terkira. Sehingga satu lagi torehan ekspresi kami dapat terselenggara dengan baik, lancar dan tidak ada sambetan setan. Tak ada kata yang dapat kami sampaikan selain banyak...banyak...dan banyak terima kasih. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kami berharap apa yang kami torehkan hari ini mampu memberikan suatu hiburan dan kalu kami bolek muluk-muluk berharap adalah memberikan warna baru entah dari segi apapun silahkan untuk mengkritisi sendiri-sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun kami tidak akan berhenti sampai di sini, akan masih ada lagi jalan panjang di depan melalui proses-proses kami selanjutnya, karya-karya kami seterusnya dan wajah-wajah baru kami tentunya.....Salam Budaya!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6816542426247409272?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6816542426247409272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6816542426247409272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6816542426247409272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6816542426247409272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/09/orde-tabung.html' title='Orde Tabung'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SMo8r052tmI/AAAAAAAAAKg/EYyzmf-JpCM/s72-c/orde+tabung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2686209763574511563</id><published>2008-08-27T23:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T23:19:51.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>Orde Tabung</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SLZCgu8BD-I/AAAAAAAAAKQ/6RS6jGN_te8/s1600-h/baner+ot.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239448346615156706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SLZCgu8BD-I/AAAAAAAAAKQ/6RS6jGN_te8/s400/baner+ot.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2686209763574511563?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2686209763574511563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2686209763574511563&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2686209763574511563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2686209763574511563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/08/orde-tabung.html' title='Orde Tabung'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SLZCgu8BD-I/AAAAAAAAAKQ/6RS6jGN_te8/s72-c/baner+ot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-4293933944046119747</id><published>2008-08-24T20:05:00.000-07:00</published><updated>2008-08-24T20:38:27.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qobul'/><title type='text'>Latif &amp; Eni</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SLIopceh0_I/AAAAAAAAAKA/Ga_ZdM4LYoE/s1600-h/latif2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238294009069294578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SLIopceh0_I/AAAAAAAAAKA/Ga_ZdM4LYoE/s320/latif2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div&gt;Pagi itu ramai canda mewarnai pertemuan beberapa orang alumni sopo. Mereka saling bertukar cerita dan mengenang kembali masa-masa ketika bersama-sama dahulu. Ya, pagi yang bahagia karena kita dapat berkumpul kembali dan melengkapi kebahagiaan itu, &lt;strong&gt;M Rifai Latief&lt;/strong&gt; telah mempersunting gadis dari daerahnya tempat ia bekerja sebagai PNS, Sragen. Gadis yang menjadi pujaannya itu adalah &lt;strong&gt;Eni Woro Setyowati&lt;/strong&gt;. Mereka berdua berikrar untuk mengarungi bahtera hidup berkeluarga bersama pada tanggal 21 Agustus 2008 di Sragen. Sedangkan acara &lt;em&gt;ngunduh nganten&lt;/em&gt;-nya dilangsungkan tanggal 24 Agustus 2008 kemaren.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Mugi-mugi dados keluarga ingkang sakinah mawaddah warohmah....aminn.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238294280278878706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SLIo5Oz7qfI/AAAAAAAAAKI/qIYcBJDAo-A/s400/latif.jpg" border="0" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-4293933944046119747?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/4293933944046119747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=4293933944046119747&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4293933944046119747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4293933944046119747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/08/latif-eni.html' title='Latif &amp; Eni'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SLIopceh0_I/AAAAAAAAAKA/Ga_ZdM4LYoE/s72-c/latif2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-5513075747586323654</id><published>2008-08-13T23:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T23:50:51.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Sensasi Merdeka Oleh Putu</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SKPU0J_rRzI/AAAAAAAAAJw/S6xEPer-Nt4/s1600-h/putu1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234261184435930930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SKPU0J_rRzI/AAAAAAAAAJw/S6xEPer-Nt4/s400/putu1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Indonesia tidak akan pernah habis untuk dibicarakan. Negara dengan segunung masalah yang sebagian belum tersentuh ujung pangkalnya. Negara yang lahir lewat sekumpulan sejarah dan masa lalu yang banyak diungkit-ungkit lagi. Negara yang berkali-kali dijajah. Negara dengan segudang pertanyaan yang belum terjawab. Salah satu diantara banyak pertanyaan itu adalah : &lt;em&gt;Apakah kita sudah benar-benar merdeka?&lt;/em&gt; Sebagian orang tentu tak akan ambil pusing dengan pertanyaan yang tidak jelas untung ruginya bagi mereka. Tapi tentu tak semua orang bisa sadar dengan sebuah kenyataan yang seolah-olah maya : apakah kita sudah siap untukbenar-benar merdeka? Apakah kita sudah siapuntuk berlari jika telah merdeka? Apakah kita sudah siap untuk terbang tinggi jika sudah merdeka? Burung perkututpun akan merasa gamang untuk terbang melarikan diri saat pintu sangkarnya dibuka dengan sengaja oleh Sang Majikan.&lt;br /&gt;Mungkin memang berbeda antara manusia dengan burung perkutut. Akan tetapi wacana itulah yang diangkat oleh Putu Wijaya pada pementasan monolog dengan judul “Merdeka” dalam rangka Sepekan Gelar Seni di Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta(12/8). Putu memaparkan dalam monolognya ( atau bisa disebut juga mendongeng ) bahwa dua pihak yang sepertinya sangat mustahil untuk paham dan mengerti tentang kemerdekaan justru mempertanyakan lewat dialog dan sikap tentang arti, makna, dan hakikat kemerdekaan. Yakni seorang cucu yang masih kecil dan seekor burung perkutut. Seorang cucu bertanya kepada kakeknya yang notabene adalah seorang mantan pejuang pada masanya, dan pertanyaan itu adalah : &lt;em&gt;apakah benar kita sudah merdeka?&lt;/em&gt; Sang Kakek terhenyak dengan pertanyaan dari seorang yang tampak lugu di matanya. Dengan aneka ragam penjelasan yang mungkin akan sulit dimengerti oleh cucunya, kakek itu menjawab dengan bergetar disertai rasa ketersinggungan yang mendadak. Cerita yang lain menerangkan kisah seorang juragan perkutut yang hendak memberikan hadiah bagi burung perkutut yang sudah lama dipeliharnya. Hadiah itu tak lain adalah kebebasan atau kemerdekaan untuk Si Perkutut. Pintu sangkarpun dibuka oleh Sang Majikan. Tak dinyana, perkutut ini rupanya tak siap untuk merdeka. Dengan berbagai alas an, Si Perkutut yang telah terbiasa dipenjara dalam sangkar ini benar-benar telah menyatakan diri untuk tak siap merdeka. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SKPVbCeK8VI/AAAAAAAAAJ4/sjvej9VpTSc/s1600-h/putu2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234261852431249746" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SKPVbCeK8VI/AAAAAAAAAJ4/sjvej9VpTSc/s320/putu2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari cerita yang diangkat oleh Putu Wijaya dalam monolognya seperti memberikan gambaran bahwa merdeka bukanlah kata putus yang bijak untuk dapat terus melanjutkan hidup. Baik sebagai pribadi maupun sebagai bangsa secara utuh. Merdeka hanyalah kata mula. Merdeka hanyalah sebuah pintu keluar dari penjara keterjajahan. Merdeka hanyaloah sebuah garis start dari sebuah perjalanan panjang dari pribadi, golongan, ataupun bangsa secara keseluruhan utnuk terus melajutkan hidup. Apakah lanjutan dari merdeka? Pertanyaan yang tentunya sederhana dengan jawaban yang semestinya tidak sederhana. Apakah cukup dengan kata syukur? Apakah cukup dengan perayaan dan peringatan? Apakah cukup dengan kerja keras? Belajar? Atau dengan mengungkap rahasia alam tanah air? Menyibak jawaban dari alam semesta Nusantara yang katanya kaya ini? Akan banyak jawaban yang muncul dengan beragam dari lebih 220 juta rakyat yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Entah jawaban getir, jawaban naïf, jawaban munafik, atau jawaban sekenanya. Yang jelas Indonesia sebagai bangsa maupun sebagai Negara seyogyanya akan terus belajar, bergerak, dan bekerja untuk membuktikan masih punya nyali untuk melajutkan hidup setelah merdeka. Atau sebagai pembuktian bahwa bangsa ini benar-benar telah merdeka. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari topik merdeka yang dibawakannya, Putu Wijaya sekali lagi telah memberikan pelajaran singkat bagi para aktor yang menyaksikan pertunjukan semalam. Meskipun menurut penulis, Putu sendiri adalah lebih sebagai seorang penulis. Sekali lagi perlu digarisbawahi : Putu Wijaya adalah benar-benar seorang penulis. Baru kemudian dia dikenal sebagai sutradara teater maupun film. Kemampuannya menulis diejawantahkan dalam pentas monolog yang berdurasi lebih kurang satu jam. Dengan kata lain, pentas monolg tadi malam adalah semacam show up dari seorang Putu Wijaya sebagai penulis. Sebuah proses penulisan yang dipentaskan dengan kata-kata dan kalimat spontan. Sebagian kawan menyebut Putu adalah seorang ahli bercerita atau berdongeng. Ini terutama sangat terlihat saat jatah durasi tersisa tujuh menit dan Putu memberikan “bonus” monolog singkat untuk penonton yang tadi malam terasa cukup bergairah menikmati sajian Putu. Kemampuan Putu menguasai teknik keaktoranpun diperlihatkan dengan kemampuannya mengendalikan dan melibatkan penonton dalam pementasan. Putupun secara tersirat juga mengajarkan hidup sehat bagi para seniman. Dengan usia yang telah memasuki 64 tahun, energi dan stamina seorang Putu Wijaya menguasai durasi 60 menit pertunjukan tunggal tak kalah dengan aktor-aktor yang lebih muda.&lt;br /&gt;Merdeka Pak Putu !!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rudyaso Febriadhi &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Solo, 13 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;foto : kombor&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-5513075747586323654?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/5513075747586323654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=5513075747586323654&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5513075747586323654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5513075747586323654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/08/sensasi-merdeka-oleh-putu.html' title='Sensasi Merdeka Oleh Putu'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SKPU0J_rRzI/AAAAAAAAAJw/S6xEPer-Nt4/s72-c/putu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7953351521017411728</id><published>2008-08-13T23:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T23:54:21.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Polynices</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;oleh : Hedro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahun ini, bulan Agustus bertepatan dengan bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa. Bulan yang paling cocok untuk nyekar, berziarah. Di bulan Ruwah, orang – orang akan pergi berziarah, apa pun landasan filsafat dan etikanya, apa pun alasan dan motivasinya. Berziarah ke tempat – tempat suci, ke makam para orang tua , sanak saudara dan mereka, para sahabat yang mati muda.&lt;br /&gt;Maka tak heran ketika suatu pagi seorang kawan mengajak berziarah. Ke sebuah makam di daerah Karanganyar. Makam yang sepi. Keharuan seperti menggantung di udara. Makam siapa ? “ Seorang yang mati di tahun 48 “, begitu jawabnya. Seperti makam di Kediri ? Seperti Polynices ? “ Ya, hampir seperti Polynices “, katanya.&lt;br /&gt;Hampir seperti Polynices. Seorang tokoh dalam Antigone, sebuah tragedi Yunani karya Sophokles. Sebuah karya sastra yang mendekati kesempurnaan. Tersebutlah satu masa ketika Thebes ditinggal mati oleh Oedipus. Eteocles, sulung dari Oedipus lah yang menggantikan Oedipus. Eteocles ternyata memerintah Thebes dengan tangan besi. Adiknya, Polynices ingin menyingkirkan Eteocles. Kedua bersaudara ini kemudian berperang satu dengan yang lainnya dan sama – sama gugur. Kemudian naiklah Creon, saudara Oedipus, sebagai pengisi singgasana Thebes. Creon ingin mengangkat Eteocles sebagai pahlawan dan mengutuk Polynices sebagai pengkhianat. Seorang pengkhianat tak boleh dikuburkan, mayatnya tergeletak begitu saja habis dimakan binatang buas. Antigone, putri Oedipus, kemudian menguburkan jasad Polynices secara layak apa pun taruhannya, bahkan nyawanya sekalipun.&lt;br /&gt;Hampir seperti Polynices. Sebab yang terbaring pada dinginnya makam di Karanganyar dan Kediri itu bermaksud tidak melawan kuasa yang tiran. Tetapi melawan amnese, kelupaan total terhadap cita – cita luhur berdirinya negara ini. Tak mengapa kalau pada akhirnya mereka dianggap sebagai pengkhianat bangsa. Revolusi memang memakan anaknya sendiri.&lt;br /&gt;Sebelum pulang, sebuah pertanyaan terlintas di benak. Apakah mereka bersedia mati jika mengetahui kalau saat ini, negeri yang mereka cintai ini, menjadi sarang penyakit ? Tak tahu. Tapi yang pasti, kawan, jangan lupa untuk membuat pengharapan dan berdoa pada malam tirakatan. Sebelum bubur merah dan putih dihidangkan, sebelum nasi liwet dimakan. “ ...untuk Indonesia yang lebih baik…“&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7953351521017411728?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7953351521017411728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7953351521017411728&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7953351521017411728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7953351521017411728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/08/polynices.html' title='Polynices'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7718503880536888655</id><published>2008-08-13T23:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T23:18:50.600-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Uwek Main Musik</title><content type='html'>&lt;em&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa musik hidup merupakan suatu kekeliruan. Begitu tulis Nietzsche dalam Senjakala Berhala. Itu bisa berarti jika kita menginginkan kebenaran selalu melingkupi hidup kita, maka kita harus hidup dengan musik. Atau juga bisa berarti “ kekeliruan “ yang bernama “ hidup “ itu akan menjadi benar jika kita mengenal musik. Secara praksis Konfusius menulis bahwa musik dapat memberi pangaruh baik maupun buruk pada pikiran dan karakter seseorang, dan bahkan pada masyarakat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Mungkin itulah yang ada di benak Uwek ketika dia memutuskan untuk bermain musik dalam pentas Teater SOPO. Lha bagaimana tidak ? &lt;em&gt;Sak jeg jumbleg&lt;/em&gt;, manusia satu itu hanya pernah bermusik sekali. Dan yang dimainkannya adalah alat musik bernama “ &lt;em&gt;bedug&lt;/em&gt; “. Fals lagi mainnya. Lha kok ini dia &lt;em&gt;das ein&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;mak bedhunduk&lt;/em&gt;, tiba – tiba bermusik ria. Pasti alasannya penuh dipenuhi dengan landasan filsafat yang rumit seperti yang disebutkan di atas tadi. Lha &lt;em&gt;wong&lt;/em&gt; Uwek itu termasuk manusia progesif &lt;em&gt;je&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Tidak jelas juga posisi Uwek dalam kelompok musik ini sebagai apa. Apakah memegang alat musik tabuh ? Sekedar &lt;em&gt;urun suara pating gemremeng&lt;/em&gt; ? Atau seperti yang dikatakan oleh koordinator musik, Uwek &lt;em&gt;nyekel cagakan mik&lt;/em&gt;, memegang tiang penyangga microphone. &lt;em&gt;Lha wong&lt;/em&gt; namanya proses menemukan, &lt;em&gt;ya sak kecekele&lt;/em&gt;. Kalau hari ini bisanya cuma &lt;em&gt;nyekel cagakan mik ya mbok biar.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Uwek memang ingin berproses menemukan kebenaran melalui bermusik. Kebenaran yang bagi kita semua mahal harganya. Dapatkah Uwek mendapatkan kebenaran dengan bermusik ? Siapkah dia dengan kebenaran yang akan menampakan wujudnya kemudian membuka selubungnya ?&lt;br /&gt;Tapi dalam Sains Girang, Nietzsche juga berkata bahwa kebenaran adalah perempuan. Ada sosok perempuan menarik hati di sana. Wajahnya merupakan perpaduan antara cantik dan manis, muda, penuh semangat dan sedang berproses. Jangan – jangan, Uwek sedang mencari kebenaran tidak lewat musik tapi melalui sosok perempuan. Jangan – jangan….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7718503880536888655?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7718503880536888655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7718503880536888655&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7718503880536888655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7718503880536888655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/08/uwek-main-musik.html' title='Uwek Main Musik'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-5577271709937213468</id><published>2008-08-12T23:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T00:17:39.673-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengendapan'/><title type='text'>Memutuskan Pilihan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SKKKY61JoYI/AAAAAAAAAJo/Mh_SePnmBSY/s1600-h/1_713634628l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233897877671616898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SKKKY61JoYI/AAAAAAAAAJo/Mh_SePnmBSY/s320/1_713634628l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;oleh : dwi marhaeni&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saat ini saya menjadi berpikir,&lt;br /&gt;Apa saja kesempatan yang telah saya lewatkan....&lt;br /&gt;Tepatkah keputusan-keputusan yang saya buat????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Saya yang tidak pernah puas, yang banyak maunya sementara kemampuan saya terbatas, ternyata sangatlah alamiah sebagai manusia. Sebagai manusia memang saya tidak dapat melakukan ataupun mendapatkan semua yang saya inginkan karena keterbatasan-keterbatasan tadi. Karena itu manusia dalam hidupnya harus menentukan pilihan. Yang jarang saya sadari adalah bahwa dalam semua keputusan yang sudah saya tentukan ternyata mengandung biaya atas kesempatan yang hilang (dalam konsep ekonomi: opportunity cost).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia yang rasional, tentu saja pilihan ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan, dengan membuat prioritas-prioritas. Dan tentunya juga pilihan tersebut merupakan yang terbaik (yang mengalahkan alternatif lain) menurut si pemilih. Kehilangan kesempatan atas pilihan lainnya yang terbaik ini lah si “opportunity cost” tadi. Saat ini saya sedang berpikir (mungkin terbalik), kesempatan apa yang hilang atas pilihan yang sudah saya buat, karena tidak jarang saya melakukan pilihan berdasarkan “feeling” atau “maunya saya saja”. Apakah saya bukan manusia yang rasional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja, dengan memutuskan masuk ke dalam dunia teater saat menjadi mahasiswa baru di FISIP UNS. Waktu itu saya sama sekali tidak mempertimbangkan apa untungnya buat saya. Yang ada cuma “maunya saya saja” itu tadi. Nah, sekarang saya jadi berpikir... jangan-jangan keputusan itu tidak tepat. Apa ya kira-kira kehilangan saya yang paling besar??? Apakah kehilangan kesempatan memperdalam ilmu Administrasi Negara dengan mengikuti kegiatan yang tentu saja berhubungan dengan disiplin ilmu yang saya geluti itu? atau kehilangan kesempatan untuk lulus cepat yang berarti saya bisa cepat dapat kerja, yang berarti saya cepat naik jabatan, yang berarti tabungan saya cepat banyak, yang berarti saya cepat-cepat mendapatkan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya membandingkan kesempatan-kesempatan itu dengan apa yang saya sudah dapatkan. Kesempatan berproses dengan teman-teman di teater (khususnya Teater Sopo). Yang isinya kesempatan berdiri di panggung dengan sorotan lampu, berada di pihak yang menikmati tepukan penonton seusai pentas, kesempatan untuk menjadi seseorang, menyadari betapa kita bisa menjadi orang yang lemah sekaligus hebat, kesempatan untuk tertawa, menangis, bahkan keduanya baik di atas panggung maupun dunia nyata. Kesempatan menyadari kebaikan dan kebusukan hati kita. Kesempatan mengalami ketulusan pertemanan. Kesempatan belajar bertanggungjawab atas segala keputusan saya dan kepercayaan yang diberikan orang lain. Dan kesempatan-kesempatan lainnya yang akhirnya membuat saya tidak menyesali keputusan yang sudah saya buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu menurut saya, bisa sangat berbeda menurut orang lain. Tentu saja semua nilai atas kesempatan tersebut sangat subyektif, dan memang tidak selalu bisa diukur dengan uang. Keputusan yang saya contohkan tadi memang bisa dibilang tepat untuk saya, sekaligus bisa dibilang keputusan yang egois. Semoga tidak ada penyesalan dalam keputusan-keputusan kita yang egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jakarta, 12 Agustus 2008&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-5577271709937213468?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/5577271709937213468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=5577271709937213468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5577271709937213468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5577271709937213468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/08/memutuskan-pilihan.html' title='Memutuskan Pilihan'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SKKKY61JoYI/AAAAAAAAAJo/Mh_SePnmBSY/s72-c/1_713634628l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-3600265568735975462</id><published>2008-08-08T19:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T00:39:17.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Gelar Seni Sepekan TBS 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SJ0KHK_6ydI/AAAAAAAAAJg/nzGfQrAmgEM/s1600-h/tbs.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232349460402194898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SJ0KHK_6ydI/AAAAAAAAAJg/nzGfQrAmgEM/s400/tbs.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mulai tanggal 10 sd 15 Agustus 2008 mendatang, Taman Budaya Surakarta (TBS) akan menggelar acara Gelar Seni Sepekan 2008. Gelaran Kesenian ini akan menampilkan berbagai macam kesenian baik tradisi maupun modern yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Akan dihadirkan 24 kelompok kesenian yang diantaranya akan mementaskan seni tari modern, teater, musik dan seni tradisi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Hanindawan sebagai koordinator acara tersebut menjelaskan tema yang diambil dalam gelaran kali ini adalah mengenai humanisme dan lingkungan, dimana kondisinya saat ini semakin meresahkan. Maka gelar seni ini ingin dijadikan sebagai suatu ruang berekspresi yang diharapkan dapat membantu menggambarkan realitas yang terjadi saat ini dan tentunya untuk suatu tujuan yang lebih baik. Diharapkan pula event ini bisa menjadi ruang publik untuk berekspresi dan sekaligus mengakomodasi berbagai kesian dan budaya lokal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Selain gelaran seni, ada juga pameran kerajinan batik dan handicraft yang buka selama event ini berlangsung. Stand-stand yang ada sangat beragam yang antara lain ada batik, kerajinan tangan, cinderamata berbagai daerah di Indonesia serta aneka jajanan tradisioal Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadwal Acara&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Minggu, 10 Agustus 2008&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;10.30 : Teater Anak-Anak Area-Q, Solo (Teater Arena)&lt;br /&gt;19.30 : Pembukaan Acara Gelar Seni oleh Qua Etnika, Jogja (Pendapa)&lt;br /&gt;20.00 : Musik Amari, Solo (Pendapa)&lt;br /&gt;20.30 : Tari Modern Wied Senjayani, Solo (Pendapa)&lt;br /&gt;21.00 : Tari Yaksojati, Cepogo Boyolali (Pendapa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Senin, 11 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;16.30 : Sanggar Kotakan, Sukoharjo (Pendapa)&lt;br /&gt;19.30 : Teater Gidag Gidig, Solo (Teater Arena)&lt;br /&gt;20.00 : Kelompok Musik &amp;amp; Tari Kalimantan Barat (Pendapa)&lt;br /&gt;20.30 : WO Ngesti Pandowo, Semarang ( Pendapa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selasa, 12 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;16.30 : Sanggar Sekar Mekar, Sragen (Pendapa)&lt;br /&gt;19.30 : Monolog Putu Wijaya, Jakarta (Teater Arena)&lt;br /&gt;20.00 : Musik Puisi Jayagatra, Ungaran (Pendapa)&lt;br /&gt;20.30 : Orkes Keroncong Remaja ;SMA 6, SMA 2 da SMA Yosef Solo (Pendapa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rabu, 13 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;16.30 : Santiswara Masjid Nurulhuda, Kentingan (Pendapa)&lt;br /&gt;18.30 : Musik Batik Fashion On Street (Depan Galery)&lt;br /&gt;19.30 : Teater TOKEK, Solo (Teater Arena)&lt;br /&gt;20.00 : Musik Calung Astuti, Purwokerto (Teater Bong)&lt;br /&gt;20.30 : Tari Modern Kelompok Independent Expression, Solo (Pendapa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kamis, 14 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;16.30 : Musik Batik On Street, Batik Semar Solo (Depan Galery)&lt;br /&gt;19.30 : Teater Kail, Jakarta (Teater Arena)&lt;br /&gt;20.00 : Tari Jaranan Karjosono, Sawangan Magelang (Depan Galery)&lt;br /&gt;20.30 : Wayang Kulit Jumat Kliwon (Pendapa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jumat, 15 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;16.30 : Jathilan Turangga Muda, Klaten (Pendapa)&lt;br /&gt;18.30 : Capoera Festival, Solo (Pendapa)&lt;br /&gt;19.30 : Komposisi Musik AJI, Banyumas (Pendapa)&lt;br /&gt;20.00 : Musik Yamking, PMS Solo (Depan Galery)&lt;br /&gt;20.30 : Kethoprak Gabungan Surakarta (Pendapa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;NB : Semua Acara &lt;strong&gt;GRATIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;foto: &lt;a href="http://www.joglosemar.co.id/"&gt;http://www.joglosemar.co.id/&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-3600265568735975462?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/3600265568735975462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=3600265568735975462&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3600265568735975462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3600265568735975462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/08/gelar-seni-sepekan-tbs-2008.html' title='Gelar Seni Sepekan TBS 2008'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nNI1k0oCmlk/SJ0KHK_6ydI/AAAAAAAAAJg/nzGfQrAmgEM/s72-c/tbs.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-4102673455107078445</id><published>2008-08-05T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T01:07:25.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pagupon Palupi'/><title type='text'>Pagupon Palupi #2</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJgH_A_bWPI/AAAAAAAAAI0/wab0PnCBINQ/s1600-h/pagupon2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230939746370017522" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJgH_A_bWPI/AAAAAAAAAI0/wab0PnCBINQ/s400/pagupon2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sungguh kesempatan yang baik sekali. Dalam kegiatannya yang ke dua ini &lt;strong&gt;Pagupon&lt;/strong&gt; (Paguyuban Minggu Pon) dapat bersilaturahim ke daerah Bayat Klaten, tepatnya di rumah tinggal temen kita Tunjung atau TeJe (3/8). Sambutan yang hangat dan suasana kekeluargaan terjalin ketika teman-teman yang kebanyakan dari Solo datang berkunjung ke rumahnya. Sebagian besar dari yang hadir baru pertama kali berkunjung ke rumah TeJe.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJgJ9S1LTXI/AAAAAAAAAJM/JK4etgO_TEc/s1600-h/handy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230941915822378354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJgJ9S1LTXI/AAAAAAAAAJM/JK4etgO_TEc/s400/handy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;Dalam pertemuan itu antara lain dibicarakan agenda terdekat Teater Sopo yaitu pentas produksi tanggal 30 Agustus 2008 mendatang, kemungkinan untuk membentuk kelompok teater, dan yang ketiga adalah hajatan waktu terdekat dari anggota Pagupon. Tentang pentas produksi yang di bahas hanyalah sosialisasi kepada para alumni dari ketua teater sopo, Eko, yang kebetulan juga hadir pada pertemuan kali itu. Mengenai topik pembahasan selanjutnya tentang kemungkinan membuat kelompok teater sendiri, cukup memberikan perhatian sedikit pada anggota Pagupon. Artinya bahwa tidak akan menutup kemungkinan bahwa Pagupon akan membentuk teater. Pada kesempatan yang baik itu pula, &lt;em&gt;Prend &lt;/em&gt;kita &lt;strong&gt;Rifai Latif&lt;/strong&gt; mengumumkan akan melepasa masa lajangnya besok pada tanggal 21 agustus 2008 di Sragen dan akan mengadakan tasyakuran di Klaten di rumah tinggalnya pada tanggal 24 Agustus 2008 (tempat dan waktu yang pasti menyusul).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemudian untuk putaran selanjutnya, Pagupon akan mengadakan pertemuan pada bulan puasa mendatang tanggal 7 September 2008 bertempat di Rumah Sohib kita &lt;strong&gt;Handy "Gendul"&lt;/strong&gt; di daerah Jaten Karanganyar, sambil berbuka puasa bersama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selamat bagi teman-teman yang berbahagaia dan bagi seluruh anggota Pagupon terutama yang belum sekalipun datang pada pertemuan arisan, kita tunggu kedatangan teman-teman di rumah tinggal Handy.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Don't miss it...!!!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-4102673455107078445?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/4102673455107078445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=4102673455107078445&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4102673455107078445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4102673455107078445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/08/pagupon-palupi-2.html' title='Pagupon Palupi #2'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJgH_A_bWPI/AAAAAAAAAI0/wab0PnCBINQ/s72-c/pagupon2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7009452182993283615</id><published>2008-07-30T22:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T22:37:27.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Pertanyaan Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;em&gt;oleh Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana rasanya jatuh cinta di atas panggung teater ? Apakah rasanya sama dengan jatuh cinta di luar panggung, di dunia nyata ? Jika beda, dimana bedanya ? Bagaimana hukumnya, jika, aktor dan aktris yang berperan sebagai sepasang kekasih mempersonifikasi pasangan mereka masing - masing di dunia nyata terhadap lawan mainnya ? Artifisialkah cinta mereka ? Atau memang harus begitu ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229047340571787618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJFO2gB7gWI/AAAAAAAAAIs/cJ2VAdxts8E/s320/romeo+juliet.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia teater sendiri, sama atau tidak, rasa cinta yang dialami oleh karakter didalamnya ? Sebelum mengenal Juliet, Romeo telah jatuh cinta dengan seorang wanita yang bernama Rosalina. Dunia Romeo seakan runtuh ketika Rosalina menolak cinta Romeo. Sepanjang siang Romeo selalu meratap dan pada malam – malam panjang yang melelahkan, dia masih terjaga dengan ratapannya yang pilu. Kemudian datang Mercutio, sahabatnya, yang menasehati Romeo dengan kata – kata bijak yang membuat Romeo dapat bangkit kembali. Selebihnya kita tahu bagaimana eloknya adegan balkon di rumah keluarga Capulet.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Samakah cintanya Romeo terhadap Rosalina dengan cintanya Romeo terhadap Juliet ? Atau dengan karakter – karakter lain, semisal Layla Majnun ? Begitu mengiris hati puisi – puisi yang diucapkan oleh Qays si Majnun kepada Layla. Semuanya hanya tentang cinta. Selebihnya kita tahu bagaimana menyedihkan adegan di atas kubur Layla.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Layla Majnun mati nglabuhi cinta mereka, begitu juga dengan Romeo dan Juliet. Kisah cinta mereka menjadi inspirasi selama berabad – abad setelah kehadiran mereka. Tapi mengapa para kritikus menggolongkan kisah dalam karya Syekh Nizami sebagai kisah cinta Ilahi ? Sedang kisah cinta William Shakespeare pada The Tragedy of Romeo and Juliet sebagai kisah cinta fana ? Lalu seperti apakah emosi yang membedakan antara cintanya Nizami dengan Shakespeare di atas panggung ? Mangga, silahkan pertanyaan – pertanyaan di atas direnungi. &lt;em&gt;Mangga&lt;/em&gt; juga kalau pingin menjawab. Ini ada sepenggal kalimat dari Majnun kepada Layla pada pertemuan mereka yang terakhir :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pergi dariku&lt;br /&gt;Cintamu&lt;br /&gt;telah mnjauhkan akalku&lt;br /&gt;dari dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Suatu ketika aku memang bahagia melihatmu&lt;br /&gt;tetapi sekarang&lt;br /&gt;Aku kehilangan hasrat&lt;br /&gt;terhadap segala sesuatu kecuali&lt;br /&gt;Cinta.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;31/07/2008&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7009452182993283615?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7009452182993283615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7009452182993283615&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7009452182993283615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7009452182993283615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/07/pertanyaan-tentang-cinta.html' title='Pertanyaan Tentang Cinta'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJFO2gB7gWI/AAAAAAAAAIs/cJ2VAdxts8E/s72-c/romeo+juliet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-1023432683736170248</id><published>2008-07-30T21:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T22:42:57.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Lampu</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJFHIAw8XUI/AAAAAAAAAIk/sUa-fs6oVhA/s1600-h/lampu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229038845323664706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJFHIAw8XUI/AAAAAAAAAIk/sUa-fs6oVhA/s200/lampu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Masih ingatkah kita pada perayaan 50 tahun republik tercinta ini merdeka ? Saat itu di pelosok negeri dipenuhi oleh kerlip ribuan lampu. Jalanan dipenuhi oleh warna – warni lampu dengan pelbagai macam ukuran dan pola. Ada rangkaian lampu kecil – kecil yang dililitkan pada sebatang bambu. Kemudian ditancapkan sepanjang jalan kampung. Tembok – tembok, kanopi rumah tak urung dipasangi lampu. Bahkan pohon – pohon besar pun tak luput dari hiasan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Jalan protokol tentu saja tak luput dari kerlip lampu. Malah lebih banyak dan rumit polanya. Ada yang berpola bunga – bungaan, binatang dan manusia. Ada yang membentuk tulisan, bahkan lampu sokle dipasang di tengah kota. Seakan hendak menerangi angkasa yang gelap.&lt;br /&gt;Saat itu, sejenak kita melupakan penderitaan diperintah di bawah rezim yang otoriter. Kita terhibur oleh pemandangan artifisial yang melenakan itu. Rakyat dari segala macam lapisan dan profesi berduyun – duyun memenuhi jalan protokol di malam hari hanya untuk menonton lampu. Lalu mereka pulang dengan wajah puas dan senyum yang mengembang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Padahal saat itu harga – harga sudah mulai naik. Tingkah laku pejabat semakin memuakan. Segala bentuk represifitas kekuasaan sudah mendera kita. Tapi untuk sejenak, kita terpesona oleh lampu – lampu tersebut. Hanya sejenak memang, karena 3 tahun kemudian sang raja lengser. Melepaskan rantai yang semula mengikat kencang leher baron – baron. Kemudian para baron tersebut menjelma menjadi preman yang berkuasa di negeri ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah, di sini kita berbicara tentang lampu bukan tentang hubungan triangulasi negara, pengusaha dan preman. Kita berbicara tentang betapa hebatnya efek yang ditimbulkan oleh lampu – lampu tersebut. Dia bisa mempermainkan emosi dan membelokan nalar kita seperti contoh di atas. Tapi dia juga bisa menjadi terang di sudut – sudut yang gelap sehingga menekan angka kriminalitas. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di dunia teater, efek yang ditimbulkan oleh lampu juga tidak akan jauh berbeda daripada dunia nyata. Dia bisa memainkan emosi para penonton, menstimulan karakter para aktor dan menambah greget setiap adegan. Singkatnya, lampu bisa membodohi penonton atau menerangi makna yang tersembunyi dalam setiap lakon. Semua berpulang dari anggota teater itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;31 juli 2008&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-1023432683736170248?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/1023432683736170248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=1023432683736170248&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/1023432683736170248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/1023432683736170248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/07/masih-ingatkah-kita-pada-perayaan-50.html' title='Lampu'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJFHIAw8XUI/AAAAAAAAAIk/sUa-fs6oVhA/s72-c/lampu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2580071603481082179</id><published>2008-07-30T20:35:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T20:54:24.901-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Hasil Penjurian Festival Drama Perjuangan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJE3BuXK83I/AAAAAAAAAIU/mUGdZRndIQE/s1600-h/p.rudi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229021145118471026" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJE3BuXK83I/AAAAAAAAAIU/mUGdZRndIQE/s400/p.rudi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Penyerahan Hadiah Oleh Wakil Walikota&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; Surakarta  Bapak FX Rudi Hadiatmo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Juara I Teater Waroeng&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Juara II Teater Duren Sinigar&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Juara III Teater Prasasti&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Harapan I Teater One&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Harapan II Teater Kate&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aktor Terbaik : Heri Suseno&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aktris Terbaik : Eny Suheimi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hadiah Kambing : Teater Area Q&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hadiah Angsa : Teater Lincak&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hadiah enthog : Teater Waroeng&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2580071603481082179?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2580071603481082179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2580071603481082179&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2580071603481082179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2580071603481082179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/07/hasil-penjurian-festival-drama.html' title='Hasil Penjurian Festival Drama Perjuangan'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SJE3BuXK83I/AAAAAAAAAIU/mUGdZRndIQE/s72-c/p.rudi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-5473285591875612752</id><published>2008-07-21T01:18:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T01:26:30.381-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Festival Drama Perjuangan Sak Solo</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada tanggal 19 sd 23 Juli 2008 Kelompok Tonil Klosed menggelar acara Festival Drama Perjuangan antar kampung &lt;em&gt;Sak &lt;/em&gt;Solo. Acara tersebut bertempat di Panggung Pelangi / sanggar Kelompok Tonil Klosed, Perumahan Pelangi Utara IV no.6 Mojosongo, Solo. Dimulai pada pukul 19.00 WIB setiap harinya.&lt;br /&gt;Kelompok Tonil Klosed Surakarta berdiri 20 April 1998. Sejak awal pembentukannya, Klosed sering pentas di tempat-tempat umum seperti terminal, panti asuhan, kampung, lapangan kampung, stasiun, tempat pelelangan ikan, LP dan Ponpes. Namun begitu, Klosed sebagai kelompok keseinan sangat serius dalam menjalani proses kreatifnya.&lt;br /&gt;Secara sederhana, event ini diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT RI ke 63. tetapi ada harapan besar yang tersimpan di dalamnya, yakni bertemunya seluruh lapisan masyarakat dalam satu ruang publik dengan balutan kompetitif. Sehingga dari sini akan terjalin tali silaturahmi yang menarik dan menjadi bentuk nyata usaha mempertahankan persatuan, kesatuan, dan jiwa nasionalisme.&lt;br /&gt;Sebagai bentuk penghargannya akan diperebutkan Trophy Walikota surakarta, Wakil Walikota Surakarta, Ketua DPRD II Surakarta, Aria Bima ( anggota DPR Pusat ), ketua Dewan Kesenian Surakarta, Teater Gidag Gidig dan Padepokan Lemah Putih yang akan diperebutkan dalam berbagai kategori. Disamping itu, juga ada hadiah berupa seekor kambing, sepasang angsa dan sepasang enthog bagi grup-grup yang berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Para Peserta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Teater Lincak ( kampung Pucang sawit Rt.02/II, Gerdu, Jebres) Judul Naskah : KIKIS, karya : Udin UPW, sutradara : Ayu dan Agus Ethek&lt;br /&gt;2. Teater Warung ( Kampung Dawung Wetan Rt.01/XI, Danukusuman) Judul naskah : Lurung Kolobendu, karya : Joko Bibit, Sutradara : Subagyo&lt;br /&gt;3. Teater Kate ( kampung Sewu Rt.01/VII ) Judul Naskah : Akhirnya Merdeka, Karya : BJ Hari, Sutradara : BJ Hari&lt;br /&gt;4. Teater Duren Sinigar ( Perum seniman, Ngipang, Kadipiro ) Judul Naskah : Duren Sinigar, Sutradara : Dwi Mustanto&lt;br /&gt;5. Teater Area Q ( kampung Bonoroto Rt.03, Gondangrejo, Karanganyar ) Judul Naskah : Meditasi, Sutradara : Manyol Owot.&lt;br /&gt;6. Teater Garam ( kampung Ngasinan Rt.03/XII, Jebres ) Judul Naskah : Lorong, Karya : Putut Buchory, Sutradara : Caroko Tri Hananto Turah&lt;br /&gt;7. Teater Prasasti ( Praon Rt.02/Viii, Nusukan, Banjarsari ) Judul Naskah : Tumbal, Karya : Bayu Gendhut, Sutradara : Bayu Gendhut&lt;br /&gt;8. Nusa Mekar ( Jl. Majapahit I, Nayu Barat Rt.08/XIV, Nusukan, banjarsari ) Judul Naskah : Spirit Of Kemerdekaan, Karya : Prawoto Susilo, Sutradara : Owot&lt;br /&gt;9. Teater Tejo ( kampung Gendingan Rw XVI Jebres ) Judul Naskah : Satu Kata, Karya : Wawat, Sutradara : Hidayat Pele&lt;br /&gt;10. Kelompok Teater One ( Jl. Yani 34 Kuthorejo, Sragen ) Judul Naskah : Sulastri, Sutradara : Pine Wiyatno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Kombor, 21 juli 2008 &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sumber : diambil dari Klosed&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-5473285591875612752?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/5473285591875612752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=5473285591875612752&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5473285591875612752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5473285591875612752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/07/festival-drama-perjuangan-sak-solo.html' title='Festival Drama Perjuangan Sak Solo'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6795432056222390821</id><published>2008-07-14T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T00:55:30.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Imajinasi</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang kiai di Solo pernah memberikan nasihat yang cukup nyleneh kepada seorang kawan wartawan. Wartawan tersebut mempunyai dua orang anak, salah satunya sudah menginjak usia sekolah dasar. Nah, kiai tersebut menyarankan agar si wartawan memberikan latihan pre – memory kepada si anak tepat sebelum dia tidur. Si anak disuruh menceritakan kembali sebagian aktifitasnya. Kadang si anak disuruh bercerita tentang kejadian – kejadian sewaktu bersekolah di taman kanak – kanak di pagi hari. Kadang dia juga disuruh bercerita pengalaman – pengalaman menarik sewaktu bermain di sore hari.&lt;br /&gt;Latihan &lt;em&gt;pre – memory&lt;/em&gt; seperti itu sangat penting untuk pengembangan imajinasi si anak, demikian ujar sang kiai. Dengan imajinasi, anak dapat melakukan pengandaian yang bisa dia lakukan. Seandainya ikan peliharaannya tidak kelupaan &lt;em&gt;dimakani&lt;/em&gt;, tentu ikan itu tidak akan mati. Seandainya dia jadi ikan, tentunya sengsara sekali menahan lapar. Sehingga sedikit rasa empati mulai muncul di diri anak tersebut. Bagi sang kiai yang bukan seorang pekerja teater, imajinasi ternyata penting sekali. Dengan imajinasi, oarng diajak untuk selalu melakukan telaah secara mendalam sebelum dia memutuskan sesuatu. Dan juga bukan dia seorang saja, tapi ada seorang filsuf bernama Hannah Arendt yang menganggap imajinasi itu penting.&lt;br /&gt;Mari sejenak kita legalkan &lt;em&gt;parsimony&lt;/em&gt;, penghematan berpikir, karena filsafat Hannah Arendt sangatlah dalam dan orisinil. Arendt melakukan pengamatan terhadap pengadilan Eichmann di Jerusalem dan pengadilan Frankfurt. Semua pengadilan tersebut berusaha untuk mengadili para penjahat rezim Nazi yang terlibat dalam genoicida terhadap bangsa Yahudi. Kesimpulan akhir dari Arendt sangat mencengangkan. Dalam &lt;em&gt;banality of evil&lt;/em&gt;, Eichmann atau siapapun juga yang dengan enteng melakukan kejahatan tanpa rasa bersalah, bahkan dalam ukuran moral sangatlah biadab, di situ terlihat kenyataan orang yang tanpa pikiran &lt;em&gt;( thoughtless).&lt;/em&gt; Suatu kemalasan luar biasa untuk menggunakan akal yang seharusnya membuat orang berpikir, berimajinasi dan mampu mengambil keputusan untuk perkara – perkara yang dalam.&lt;br /&gt;Nah, ternyata imajinasi penting sekali dalam berkehidupan. Mungkin bagi sebagian orang, latihan imajinasi yang dilakukan oleh kawan – kawan teater, adalah hal yang sia – sia. Bahkan para pelaku latihan imajinasi, sering dikira sebagai &lt;em&gt;wong edan anyaran&lt;/em&gt;. Tapi jika diolah dengan baik, imajinasi dapat menuntun kita ke arah yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6795432056222390821?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6795432056222390821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6795432056222390821&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6795432056222390821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6795432056222390821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/07/imajinasi.html' title='Imajinasi'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-3705169629379879340</id><published>2008-07-02T20:41:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T21:06:59.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Peksiminas</title><content type='html'>Selama dua hari berturut yaitu senin dan selasa tanggal 30 juni 2008 dan 01 juli 2008 telah berlangsung Festival Monolog Teater Kampus se Jawa Tengah. Event tersebut diselenggarakan di Teater Kecil Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218630397915934242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SGxMsonVriI/AAAAAAAAAG8/2d_zgZiGfko/s400/monolog_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Festival ini adalah sebagai ajang untuk memilih wakil Jawa Tengah yang akan tampil di Pekan Seni Mahasiswa tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Jambi, tahun depan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badang Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jateng yang bekerjasama dengan ISI Surakarta ini diikuti oleh 12 peserta atau penyaji. Keduabelas penyaji itu di bagi dalam dua hari pementasan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Senin, 30 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Teater Hitam Putih-Universitas Setia Budi Surakarta menampilkan naskah Demokrasi karya Putu Wijaya&lt;br /&gt;2. Teater Kidung-Universitas Muhamadiyah Surakarta menampilkan naskah Blok karya Putu Wijaya&lt;br /&gt;3. Teater Kapling-UDINUS Semarang menampilkan naskah Arkeologi BEHA karya Beni Johanes&lt;br /&gt;4. Teater Depan-Politeknik Pratama Mulia Surakarta menampilkan naskah Demokrasi karya Putu Wijaya&lt;br /&gt;5. Teater Jejak-ISI Surakarta menampilkan naskah Prodo Imitatio karya Arthur S Nalan&lt;br /&gt;6. Teater Asal-UNSOED Purwokerto menampilkan naskah Masmirah karya Arthur S Nalan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selasa, 01 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Teater SS-UNES Semarang menampilkan naskah Demokrasi karya Putu Wijaya&lt;br /&gt;2. Teater Kronis-UKSW Salatiga menampilkan naskah Rumah dan Tetesan karya Riris K Toha Sarumpaet&lt;br /&gt;3. Teater Teras-UNIVET Bantara Sukoharjo menampilkan naskah Kasir Kita karya Arifin C Noer&lt;br /&gt;4. Teater Gema-IKIP PGRI Semarang menampilkan naskah Demokrasi karya Putu Wijaya&lt;br /&gt;5. Teater Dipo-UNDIP Semarang menampilkan naskah Demokrasi karya Putu Wijaya&lt;br /&gt;6. Forum Komunikasi Teater (FKT)-Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta menampilkan naskah BIN karya Beni Johanes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua hari pementasan itu cukup menarik animo penonton untuk menyaksikan gelaran itu. Setiap harinya Gedung Teater Kecil ISI itu selalu dipenuhi oleh penonton.&lt;br /&gt;Dari 12 penyaji itu dipilih tiga penyaji terbaik dan satu diantaranya yang akan mewakili Jateng untuk tampil di tingkat nasional di Jambi tahun depan. Hasil keputusan dewan juri yang terdiri dari Hanindawan (seniman solo) Bapak Agus (ISI Jogya) dan Mucus (wartawan Detik com) memilih 3 penyaji terbaik. Penilaian dilihat dari tampilan secara keseluruhan penyajian baik dari segi aktor, penyuteradaraan dan artistik. Secara umum dewan juri menilai bahwa semua penyaji telah menampilkan sebuah pementasan yang baik. Krtikan banyak ditujukan pada pengolahan naskah dan keaktoran. Dari segi naskah, karena waktu penyajian yang dibatasi telah memaksa para sutradara untuk mengedit naskah yang ada. Proses editing naskah inilah yang dilakukan oleh beberapa penyaji membuat naskah itu kurang berbobot atau tidak tepat sasaran. Namun juga ada beberapa penyaji yang telah berhasil mengedit naskah tersebut dengan baik.&lt;br /&gt;Dari segi keaktoran, ada beberapa aktor yang belum menyatu dengan naskah yang dibawakannya (terkesan menghafal). Rasa yang dibangun oleh aktor belum sempat menyentuh naskah yang dibawakannya. Maka dialog-dialog yang dilontarkannya tidak mempunyai bobot rasa sama sekali dan tidak ada emosi yang timbul dari apa yang diucapkannya.&lt;br /&gt;Dari penilaian yang dilakukan dewan juri atas beberapa hal yang diantaranya seperti yang diuraikan di atas maka dewan juri menetapkan ketiga penyaji terbaik itu adalah : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218631155076224130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SGxNYtQa1II/AAAAAAAAAHE/uey28VmY-v0/s320/penyaji+terbaik.jpg" border="0" /&gt;1. Penyaji Terbaik I adalah Teater Gema – IKIP PGRI Semarang dengan aktor Ahmad Sofyan Hadi, naskah Demokrasi sutradara Khanif Ramadlani&lt;br /&gt;2. Penyaji Terbaik II adalah Teater Kapling _ UDINUS Semarang dengan aktor Fajar Leksono, naskah Arkeologi BEHA sutradara Ismaedi&lt;br /&gt;3. Penyaji terbaik III adalah Teater SS – UNNES Semarang dengan aktor Hargi Mustikaningtyas Naskah Demokrasi sutradara Muji Kuat Pramono&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara festival monolog itu akhirnya di tutup oleh Drs Dwi Tiyanto SU (ketua BPSMI Jateng, sekaligus Pembantu Rektor UNS dan mantan Dekan FISIP UNS) dengan pemberian penghargaan kepada para penyaji terbaik.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(kombor_02/07/2008)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-3705169629379879340?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/3705169629379879340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=3705169629379879340&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3705169629379879340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3705169629379879340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/07/peksiminas.html' title='Peksiminas'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SGxMsonVriI/AAAAAAAAAG8/2d_zgZiGfko/s72-c/monolog_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7956365605493936261</id><published>2008-06-30T01:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T19:33:59.544-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pagupon Palupi'/><title type='text'>Pertemuan Perdana Pagupon Palupi</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SGiYGODVZ0I/AAAAAAAAAGk/zCNgHmxuLWY/s1600-h/pagupon.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217587400927438658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SGiYGODVZ0I/AAAAAAAAAGk/zCNgHmxuLWY/s400/pagupon.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;oleh : Kombor&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagupon Palupi (Paguyuban Minggu Pon Pahargyan Luhur Pambudi) telah menorehkan sejarah untuk pertama kalinya mantan-mantan penggiat teater Sopo FISIP UNS berkumpul dalam suatu wadah yang diawali dengan arisan. Mungkin ini menjadi satu-satunya arisan mantan penggiat teater kampus di dunia.&lt;br /&gt;Dengan semangat membangun kebersamaan dan niatan yang baik untuk menjalin silaturahim dan membina hubungan sosial yang lebih baik. Akhirnya pada tanggal 29 Juni 2008 kemarin telah diawali dengan satu pertemuan di rumah sdr Kombor di belakang UNS. Acara tersebut berlangsung mulai jam 10.00 WIB sampai dengan sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB dari pertemuan pertama tersebut terbentuk sebuah kepengurusan yang sederhana dari Pagupon Palupi ini. M Rifai Latief (Pa’i) sebagai koordinator, Suyanto (Kombor) sebagai sekretaris dan Nur Apriyana (Yana) di percaya sebagai bendaharanya.&lt;br /&gt;Banyak usulan yang mengharapkan kegiatan ini akan berkembang lebih baik lagi dengan berbagai macam usaha yang dapat membantu anggotanya. Usulan-usulan tersebut diantaranya membentuk yayasan, membentuk koperasi, memberikan simpan pinjam dengan bunga kecil, dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial untuk masyarakat yang sedang membutuhkan. Semua usulan itu akan terus di bahas tentang kemungkinannya di masa depan. Akan tetapi yang semua sepakat bahwa kegiatan diharapkan akan terus dapat berjalan secara rutin terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217586765514666274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SGiXhO9H8SI/AAAAAAAAAGc/W-o-UFMrWrc/s320/tj.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                                                                   (TeJe)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada pertemuan awal tersebut ditetapkan bahwa anggota arisan Pagupon Palupi saat ini berjumlah 20 orang. Dan setiap bulannya akan di gilir secara bergantian untuk tempat penyelenggaraanya. Pada pertemuan mendatang ditetapkan tanggal 3 Agustus 2008 bertempat di Rumah Tunjung (TeJe) di daerah Wedi, Klaten. Acara akan dimulai pada pukul 10.00 WIB ( kalau tidak ada perubahan waktu dan tempat)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7956365605493936261?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7956365605493936261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7956365605493936261&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7956365605493936261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7956365605493936261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/06/pertemuan-perdana-pagupon-palupi.html' title='Pertemuan Perdana Pagupon Palupi'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SGiYGODVZ0I/AAAAAAAAAGk/zCNgHmxuLWY/s72-c/pagupon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-113235059119809649</id><published>2008-06-16T01:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T01:38:14.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Pertunjukan Teater : Antara Prosesi Onani dan Media Komunikasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;                                                                   Oleh: Setyo Andi Saputro&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kejadian bisa dikatakan sebagai ‘peristiwa teater’ hanya jika melibatkan penyaji, tempat, dan penonton. Secara terbalik juga bisa disimpulkan, peristiwa ‘apapun’ yang melibatkan keberadaan tiga elemen tersebut, langsung bisa dikatakan sebagai sebuah ‘peristiwa teater’. Namun perlu digarisbawahi, bahwa yang akan dibahas disini lebih dikerucutkan pada salah satu peristiwa teater yang secara umum sudah kita akrabi, yaitu ‘pertunjukan teater di atas panggung’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah disinggung di atas, ketiga faktor tersebut adalah hal mutlak yang harus ada (sebagai syarat untuk disebut sebagai peristiwa teater, termasuk pertunjukan teater). Namun bisa dikatakan, ketiganya bukanlah satu-satunya. Karena bagaimanapun ada hal-hal lain yang tak boleh dikesampingkan dalam proses penciptaan karya pertunjukan teater. Salah satunya adalah keberadaan ‘pesan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, pertunjukan teater bukanlah sekedar geliat tubuh dan ceracau para aktor yang tak mempunyai makna apa-apa. Pertunjukan teater (seharusnya) tak jauh beda dengan besi konduktor yang menjadi media penghantar panas. Namun apa jadinya jika sebuah pertunjukan teater hanya sekedar menjadi prosesi onani yang hanya memuaskan satu pihak (yaitu pihak penyaji) saja? Hal semacam inilah yang seringkali kita temukan di gedung-gedung pertunjukan. ‘Penonton’ yang seharusnya mempunyai hak sama untuk bisa mendapatkan sesuatu dari sebuah pertunjukan, kadangkala terlupakan oleh para kreator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sering kita temui kelompok-kelompok teater yang terlalu sibuk mengeksplorasi sisi artistik, namun justru melupakan niat awal yang mendasari mereka untuk menggelar pertunjukan, yaitu ‘menyampaikan sebuah pesan’. Tak jarang sebuah pementasan yang ‘indah’ dari sisi artistik, dramaturgi, dan keaktoran, namun terlihat gagap dalam usaha ‘pengiriman pesan’. Padahal (dalam pertunjukan teater), keberadaan pesan seharusnya justru ditempatkan di atas elemen-elemen yang lain. Karena bagaimanapun, teater adalah sebuah media komunikasi. Dimana kreator (kelompok teater) mengemban tugas menyampaikan sebuah pesan kepada komunikan (penikmat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak dapat disangkal, masalah sampai atau tidaknya sebuah pesan, tak semata tanggung jawab sang kreator. Frame of reference dan field of experience komunikan, juga mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan proses penangkapan pesan ini. Namun adalah sesuatu yang mustahil ketika kita ingin merubah / memperbaiki / memberi saran terhadap pola pikir audience yang sedemikian banyak. Yang masih (agak) mungkin dilakukan adalah memberi masukan untuk para kreator, agar mempertimbangkan ‘bagaimana cara  menyampaikan pesan-pesan, sekaligus meminimalisir kemungkinan ‘kegagalan’ proses tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sebenarnya apa yang mendasari lahirnya hal semacam itu? Entahlah. Namun yang pasti, saat ini banyak seniman-seniman egois yang hanya mengejar kepuasan pribadi mereka sendiri, tanpa mempedulikan ‘hak penonton’ yang harusnya mereka penuhi. Sehingga yang terjadi pertunjukan teater tak lebih dari ajang curhat sang seniman tentang sebuah tema, yang tak mempunyai relevansi apapun dalam merubah situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam inilah yang (mungkin) menjadi kegelisahan Prita Kemal Gani. Pada pertengahan Januari lalu, Direktur salah satu sekolah komunikasi di Jakarta ini membidani kelahiran jurusan &lt;a href="javascript:void(0)" target="_blank"&gt;Performing Arts&lt;/a&gt; of Communication di lembaga yang dipimpinnya. Berbeda dengan jurusan teater di insitusi pendidikan seni semacam Institut Kesenian Jakarta atau Institut Seni Indonesia, jurusan di sekolah ini lebih mengedepankan ‘teater sebagai sebuah media komunikasi’. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa lembaga ini memang bukan sebuah institusi pendidikan seni, melainkan sekolah komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah kelahiran teaterawan dari lembaga semacam ini akan merusak tatanan pertunjukan teater oleh ‘seniman teater murni’? Tentu saja tidak. Justru dengan adanya lembaga belajar (resmi) dengan metode semacam ini, sedikit banyak akan memberi sebuah sapuan warna lain dalam jagat perteateran negeri kita, dimana banyak diantaranya yang semakin mengesampingkan ‘sampai tidaknya sebuah suara’.&lt;br /&gt;(Dengan catatan, jika memang ada hal yang ingin disuarakan.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang 15 Juni 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-113235059119809649?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/113235059119809649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=113235059119809649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/113235059119809649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/113235059119809649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/06/pertunjukan-teater-antara-prosesi-onani.html' title='Pertunjukan Teater : Antara Prosesi Onani dan Media Komunikasi'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7079248457253297031</id><published>2008-06-15T20:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T21:07:24.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Pimpro Pentas Produksi 2008</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SFXl0Ggo0ZI/AAAAAAAAAF8/UIS4y7BGv3Y/s1600-h/rakor.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212324827014680978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SFXl0Ggo0ZI/AAAAAAAAAF8/UIS4y7BGv3Y/s320/rakor.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada hari Jumat tanggal 13 Juni 2008 telah diadakan rapat anggota teater sopo. Rapat bertempat di boulevard UNS dan dimulai pada kira-kira pukul 20.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun sayang sekali karena ternyata jumlah anggota yang dapat hadir "tak lebih banyak dari jumlah pengurus". Tetapi kemudian itu bukanlah merupakan suatu kendala karena yang terpenting pada malam hari itu adalah terpilihnya seorang pimpinan produksi untuk pentas produksi tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah alot dalam perdebatan tentang siapa yang akan menjdi pimpro akhirnya mencuat dua nama yaitu Putra dan Nopex. Mereka masing-masing bersedia menjadi pimpro kali ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian mulailah mereka memusyawarahkan akan hal ini, hasil yang diperoleh adalah melalui voting bahwa &lt;strong&gt;Nopex (Kom 2006)&lt;/strong&gt; adalah pimpro pentas produksi teater sopo 2008.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212325296759054466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SFXmPccbIII/AAAAAAAAAGE/EOA0y3skIk4/s320/nopex.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;" Untuk langkah-langkah selanjutnya akan saya segera koordinasikan ke temen-temen untuk menyusun team produksi" kata Nopex setelah ia terpilih sebagai pimpro.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Selamat dan semoga sukses!!! Semangat....!!!!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7079248457253297031?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7079248457253297031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7079248457253297031&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7079248457253297031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7079248457253297031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/06/pimpro-pentas-produksi-2008.html' title='Pimpro Pentas Produksi 2008'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SFXl0Ggo0ZI/AAAAAAAAAF8/UIS4y7BGv3Y/s72-c/rakor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6411099319865615988</id><published>2008-06-08T23:09:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T23:29:41.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Matinya Seorang Aktor</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SEzKVpM3OFI/AAAAAAAAAF0/dlhdQfDpnYA/s1600-h/andiks.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209761342146689106" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SEzKVpM3OFI/AAAAAAAAAF0/dlhdQfDpnYA/s320/andiks.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;                                                            Oleh: Setyo Andi Saputro&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bilakah seorang aktor bisa dikatakan &lt;em&gt;‘berhasil’&lt;/em&gt;? Merujuk pada hukum tak tertulis yang berlaku di kalangan teaterawan, ada sebuah cara sederhana yang bisa dijadikan indikator berhasil tidaknya seorang aktor. Indikator ini bisa diterapkan ketika pementasan sudah selesai digelar. Bilamana ketika &lt;em&gt;(mantan)&lt;/em&gt; penonton masih mengenali sang aktor sebagai salah satu pemeran dalam pementasan, namun tidak ingat dengan karakter yang dibawakan, maka bisa diasumsikan bahwa aktor tersebut telah &lt;em&gt;gagal&lt;/em&gt;. Karena aktor jenis ini, ternyata tak sanggup menjadi ‘&lt;em&gt;sosok lain’&lt;/em&gt; ketika di atas panggung. Begitu pula sebaliknya, ketika &lt;em&gt;(mantan)&lt;/em&gt; penonton masih ingat benar dengan salah satu karakter dalam pertunjukan, namun tidak mengenali aktor yang memerankannya (&lt;em&gt;meski penonton tersebut bertemu langsung dan berbicara dengan sang pemeran),&lt;/em&gt; bisa dikatakan aktor jenis ini adalah aktor yang berhasil. Karena dirinya benar-benar &lt;em&gt;mereduksi segala sesuatu tentang dirinya, dan beralih rupa menjadi karakter tokoh yang diperankannya.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Metode penilaian&lt;/em&gt; semacam ini didasarkan pada makna dasar dari kata &lt;em&gt;‘aktor’&lt;/em&gt; itu sendiri. Dimana kata &lt;em&gt;aktor&lt;/em&gt;, berasal dari sebuah kosakata bahasa inggris &lt;em&gt;‘actor’ (turunan dari kata act yang artinya &lt;strong&gt;memainkan peran/berpura-pura&lt;/strong&gt;).&lt;/em&gt; Dari pemahaman ini bisa disimpulkan bahwa seorang aktor; &lt;em&gt;entah dalam pementasan teater maupun film; &lt;/em&gt;sebenarnya&lt;em&gt; (dan mungkin juga seharusnya)&lt;/em&gt; adalah seseorang yang &lt;em&gt;(hanya)&lt;/em&gt; berpura-pura memerankan seorang tokoh dalam naskah &lt;em&gt;(yang tentu saja&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bukan dirinya sendiri&lt;/strong&gt;).&lt;/em&gt; Atau dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa seseorang yang tidak memerankan karakter lain selain dirinya &lt;em&gt;(meliputi gesture, cara bicara, sikap, sifat, ekspresi muka, dsb)&lt;/em&gt; dalam sebuah pementasan, &lt;em&gt;bukanlah&lt;/em&gt; seorang &lt;em&gt;aktor sejati.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rupanya teori semacam ini tidak serta merta dipahami semua orang, bahkan juga oleh mereka yang sekian lama berkecimpung di dunia seni peran. Seperti yang termuat dalam sebuah berita di situs &lt;em&gt;Kompas.Com&lt;/em&gt;, dimana dikatakan bahwa saat ini casting pemain untuk film &lt;em&gt;Ketika Cinta Bertasbih (diangkat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy)&lt;/em&gt; sudah dimulai. Namun begitu konon ada sebuah perbedaan mendasar yang masing-masing diyakini oleh para juri yang terlibat dalam proses audisi tersebut. Yaitu perbedaan pendapat antara Didi Petet dan Neno Warisman. Bisa dikatakan keduanya adalah sedikit diantara aktor &amp;amp; aktris senior negeri ini, yang sebagian besar hidupnya dihambakan pada dunia akting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi Petet yang notabene adalah aktor dari lingkungan akademis berpendapat, bahwa dalam proses audisi ini yang terpenting dan paling mutlak dipenuhi hanyalah satu hal, yaitu &lt;em&gt;‘kemampuan akting’&lt;/em&gt;. Namun pandangan itu berbeda dengan pemikiran Neno Warisman. Aktris yang juga seorang &lt;em&gt;ustadzah&lt;/em&gt; ini mempunyai pemikiran, bahwa &lt;em&gt;selain kemampuan akting&lt;/em&gt; para peserta audisi yang nantinya terpilih haruslah sosok yang &lt;em&gt;mempunyai karakter mirip dengan tokoh yang nanti akan diperankan&lt;/em&gt;. Alasannya adalah karena film ini dikategorikan sebagai &lt;em&gt;film dakwah&lt;/em&gt;. Dan karenanya, diharapkan aktor yang terlibat di dalamnya bisa merepresentasikan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Karena bagaimanapun, mereka nantinya &lt;em&gt;diharapkan&lt;/em&gt; menjadi sosok panutan bagi para penonton yang mereka sasar. Dan jika disesuaikan dengan naskah film ini, bisa disimpulkan bahwa peserta audisi yang nanti terpilih &lt;em&gt;(oleh Neno Warisman)&lt;/em&gt; adalah mereka yang &lt;em&gt;agamis&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;mempunyai karakter (asli)&lt;/em&gt; yang layak untuk dijadikan panutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat titik inilah yang bisa dikatakan sebagai fase kematian seorang aktor. Dimana &lt;em&gt;aktor&lt;/em&gt; tak lagi diharuskan  &lt;em&gt;berproses dalam usaha alih rupa menjadi sosok lain yang bukan dirinya&lt;/em&gt;, melainkan hanya diijinkan &lt;em&gt;bertindak sebagai wayang sesuai karakter asli pribadinya&lt;/em&gt;. Jika hal ini yang terjadi, bukankah bisa dikatakan bahwa &lt;em&gt;aktor telah mati?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semarang 8 Juni 2008&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6411099319865615988?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6411099319865615988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6411099319865615988&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6411099319865615988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6411099319865615988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/06/matinya-seorang-aktor.html' title='Matinya Seorang Aktor'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SEzKVpM3OFI/AAAAAAAAAF0/dlhdQfDpnYA/s72-c/andiks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-4457970783666295576</id><published>2008-06-02T22:53:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T22:59:42.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Nona Kim</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi George W. Bush, wujud teror adalah Islam radikal. Bagi Osama bin Laden, wujud teror adalah Zionisme. Bagi Teater SOPO, wujud teror adalah Nona Kim. Nona Kim ? Bukankah ada banyak hal yang bisa menimbulkan rasa takut pada setiap anggota teater selain, siapa itu tadi, Nona Kim ? Seperti tidak adanya ijin pentas dari pihak yang berwenang. Atau tidak adanya dana untuk pentas. Hal – hal seperti itu jelas momok yang menakutkan dibandingkan dengan Nona Kim. &lt;em&gt;Who the hell is&lt;/em&gt; Nona Kim ?&lt;br /&gt;Dulu kala pernah ada anggota teater yang bernama Tholo. Mahkluk satu ini memang dilahirkan untuk &lt;em&gt;ngawur&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;natural born ngawur&lt;/em&gt;. Suatu ketika, si Tholo ini kumat dalam hal pembuktian keeksistensian &lt;em&gt;ngawurnya&lt;/em&gt;. Dengan cara apa ? Dengan cara membuka lebar – lebar pintu komunikasi dari dan ke dunia mahkluk halus. Dan tentu saja tempatnya di sekretariat Teater SOPO. Di mana lagi ? ( Begitu pikirnya kala itu ) Walhasil, singkat cerita, Tholo sekarang sudah sukses berada di &lt;em&gt;Mbetawi&lt;/em&gt; sana. Dan di Gudang Teater SOPO juga sukses mempunyai penghuni tetap berwujud mahkluk halus yang mempunyai nama Nona Kim.&lt;br /&gt;Seperti halnya Tholo, Nona Kim juga haus dalam pembuktian keeksistensian. Dia sering menampakan diri, membuat suara – suara seram, menebarkan aroma harum dan fenomena penampakan lainnya. Cuma bedanya kalau Tholo sukanya &lt;em&gt;ngawur&lt;/em&gt;, Nona Kim lebih tertata. Nona Kim lebih suka mengeluarkan fenomena penampakannya hanya jika kreatifitas Cah SOPO lagi &lt;em&gt;mandeg&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Ketika tak ada proses berkreatifitas di lingkungan sekretariat Teater SOPO, Nona Kim akan menampakan dirinya. Ketika kesunyian menghinggapi sekretariat, Nona Kim membuat suara seram. Ketika sekretariat hanya diisi oleh orang – orang yang melamun, Nona Kim menebarkan bau bunga &lt;em&gt;Kanthil&lt;/em&gt;. Begitu seterusnya, tapi, Nona Kim tidak akan menampakkan wujudnya jika ada proses kreatifitas sekecil apa pun di lingkungan sekretariat.&lt;br /&gt;Nona Kim memang bukan wujud hantu seperti &lt;em&gt;kolor ijo&lt;/em&gt;, atau pun hantu – hantunya Goenawan Mohamad dalam “ &lt;em&gt;Santeto – fobia&lt;/em&gt; .” Tapi lebih kepada petanda akan adanya kemiskinan kreatifitas di tubuh Teater SOPO. Dan seperti bagaimana laiknya sebuah tanda, dia boleh untuk ditafsirkan ulang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-4457970783666295576?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/4457970783666295576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=4457970783666295576&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4457970783666295576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4457970783666295576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/06/nona-kim.html' title='Nona Kim'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7962308210054189358</id><published>2008-06-02T22:41:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T22:53:03.060-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Motivasi Marah : Ya… Marah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di sebuah warung susu sapi segar, Om Yan sedang marah – marah. Om Yan adalah pemilik bengkel &lt;em&gt;Oge&lt;/em&gt; &lt;em&gt;( Oedoek Guedhi alias Moge )&lt;/em&gt; terkenal di Kota Solo. Om Yan adalah orang yang sangat disiplin dalam menjalani hidupnya. Anak – anaknya sukses semua. Bahkan ada yang jadi direktur di sebuah perusahaan asing. Hidup Om Yan yang dulu keras, sekarang sudah &lt;em&gt;more than lumayan&lt;/em&gt;. Tapi hebatnya Om Yan tetap hidup sederhana. Nah, malam itu Om Yan lagi marah – marah.&lt;br /&gt;Marahnya tidak tanggung – tanggung, pakai acara &lt;em&gt;misuh – misuh&lt;/em&gt; segala. Mulai dari &lt;em&gt;sato iwen&lt;/em&gt; sampai &lt;em&gt;pisuhan&lt;/em&gt; yang paling merendahkan martabat manusia keluar dari mulutnya. Dia marah terhadap segala hal yang tidak beres jalannya. Mulai dari pemerintahan sampai ke para pedagang. Dari masalah perburuhan hingga ke perpolitikan. Tapi ajaibnya, sambil marah dia tidak lupa terhadap hidangan didepannya.&lt;br /&gt;Dengan intonasi suara yang kencang dan tinggi, raut muka yang &lt;em&gt;kereng&lt;/em&gt;, dia memarahi pemerintahan yang tidak &lt;em&gt;becus&lt;/em&gt;, anggota dewan yang korup, pedagang yang licik, demonstran bayaran, LSM provokator, mahasiswa malas. Kemudian jeda, &lt;em&gt;mak lhep&lt;/em&gt;, sosis bakar itu masuk ke dalam mulutnya. Sambil mencucu karena mulut masih penuh makanan dia menyemprot salah satu pengunjung yang mulai merokok. Rokok adalah produk &lt;em&gt;neo kolonialisme&lt;/em&gt;, kemudian dia marah terhadap penindasan buruh oleh pemodal, cengkraman modal asing, BUMN yang diobral, BBM naik tinggi, neo liberalisme, tanah air yang masih dijajah asing. Jeda, &lt;em&gt;mak sruput&lt;/em&gt;, STMJ itu masuk dalam kerongkongannya.&lt;br /&gt;Sambil mengusap sisa susu yang menghias kumisnya, dia melanjutkan marah – marahnya. Dan tentu saja dihiasi dengan kata – kata &lt;em&gt;pisuhan&lt;/em&gt;. Tak seorangpun menanggapi amarah Om Yan. Para pengunjung warung tersebut sudah terlanjur takjub. Paling – paling cuma nyenggaki sebentar. Belum habis rasa takjub ini, Om Yan sudah pamit minta pulang. Lalu &lt;em&gt;mak klepat&lt;/em&gt;, dia sudah mengayuh sepeda anginnya yang butut.&lt;br /&gt;Ketika rasa takjub sudah reda, segera saja si pemilik warung ditanyai tentang motivasi marah dari Om Yan. Si pemilik warung cuma &lt;em&gt;nyengir&lt;/em&gt; sambil berkata, “ Om Yan itu ya seperti itu. Sukanya marah – marah. Marahnya Om Yan kok pake motipasi. Marah, ya marah. “ &lt;em&gt;We lha dalah&lt;/em&gt;, marah kok tidak pakai motivasi. Stanislavsky bisa bangkit dari kuburnya kalau mendengar itu. Marah &lt;em&gt;kok nggak&lt;/em&gt; pake motivasi…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7962308210054189358?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7962308210054189358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7962308210054189358&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7962308210054189358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7962308210054189358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/06/motivasi-marah-ya-marah.html' title='Motivasi Marah : Ya… Marah'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-8834493913604027835</id><published>2008-05-30T18:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T18:36:29.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Tuhan, Teater &amp; Tuhan Teater</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;                                                      Oleh : Setyo Andi Saputro&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;‘Tuhan’&lt;/em&gt; hanyalah proyeksi buatan manusia, ungkap filsuf Jerman Ludwig Feuerbach. Yang menjadi pertanyaan lanjutan, mengapa manusia harus menciptakan proyeksi semacam ini? &lt;em&gt;‘Keterasingan jiwa manusia’&lt;/em&gt;, ungkap Marx. Pada hakekatnya, ketika manusia menyimpan sebuah kehampaan akibat keterasingan dalam dirinya, dia akan membutuhkan sebuah ruang untuk mengaktualisasikan diri. Ruang ini berguna sebagai sebuah lintasan tempat ‘berlari’ dari rumitnya realita kehidupan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pandangan Marx ini disetujui, mungkin kita akan bisa sedikit menelaah &lt;em&gt;cara&lt;/em&gt; &lt;em&gt;hidup&lt;/em&gt; beberapa seniman &lt;em&gt;(dalam hal ini seniman teater)&lt;/em&gt; yang sedemikian &lt;em&gt;‘cinta mati’&lt;/em&gt; terhadap dunia yang satu ini. Memang ketika kita berbicara tentang logika, pilihan hidup segelintir orang yang berkecimpung di &lt;em&gt;‘jagat perteateran’&lt;/em&gt; ini agak sulit diterima oleh nalar. &lt;em&gt;(Terutama mereka yang benar-benar ‘berteater’&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;dan tidak termasuk para mahasiswa yang sekedar ‘mengisi waktu’ dengan bergulat dengan teater kampus).&lt;/em&gt; Bagaimana bisa diterima akal, ketika mereka; &lt;em&gt;manusia-manusia ini&lt;/em&gt;; bersedia merelakan waktu, tenaga dan biaya untuk menghidupi dunia yang &lt;em&gt;(untuk di Indonesia)&lt;/em&gt; kecil kemungkinan memberikan ‘&lt;em&gt;imbalan’&lt;/em&gt; seperti halnya bidang-bidang lain yang terhidupkan di kultur hedonis semacam ini? Bagi mereka, &lt;em&gt;‘teater’&lt;/em&gt; sudah menjelma menjadi semacam &lt;em&gt;agama.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sebuah pengabdian&lt;/em&gt;, begitu beberapa orang mengatakan. &lt;em&gt;Jalan hidup&lt;/em&gt;, begitu ungkap yang lain. Namun apapun sebenarnya itu, jika kita menggunakan teori Marx di atas, kita akan langsung bisa mengetahui &lt;em&gt;alasan&lt;/em&gt; apa sebenarnya yang membuat beberapa manusia bersedia ‘&lt;em&gt;menuhankan&lt;/em&gt;’ bidang yang satu ini. Mereka menjadikan &lt;em&gt;teater&lt;/em&gt; sebagai sebuah &lt;em&gt;lintasan untuk berlari&lt;/em&gt;, setelah sebelumnya, mereka &lt;em&gt;terlalu penat akibat terus-terusan terbungkam oleh jeruji kehidupan yang tak terkalahkan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;‘Lalu apakah jawaban ini sudah menjadi sesuatu yang mutlak&lt;/em&gt; benar?’. Tentu saja tidak. ‘&lt;em&gt;Apakah tak mungkin teori ini hanyalah sekedar ungkapan ngawur bin konyol yang salah kaprah?&lt;/em&gt;’. Tentu saja &lt;em&gt;(teramat)&lt;/em&gt; mungkin. Karena filsafat; &lt;em&gt;seperti halnya cabang-cabang ilmu lain&lt;/em&gt;; pada hakekatnya hanyalah kumpulan teori yang berusaha menjabarkan pemikiran manusia, merubah pola menjadi angka, serta menjabarkan ide dalam kata-kata. Sementara yang ‘&lt;em&gt;pasti benar’&lt;/em&gt;, hanyalah &lt;em&gt;satu&lt;/em&gt;. Yaitu, &lt;em&gt;keberadaan berbagai kemungkinan&lt;/em&gt; ‘jawaban’, &lt;em&gt;yang hanya dimengerti oleh masing-masing obyek yang sedang kita bicarakan saat ini&lt;/em&gt;. Dan karena hanya &lt;em&gt;dimengerti&lt;/em&gt; oleh mereka, tentu saja kita tak bisa memperbincangkannya.  Karena bagaimanapun, kita bukan mereka. Setidaknya saya, entah jika anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semarang, 29 Mei 2008&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-8834493913604027835?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/8834493913604027835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=8834493913604027835&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/8834493913604027835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/8834493913604027835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/05/tuhan-teater-tuhan-teater.html' title='Tuhan, Teater &amp; Tuhan Teater'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6813403471082617928</id><published>2008-05-27T22:04:00.001-07:00</published><updated>2008-05-27T22:12:11.846-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>Bingkai Bikin-Bikin</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SDzoNVGgfGI/AAAAAAAAAFY/mMkaYbvd6FU/s1600-h/bikin2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205290585033833570" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SDzoNVGgfGI/AAAAAAAAAFY/mMkaYbvd6FU/s400/bikin2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; entah sampai kapan...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;ekspresi kami mampu terealisasi,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;karya dari kegalauan kami,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;untuk sedikit berkata,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dan mencoba unjuk diri,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;di dalam bumi seni,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;yang maha luas ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;.......................&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;meski kini &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;ruang bagi kami&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;terasa sulit dan sempit. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6813403471082617928?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6813403471082617928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6813403471082617928&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6813403471082617928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6813403471082617928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/05/bingkai-bikin-bikin.html' title='Bingkai Bikin-Bikin'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SDzoNVGgfGI/AAAAAAAAAFY/mMkaYbvd6FU/s72-c/bikin2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7699670658530543969</id><published>2008-05-21T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T00:41:50.022-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Bikin - Bikin</title><content type='html'>oleh : Hendro Prabowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Bikin – bikin “ adalah term dari sebuah event pentas rutin tahunan Teater SOPO yang mengeksplorasi sisi keaktoran, artistik dan pengorganisasian teater untuk kemudian dipresentasikan ke dalam wujud berbagai macam pentas. Karena mengedepankan kata “ eksplorasi “ itu tadi maka “ Bikin – bikin “ bisa berlangsung lebih dari satu hari. Yang per harinya bisa ada dua sampai empat pertunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatnya pun tidak terikat hanya pada satu ruangan saja, tapi bisa di luar ruangan atau berpindah tempat. Begitu juga dengan personil. Jika pementasan pertama seorang anggota menjadi aktor utama, hari kedua dia bisa menjadi pemegang alat musik. Atau menjaga &lt;em&gt;parkiran&lt;/em&gt;. Pada intinya “ Bikin – bikin “ adalah keriuhan Teater SOPO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah hanya itu saja maksud dari para &lt;em&gt;orang tua&lt;/em&gt; dulu ketika membikin “ Bikin – bikin ? “ Setelah di – &lt;em&gt;gothak&lt;/em&gt; – &lt;em&gt;gathuk entuk&lt;/em&gt;, “ Bikin – bikin “ ternyata agak &lt;em&gt;nyrempet &lt;/em&gt;ke teater eksperimental – nya  Bertolt Brecht, teater epik. Paling tidak &lt;em&gt;nyrempet&lt;/em&gt; pada efek yang ditimbulkan. Yaitu efek pengasingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek pengasingan dalam teater epik Brecht bertujuan untuk mengasingkan penonton dari pertunjukan, sehingga mencegah timbulnya perasaan terbawa emosi dari penonton yang mematikan daya kritis. Penonton pun tetap sadar bagaimana karakter dan peristiwa – peristiwa dalam pertunjukan teater tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek pengasingan menyajikan sebuah pengalaman yang sudah akrab dalam kemasan yang tidak akrab sehingga penonton masih dapat memikirkan tindakan – tindakan dan kejadian – kejadian yang sepertinya alamiah ternyata &lt;em&gt;by design&lt;/em&gt; oleh para personil teater. Ini kebalikan dari teater borjuis yang disuguhkan dengan baik oleh para sineas – sineas kita khususnya sineas opera sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teater borjuis berusaha untuk memanipulasi tindakan – tindakan dan kejadian – kejadian yang sama sekali aneh, mengemasnya dalam ilusi realitas, dan &lt;em&gt;mencekoknya&lt;/em&gt; pada penonton yang pasif. Ingat kasus Lely Sagita yang mulutnya &lt;em&gt;dikruwes&lt;/em&gt; oleh penonton pertunjukannya ? Nah, peng – &lt;em&gt;kruwesan&lt;/em&gt; tadi adalah efek yang ditimbulkan oleh teater borjuis, efek pembodohan.&lt;br /&gt;Dengan demikian, teater epik bukanlah ladang penyemaian fantasi penonton, melainkan lebih merupakan arena yang dihasilkan dari persilangan antara &lt;em&gt;laboratorium&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;arena sir&lt;/em&gt;kus, &lt;em&gt;aula musik, gelanggang olah raga dan ruang diskusi&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7699670658530543969?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7699670658530543969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7699670658530543969&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7699670658530543969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7699670658530543969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/05/bikin-bikin.html' title='Bikin - Bikin'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-3472103289190475368</id><published>2008-05-06T00:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T00:40:15.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Jujur dan Bahagia</title><content type='html'>oleh : Hendro Prabowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nano Riantiarno dedengkot Teater Koma tersebut pernah berujar bahwa tujuan akhir dalam berteater adalah jujur dan bahagia. &lt;em&gt;Lha&lt;/em&gt;, bagi kami &lt;em&gt;menungso&lt;/em&gt; biasa, &lt;em&gt;mengus – mengus kebak dosa&lt;/em&gt; ( sesuatu yang bernapas dan penuh dosa ), jujur dan bahagia itu sangat sulit sekali untuk dilakukan. Bahkan dikhayalkan pun sulit. Jangan – jangan Mas Nano itu sudah putus asa terhadap teater…Tapi setelah dipikirkan bener – bener, apa yang menjadi tujuan berteater tersebut bukan mustahil untuk dicapai. Sulit memang, tapi tidak mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita dengar peribahasa barat “ &lt;em&gt;Sad but True&lt;/em&gt; .” Katakan dengan jujur walau itu sangat menyakitkan. Peribahasa yang hanya berisi tiga kata tapi mengandung berjuta implikasi dan sarat dengan makna. Tapi &lt;em&gt;sad but true&lt;/em&gt; itu sebenarnya mudah dilakukan. Ada banyak situs yang berisi nasihat untuk terus berkata dan bertindak dengan jujur tanpa mengundang implikasi – implikasi yang menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan itu sesuatu rasa yang sangat relatif. Persis dengan tesisnya Einstein, ruang dan waktu relatif, &lt;em&gt;even time doesn’t exist&lt;/em&gt;. Kebahagiaan itu relatif. Kebahagiaan itu &lt;em&gt;mulur – mungkret&lt;/em&gt;. Tidak ada ukuran pasti dengan kebahagiaan. Kebahagiaan seorang konglomerat lain sekali dengan kebahagiaan seorang PNS. Memang kebahagiaan sering menemukan kehakikian dan kemurniannya seperti yang kerap terjadi di Kalkuta, City Of Joy. Tapi ukuran pasti kebahagiaan ? Kebahagiaan itu mulur – mungkret.&lt;br /&gt;Menjadi insan kamil yang jujur ? Pasti bisa ! Menjadi insan kamil yang selalu bahagia ? Pasti bisa ! Menjadi insan kamil yang jujur dan bahagia ? Pasti…Ya…Seperti tulisan di atas. Sulit tapi bukannya tidak mungkin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-3472103289190475368?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/3472103289190475368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=3472103289190475368&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3472103289190475368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3472103289190475368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/05/jujur-dan-bahagia.html' title='Jujur dan Bahagia'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7393006035548136477</id><published>2008-05-06T00:34:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T00:36:10.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Menemukan</title><content type='html'>oleh : Gondrong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang pernah berkelindan dalam proses teater pasti sering mendengar kata “ mencari “, “ dicari “ atau “ digoleki “ dalam bahasa Jawa. Kata itu sering diucapkan oleh, entah, sutradara, penulis naskah atau si penata artistik. Sang sutradara, misalnya, menyuruh si aktor untuk mencari emosi yang tepat bagi karakternya atau gerak tubuh yang pas dengan dialog. Maka si aktor tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari persis seperti apa yang diinginkan oleh sang sutradara. Jika apa yang dicari oleh si aktor dan sutradara tak jua terpenuhi, maka yang tersisa adalah beban. Banyak juga para aktor itu akhirnya mendapatkan apa yang dicari setelah pementasan usai. Hal itu membuat mereka sangat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu sisi, apa yang dilakukan oleh para aktor itu persis dengan apa yang dilakukan Siddharta dalam romannya Herman Hesse. Siddharta selalu mencari dan mencari dalam hidupnya. Suatu saat dia berhenti dengan pencariannya, dan berkata, “ Jika seorang mencari, dia hanya akan melihat hal – hal yang dia cari. Dia tidak dapat menemukan dan menyerap hal – hal di luar yang dia cari. Dia mencari, karena dia hendak mengejar suatu tujuan. Dan hanya tujuan itu yang terus membayang – bayangi hidupnya. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari itu lain dengan menemukan. Mencari membuat orang terikat, karena dia harus selalu mengejar sesuatu. Sedang menemukan membuat orang bebas dan menerima, karena dia tidak dikejar – kejar untuk meraih sesuatu. Hanya dengan bebas dan menerima, orang bisa merasakan pelbagai anugerah yang tiap hari datang menghampirinya dengan berlimpah – limpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses berteater kita seringkali tidak merasakan apa yang sebenarnya kita temukan dalam proses mencari tersebut. Kerap kali apa yang kita temukan tersebut mengandung nilai yang berharga dan bermakna, tapi kita mengacuhkan begitu saja. Itu semua terjadi karena tuntutan skenario atau sutradara demi suksesnya sebuah pementasan. Seusai pentas, akhirnya, apa yang dirasakan oleh para aktor adalah perasaan lega bukan buatan. Beban mereka seperti terangkat bersamaan dengan usainya sebuah pementasan. Karena mereka sudah terpenjara oleh proses berteater itu. Proses yang menekankan hanya kepada kata “ mencari .”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7393006035548136477?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7393006035548136477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7393006035548136477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7393006035548136477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7393006035548136477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/05/menemukan.html' title='Menemukan'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-7859979515118687408</id><published>2008-05-06T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-03-03T07:46:18.644-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Uwek Saba Kafe</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Uwek itu nama parapan dari seorang teman.  Dari dulu sampai sekarang dia masih aktif berteater, walaupun dia sudah bekerja di percetakan besar di Solo. Dia masuk ke kampus Kentingan tahun 1998 tapi umurnya sudah tua betul. Lebih tua dari siapapun yang lagi aktif di Teater SOPO kala itu. Belum lagi wajahnya yang klasik, cara bicara dan gestur tubuhnya pun klasik. Semakin menunjukan kalau dia itu &lt;em&gt;tuwo&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir – akhir ini Uwek itu keranjingan masuk kafe. Kafe di sini tidak seperti kafe jaman dulu menurut fungsinya. Dulu, kafe didirikan untuk mat – matan minum kopi di senja hari sambil mandangin lukisan atau hasil seni lainnya. Di tempat itu para pengunjung, yang kebanyakan dari struktur intelektual, berbicara tentang berbagai hal berat dalam bungkus ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kafe di sini sudah tentu tidak seperti itu. Kita semua tentunya sudah mafhum akan hal itu. &lt;em&gt;Wong&lt;/em&gt; jamannya sudah lain. Tapi kafe yang dikunjungi oleh Uwek bukanlah kafe ruwet. Di mana isinya cuma musik yang disetel keras –keras sama aroma alkohol. Kafe yang dikunjungi Uwek adalah kafe kebanyakan. Yang kebanyakan pengunjungnya adalah eksekutif muda dan para ABG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, membayangkan Uwek dalam casing klasik keluar masuk kafe yang isinya ABG itu rak absurd &lt;em&gt;to &lt;/em&gt;? &lt;em&gt;Gek &lt;/em&gt;apa yang dilakukan sama yang dicari oleh orang itu? Kan teater itu sangat kental dengan proses pencariannya. Mencari sesuatu yang murni dan hakiki. &lt;em&gt;Mosok ya o&lt;/em&gt; ada yang hakiki di kafe itu ? &lt;em&gt;Gek – gek&lt;/em&gt; Uwek itu lagi cari jodo ABG ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Walter Benjamin berkata lain. Tokoh aliran kritis tersebut “ memasukkan “ Uwek ke dalam kategori manusia progresif. Manusia yang menonton film, masuk ke dalam keramaian kota, bekerja dengan mesin dan berkesenian. Manusia yang penuh dengan pengalaman – pengalaman kejutan yang menelanjangi objek dan pengalaman dari auranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kejutan “ merupakan salah satu kunci dari estetika Benjamin. Kehidupan urban modern dicirikan dengan benturan – benturan sensasi yang fragmenter dan berubah – ubah. Baginya kenyataan ini bukan sebagai tanda keterpecahan “ keutuhan “ manusia di bawah kapitalisme. Tapi lebih kepada basis bagi bentuk artistik yang lebih progesif. &lt;em&gt;Dus&lt;/em&gt;, mari ditunggu kejutan lanjutan dari si Uwek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jejaka malas tobat&lt;br /&gt;by : dony setiyawan SOPO 09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hei..... apa kabar kamu?&lt;br /&gt;dasar seorang anak yang malas, yang berdiri di pojok ruangan,&lt;br /&gt;sambil menghirup asap yang di beli 800 perak di warung perempatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelontang-kelantung tak tau arah, dari pada itu kaislah sekerincing uang dengan segala halal,,&lt;br /&gt;entah itu berBuruh atau berWirausaha,, tapi doktrinlah di benak kalian dengan "go away haram"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hitunglah hari dan badget yang diperlukan, karena dengan perkiraan kita akan tahu kekurangan kebutuhan kita,, &lt;br /&gt;save your money..&lt;br /&gt;pikirkanlah masa depan&lt;br /&gt;masa kejayaan, dan masa penikmatan hasil,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-7859979515118687408?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/7859979515118687408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=7859979515118687408&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7859979515118687408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/7859979515118687408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/05/uwek-saba-kafe.html' title='Uwek Saba Kafe'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2570565173983931534</id><published>2008-05-05T23:42:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T23:47:15.286-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Tentang Seksualitas</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;oleh : Gondrong&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika awal – awal Teater SOPO terbentuk, ada sebuah peraturan tidak resmi yang berisi bahwa antar anggota SOPO tidak boleh melakukan hubungan percintaan. Bahkan di teater fakultas lain, peraturan tersebut masuk dalam AD / ART. Pertimbangannya adalah rasionalisme semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya begini, teater itu kan selalu bersinggungan dengan emosi dan rasa dalam berproses – teaternya. Sedangkan dalam menjalankan organisasi dibutuhkan nalar yang jernih. Ditakutkan jika sampai ada rasa erotics muncul, hal tersebut akan mengganggu jagad &lt;em&gt;mikro kosmos&lt;/em&gt; individu dan &lt;em&gt;makro kosmos&lt;/em&gt; organisasi teater. Kalau orang sedang jatuh cinta, bolehnya dunia ini milik pasangan tersebut, yang lain in de kost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi jaman bergulir. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Michel Foucault&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; itu benar. Revolusi seksual kecil – kecilan muncul di tubuh Teater SOPO. Mulai ada percintaan sesama anggota teater. Kemudian individu – individu yang ber- &lt;em&gt;erotics&lt;/em&gt; itu semakin banyak. Bahkan ada yang melanjutkan ke jenjang pernikahan. Tidak masalah sih sebenarnya. Cuma masih ada saja yang selalu bersifat sinis melihat fenomena tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal revolusi seksual itu rak sebanarnya bagus to ? Wong itu merupakan bentuk perlawanan terhadap kapitalisme dan kekuasaan isme – isme lainnya. Pendekatan rasional dalam organisasi itu rak kapitalisme &lt;em&gt;nyekek to&lt;/em&gt; ? &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Adam Smith&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;mbah&lt;/em&gt;-nya kapitalisme itu bilang kalo keuntungan tertinggi adalah jika individu – individu bekerja secara maksimal demi tercapainya sukses kelompok. Padahal sudah muncul&lt;em&gt;&lt;strong&gt; John Nash&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; peraih Nobel Matematika itu. Yang bilang bahwa keuntungan tertinggi tercapai jika baik individu maupun kelompok sama – sama diuntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seksualitas memang berjalan ambigu ( bukan &lt;em&gt;ambivalen&lt;/em&gt; ). Ada sisi negatif yang muncul ketika seksualitas itu diumbar tanpa memperhatikan &lt;em&gt;“ pengelolaan tubuh “&lt;/em&gt; yang baik. Hal itu dinamakan patologis seksualitas. Tetapi jika “ pengelolaan tubuh “ itu sudah dapat dijalankan oleh individu – individu dalam teater, mbok ya biar mereka pada saling jatuh cinta. &lt;em&gt;Mbok ya&lt;/em&gt; biar mereka melakukan pengalaman &lt;em&gt;erotics&lt;/em&gt; tersebut. &lt;em&gt;Mbok ya biar…&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2570565173983931534?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2570565173983931534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2570565173983931534&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2570565173983931534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2570565173983931534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/05/tentang-seksualitas.html' title='Tentang Seksualitas'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6852446519181482223</id><published>2008-05-05T23:40:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T23:42:22.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Bungkam'/><title type='text'>Gudhel ( Tidak Sedang ) Mbangun Kahyangan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;oleh : Hendro Prabowo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas mulanya memang terbetik dari lakon wayang yaitu “ Semar Mbangun Kahyangan “. Tapi segera saja disemprit oleh seorang kawan wartawan. Katanya lakon wayang tersebut nggegirisi bin sangar. Tiap kali dipentaskan pasti akan ada yang mati di daerah tersebut. Setiap yang nanggap lakon tersebut tidak lama kemudian pasti mati. Lakon tersebut hanya cocok untuk yang siap mati dan berani mati. Mosok ya o ameh ngejibke …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gudhel memang sedang membangun sebuah rumah. Gudhel adalah mantan ketua Teater SOPO tercinta ini. Dia adalah jebolan jurusan Sosiologi yang berpikiran sangat maju. Nyrempet – nyrempet post – modernisme lah. Dan Gudhel memang sedang membangun sebuah rumah. Bukan kahyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah sederhana di daerah pedesaan pinggiran Solo. Masih ada suara kodok ngorek di sana. Masih ada kerlip konang. Masih lumayan ndeso, walaupun mungkin hanya akan bertahan sebentar saja. Karena di daerah sekelilingnya sudah mulai muncul perumahan mewah satu pintu itu. Pokoknya Gudhel sedang membangun rumah. Bukan kahyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang ajaib adalah tata cara Gudhel dalam membangun rumah tersebut. Semua detail dari blue print sampai eksekusi dia pergunakan perhitungan Jawa. Termasuk ke dalam uba rampe dan upacaranya segala. Dan bukan hanya tata cara seperti dalam primbon – primbon tersebut. Lebih rumit dan njlimet. Katanya primbon itu sudah terlalu bias bolehnya melakukan pendekatan induktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha ? Gudhel itu kan manusia setengah post – mo, kok ya pake mbango tulak, dhadhap serep segala ? Lalu dia menerangkan secara logis kontemporer dari segala tata cara itu. Yang masuk dalam otak ya hanya “ harus menanam pohon pisang batu di sudut tenggara “. Penjelasannya, angin kemarau di Jawa itu datang dari arah tenggara. Nah, daun pisang batu yang lebar dan berminyak itu dapat menyerap debu yang dibawa oleh angin tenggara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang logis, tapi semuanya itu kan dapat digantikan dengan teknologi terkini ? Yang penting kan substansinya ? Tidak usah pake ritual yang njlimet itu ? Gudhel hanya tersenyum sambil memandang rumahnya yang setengah jadi. Rumah yang sederhana. Bukan kahyangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6852446519181482223?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6852446519181482223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6852446519181482223&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6852446519181482223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6852446519181482223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/05/gudhel-tidak-sedang-mbangun-kahyangan.html' title='Gudhel ( Tidak Sedang ) Mbangun Kahyangan'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-9196163860671964989</id><published>2008-04-29T23:18:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T23:36:42.573-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Wakil Teater Sopo di Selekda Peksiminas</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SBgTM98Q6nI/AAAAAAAAAEc/IEe-TRQwheo/s1600-h/van_debar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194923283678554738" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SBgTM98Q6nI/AAAAAAAAAEc/IEe-TRQwheo/s400/van_debar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selamat buat Debar (Sopo Angkatan 2007) yang telah ditetapkan oleh Forum Komunikasi Tetar UNS sebagai wakilnya di Selekda Peksiminas yang akan berlangsung akhir Mei 2008 ini di ISI Surakarta. Sedangkan yang akan menjadi sutradaranya adalah R.S. Lawu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pemilihan yang dilakukan pada tanggal 28 April kemaren didahului dengan menampilkan seluruh kandidat aktor dari UNS dengan menampilkan sebuah garapan monolog.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wirawan sebagai sutradara, meminta Debar memainkan lakon Kasir karya Arifin C Noer. Lakon itu dibawakan dengan cukup baik, walaupun masih terasa kurang di sana sinibaik, secara keaktoran maupun artistik. Namun secara keseluruhan lakon tersebut dapat dikatakan telah berhasil menggambarkan seorang kasir laki-laki yang ditinggalkan oleh isterinya yang memilih hidup dengan orang lain dan pertarungan batin yang dialaminya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bahkan akting &lt;strong&gt;Debar telah memikat gadis manis dari Tesa&lt;/strong&gt;, dan kita berdoa semoga mereka saling memberi dan menerima respon masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sekali lagi selamat!!! dan Semoga Sukses Juga di Selekda Peksiminas!!!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-9196163860671964989?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/9196163860671964989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=9196163860671964989&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/9196163860671964989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/9196163860671964989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/04/wakil-teater-sopo-di-selekda-peksiminas.html' title='Wakil Teater Sopo di Selekda Peksiminas'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SBgTM98Q6nI/AAAAAAAAAEc/IEe-TRQwheo/s72-c/van_debar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2917251743662350348</id><published>2008-04-25T20:04:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T20:14:07.015-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>BIKIN _ BIKIN XV Teater SOPO</title><content type='html'>Pementasan dua malam empat repertoar &lt;strong&gt;Bikin-Bikin XV Teater Sopo&lt;/strong&gt;, yang akan dilaksanakan &lt;strong&gt;Selasa-Rabu, 13-14 Mei 2008 pukul 19.00 WIB di Aula FISIP Universitas Sebelas Maret&lt;/strong&gt; adalah awal dari tumbuhnya tunas yang beregenerasi secara pasti dalam suatu kelompok. Karena bagaimanpun juga tidak dapat dipungkiri, pergantian tongkat estafet akan selalu ada dalam sebuah kelompok dari anggota lama kepada anggota baru. Perlu diketahui pementasan ini dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka realisasi program kerja pengurus sekaligus memperluas jaringan kesenian khususnya teater. Pementasan yang biasa disebut Bikin-Bikin ini mempunyai tujuan untuk menunjukkan eksistensi Teater Sopo di wilayah UNS sendiri dan sekaligus menjadi ajang laboratorium karya dan ekspresi seni yang lebih bebas dari para anggota.&lt;br /&gt;Pementasan &lt;strong&gt;“Kalijaga” karya dan sutradara Winarno&lt;/strong&gt; mengawali lakon Bikin-Bikin XV Teater Sopo dan dilanjutkan dengan pementasan &lt;strong&gt;Karya dan sutradara Bagus Madi P&lt;/strong&gt; dengan judul &lt;strong&gt;”Aeng-Aeng Jilid 3 (Sketsa Burung)”&lt;/strong&gt; (13/5). Dilanjutkan dengan malam kedua (14/5) menampilkan dua repertoar, diawali dengan &lt;strong&gt;“Tompel” sutradara Yana&lt;/strong&gt; naskah &lt;strong&gt;adaptasi cerpen “Tompel” karya Annisa R (Majalah VISI) UNS&lt;/strong&gt;, dan yang terakhir &lt;strong&gt;“Awud-Awudan Tragedi Pusaka Sakti” karya Rudy Indra G sutradara A Anurogo&lt;/strong&gt; menutup rangkaian pementasan tersebut.&lt;br /&gt;Tiket pertunjukan ini dibandrol oleh panitia &lt;strong&gt;Rp.3000&lt;/strong&gt; untuk semalam pementasan dan apabila penonton ingin menonton dua malam sekaligus dapat membeli &lt;strong&gt;tiket terusan dengan harga Rp.4000,-&lt;/strong&gt;. Tiket dapat dibeli sebelum dan pada hari pementasan. Untuk sebelum hari H konfirmasi tiket dapat menghubungi nomer 085691172395.&lt;br /&gt;“Bikin-Bikin kali ini merupakan momentum yang sangat saya nantikan karena bagi anggota baru teater Sopo inilah ajang dimana mereka bisa unjuk gigi dan belajar tidak hanya pada seni peran saja, tetapi juga pada bagian lain seperti make-up, lighting, musik, dan setting” tutur Wahyono mahasiswa FISIP UNS program D3 Manajemen Administrasi selaku pimpro acara ini dan juga wakil ketua teater Sopo. “ Sedangkan bagi yang sudah senior mereka bisa lebih menggali dan memantapkan potensi mereka dalam dunia teater. Satu hal lagi bahwa ajang ini menjadi pemersatu seluruh anggota Sopo baik alumni, senior dan juniornya”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2917251743662350348?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2917251743662350348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2917251743662350348&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2917251743662350348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2917251743662350348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/04/bikin-bikin-xv-teater-sopo.html' title='BIKIN _ BIKIN XV Teater SOPO'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-560519607273835650</id><published>2008-04-22T01:02:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T20:16:29.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Solo Batik Carnival dan Teater SOPO</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SA2o3t8Q6mI/AAAAAAAAAEU/4mCU9n-vflo/s1600-h/SBC2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191991620606683746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SA2o3t8Q6mI/AAAAAAAAAEU/4mCU9n-vflo/s400/SBC2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SA2cit8Q6lI/AAAAAAAAAEM/WeKVuC6C9Tk/s1600-h/SBC.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Ternyata teater Sopo mempunyai wakilnya dalam ajang&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Solo Batik Carnival, yang berlangsung&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;13 April 2008 yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Inilah Anggota Sopo&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-560519607273835650?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/560519607273835650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=560519607273835650&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/560519607273835650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/560519607273835650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/04/solo-batik-carnival-dan-teater-sopo.html' title='Solo Batik Carnival dan Teater SOPO'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/SA2o3t8Q6mI/AAAAAAAAAEU/4mCU9n-vflo/s72-c/SBC2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-9201238897798091276</id><published>2008-04-04T20:26:00.000-07:00</published><updated>2008-04-04T20:50:32.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Pemberontakan Hujan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R_b24Yv4GTI/AAAAAAAAAEE/zMRXLVV8OeA/s1600-h/gondrong.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185603469540071730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R_b24Yv4GTI/AAAAAAAAAEE/zMRXLVV8OeA/s200/gondrong.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bersama titik hujan kami melawan&lt;br /&gt;bukan kepada awan&lt;br /&gt;bukan ingin jadi pahlawan&lt;br /&gt;tak cuma di angan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama titik hujan kami berontak&lt;br /&gt;kepada kuasa yang berdetak&lt;br /&gt;teramat dalam menoreh jejak-jejak&lt;br /&gt;berdarah di hati kami yang retak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama titik hujan kami berbaris&lt;br /&gt;coba lawan tirani&lt;br /&gt;Di jalan nadi&lt;br /&gt;Di bawah matahari pesisir&lt;br /&gt;Pada suatu hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu cuma berkedut&lt;br /&gt;melupakan dzikir yang rungkut&lt;br /&gt;Tinggalkan degup jantung&lt;br /&gt;dan ruang meraung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_ Hendro _&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-9201238897798091276?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/9201238897798091276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=9201238897798091276&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/9201238897798091276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/9201238897798091276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/04/pemberontakan-hujan.html' title='Pemberontakan Hujan'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R_b24Yv4GTI/AAAAAAAAAEE/zMRXLVV8OeA/s72-c/gondrong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-5909200862676976027</id><published>2008-03-27T20:42:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T20:47:19.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Teater Adalah Peribadatan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oleh : Setyo Andi Saputro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;aku nganggur lagi, semalam ibu tidur di kursi, jam dua lebih aku menulis puisi, aku duduk menghadap meja,ibu kelap-kelip matanya ngitung utang, jam enam sore:, bapak pulang kerja, setelah makan sepiring,lalu mandi tanpa sabun, tadi siang ibu tanya padaku:, kapan ada uang? jam setengah tujuh malam,&lt;br /&gt; aku berangkat latihan teater, apakah seni bisa memperbaiki hidup?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Puisi berjudul ‘Catatan Hari Ini’ diatas ditulis oleh Wiji Thukul, penyair asal Solo, pada tahun 1986. Meski ditulis lebih dari 20 tahun lalu, kegelisahan tentang ‘seni dan hidup’ yang diceritakan dalam rangkaian kata-kata diatas, masih banyak menghinggapi benak para pekerja teater di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita yang tiap hari bergelut dengan dunia teater, pasti memahami benar bahwasanya dunia teater bukanlah dunia yang dekat dengan dunia materi. Bukan sebuah dunia yang bisa dipertanggungjawabkan akan bisa ‘menghidupi’. Lain halnya dengan cabang-cabang seni yang lain. Seperti dunia seni lukis kita, yang belakangan ini mengalami masa booming gila-gilaan, menyusul masa keemasan seni rupa kontemporer cina. Atau seni musik komersil kita, yang berhasil menumbuhkan benih-benih mimpi di benak para generasi muda. Lihat saja fenomena yang terjadi di sekitar kita. Hampir setiap hari muncul album-album baru dari band-band muda belia. Entah yang benar-benar memiliki musikalitas yang berkualitas, sampai yang hanya bermodalkan kenekatan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi teater? Jangan tanya. Bahkan kelompok sekelas Teater Koma, yang sudah memiliki reputasi internasional dan harga tiket pementasannya sampai ratusan ribu rupiah-pun, konon masih harus ‘nombok’ dalam setiap produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pasti mengamini, bahwa dunia teater di Republik kita tercinta ini belum berada di posisi yang semestinya. Perhatian pemerintah belum bisa benar-benar dijadikan sebagai pegangan. Dan apresiasi khalayak masih terlalu minim. Lalu apa yang sebenarnya menyebabkan kondisi semacam ini terus-terusan melanda dunia teater kita? Apakah karena karya-karya teater kita yang masih jauh dari kata ‘berkualitas’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tentu saja tidak. Lihat saja pentas-pentas Teater Koma, Teater Garasi, atau pementasan kelompok-kelompok lain yang ‘sebenarnya’ bisa dikatakan ‘sangat berkualitas’. Namun, keberadaan budaya instant yang dibudidayakan oleh media, rupanya sudah mulai mengkontaminasi kelenjar-kelenjar otak sebagian masyarakat kita, hingga mengalami ‘sedikit’ mutasi. Otak yang sebenarnya ‘ada’ untuk digunakan ‘berpikir’, kini tak lagi menjalani fungsi yang semestinya. Mungkin memang belum seluruhnya, tapi dari segi kuantitas bisa dikatakan amat sangat berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah keberadaan tulisan ini hanya akan secara vulgar berteriak-teriak lantang, bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang ‘bodoh’? Yang malas berpikir, karena tidak mau meluangkan waktu menonton teater? Tentu saja tidak. Teater tidak se-sakral itu. Tidak se-suci itu. Yang ingin digaris bawahi disini adalah, bahwa budaya instant yang ditularkan oleh globalisasi media, secara tidak langsung telah menumpulkan logika sebagian besar dari kita hingga ‘hanya’ terbiasa mencerna segala sesuatu dengan cara yang mudah, dan murah. Termasuk dalam hal hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal itulah yang menjadikan teater semakin tersisih. Karena apa? Karena teater adalah sebuah hiburan yang menuntut penikmatnya untuk ‘sedikit berpikir’. Memang, tidak semua pementasan teater harus menuntut kening berkerut-kerut. Banyak pementasan yang ‘terkesan’ hanya mengumbar tawa semata. Namun, jauh dibalik itu semua, ‘pasti’ ada sebuah maksud tersembunyi dari sang kreator untuk mengutarakan ‘sesuatu’. Dan ‘sesuatu’ itu, kadangkala hanya bisa ditangkap jika audience menyempatkan diri untuk sekedar sedikit menggunakan olah pikirnya, mencerna apa yang ‘disisipkan’ dalam pementasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kultur malas berpikir’ semacam inilah yang semakin menjauhkan teater dari masyarakat. Teater (modern) seakan menjelma menjadi sebuah ruang eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi para seniman-seniman yang gemar berpakaian hitam, dengan rambut gondrong tergerainya, yang biasa bercengkerama di sudut gedung-gedung tua taman budaya yang terletak di sudut-sudut kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan pemikiran semacam inilah, yang mendorong beberapa seniman teater kita mulai ‘turun gunung’ untuk bergerilya. Tidak lagi menggelar pementasan di ruang-ruang pusat kesenian. Namun mulai ‘mendekati’ masyarakat di lapangan desa, kelurahan, pasar, dan sudut-sudut kampung. Hal itu tak lain dan tak bukan, bertujuan untuk mengenalkan alternatif hiburan lain kepada masyarakat. Agar masyarakat bisa mengetahui, bahwa hiburan tak semata berbentuk sinetron picisan yang ditayangkan kotak-kotak ajaib bernama TV, yang memuat cerita super dangkal dan dipenuhi aktor dan aktris berkulit putih mulus, berwajah jelita, yang berakting sekadarnya saja. Kalimat singkatnya adalah, memasyarakatkan teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, seperti itulah kondisi dunia teater di negeri ini. Namun dari semua itu, tentu saja tak melulu sisi negatif yang bisa didapatkan. Karena dengan tidak adanya campur tangan dan intervensi dari selera penonton, para seniman teater kita akan lebih bebas dalam berekspresi. Karena memang tujuan utama disini bukanlah ‘menjual’. Tapi sekedar ‘bersuara’. Berbeda dengan teater-teater Broadway yang mulai terkontaminasi, karena sudah menjadi bahan komoditi. Atau pementasan opera yang difasilitasi dinas pariwisata, yang dirancang ‘hanya’ sebagai penarik minat wisatawan, seperti di Singapura, Malaysia dan tempat-tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi permasalahan adalah, sampai kapan seniman teater kita bisa bertahan dengan kondisi semacam ini? Karena kita tak mungkin bisa membohongi diri, bahwa hidup memang butuh makan. Bagaimana mungkin bisa ‘menghidupi’ diri sendiri, jika tiap hari disibukkan ‘menghidupi’ teater? Salah seorang kawan pernah berkata, bahwa dalam mensikapi hal ini, ada dua macam pilihan. Apakah kita akan ‘menghidupi teater’ atau ‘hidup dari teater’. Pilihan pertama adalah berarti kita harus mencari materi di cabang lain, untuk selanjutnya digunakan untuk berteater. Sedangkan pilihan kedua adalah dimana kita harus benar-benar hidup dan mencari makan dari apa yang disebut sebagai ‘teater’. Dan dari dua pilihan ini, yang paling banyak terjadi di sekitar kita adalah yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kita tak berhak menyalahkan metode yang diambil sebagian besar pekerja teater ini. Mereka bukannya tidak total dalam menjalani pilihan. Mereka hanya berupaya ‘realis’ dalam menghadapi kenyataan. Dan sekali lagi, kita sama sekali tidak berhak memberikan label ‘tak konsisten’ bagi seniman-seniman semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, apapun pilihan yang telah ditetapkan masing-masing pekerja teater, tetaplah bermuara sama. Bahwa mereka melakukan sesuatu yang bagi sebagian awam, sama sekali tak berguna. Bayangkan, olah vokal, meditasi, mengatur nafas, latihan intensitas dengan bergerak sepelan mungkin, bergerak mengikuti nurani tanpa memberi kesempatan pada otak untuk berontak, dan sebagainya dan sebagainya. Untuk apa? Tepat disinilah bisa dikatakan, bahwa teater tak lebih dan tak bukan adalah sebuah peribadatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi sebagian orang istilah ini dirasa terlalu berlebihan. Tapi bagi sebagian orang juga; apalagi para pegiat dunia teater; ungkapan ini adalah sesuatu yang benar adanya. Bahkan mungkin masih terlalu sederhana untuk mewakili kondisi yang sebenarnya. Bagi mereka, teater adalah sebuah bentuk pelepasan. Sebuah proses menjadi. Sebuah perjalanan menuju. Dan hanya sampai disitu, berhenti di predikat tanpa membutuhkan sebuah obyek atau keterangan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, para pekerja teater kita masih kuat menjaga eksistensinya dalam kehidupan. Meski tidak mendapatklan keuntungan dalam bentuk ragawi dan duniawi, mereka masih terus saja berkarya. Karena mereka tak lagi menganggap, apa yang mereka lakukan adalah sebuah ‘pekerjaan’. Melainkan ‘peribadatan’. Dan seperti yang seharusnya terjadi dalam seuah prosesi ibadah, ‘memberi’ adalah faktor yang paling dominan di sini. Tanpa mengharapkan keberadaan sebuah imbalan, ataupun balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana, dengan teater-teater kampus yang ada di sekitar kita? Dimana kita ketahui, kampus adalah salah satu pusat keberadaan kelompok-kelompok teater di negeri ini. Hampir di tiap perguruan tinggi, pasti terdapat minimal satu kelompok teater. Mulai dari yang sekelas universitas, hingga fakultas.  Dari sisi kualitas, kelompok-kelompok semacam ini sebenarnya layak untuk diperhitungkan. Namun; mengutip apa yang pernah dikatakan Putu Wijaya; teater kampus tak akan pernah menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan keberadaan teater kampus (yang tentu saja di kampus), dimana eksistensi anggota-anggotanya dipengaruhi dengan ‘masa aktif’ mereka di kampus. Masa aktif yang dimaksud adalah masa ketika mereka masih tercatat sebagai mahasiswa. Memang, tidak semuanya bisa dipukul rata semacam itu. Banyak para alumni dari sebuah teater kampus yang masih bersedia berproses di komunitas almamaternya, ketika sudah menjadi sarjana. Namun jika diprosentase, akan didapat jumlah yang amat sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seorang yang ketika kuliah begitu militan dan mempunyai power yang besar di dunia teater-pun, ketika sudah lulus belum tentu bersedia berproses lagi di tempat yang sama. Bahkan ‘banyak’ yang sama sekali tak bersentuhan lagi dengan dunia lamanya, yaitu ‘dunia teater’. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah tidak sia-sia ‘kekuatan’ dan potensi yang sebenarnya mereka miliki, jika hanya dibiarkan menguap begitu saja? Lalu apa yang mendasari sikap mereka? Apakah sebagian dari mereka menganggap teater hanyalah sebuah tempat bermain anak-anak, hingga ketika mereka merasa dewasa (atau tua?) mereka tak lagi mau menyentuhnya? Karena mereka menganggap fase ‘teater’ mereka adalah ‘teater realita’? Tentu saja kita tak berhak berspekulasi apapun tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagaimanapun, hidup adalah sebuah pilihan. Memilih berteater atau tidak sama sekali adalah sama-sama mulia. Apalagi ketika pilihan itu dijalani dengan langkah yang sempurna. Namun adalah sebuah kesalahan besar, jika ada persepsi yang menganggap teater hanyalah sekedar mainan anak-anak. Teater sama sekali tak berhubungan dengan usia. Belajar mengenai teater, adalah sama dengan belajar mengenai kehidupan. Dan dalam sebuah proses pembelajaran, eksistensi kata ‘berhenti’ tak lagi diakui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menunaikan ibadah teater…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semarang, 25 Maret 2008&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-5909200862676976027?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/5909200862676976027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=5909200862676976027&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5909200862676976027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/5909200862676976027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/03/teater-adalah-peribadatan.html' title='Teater Adalah Peribadatan'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-6917810749516274295</id><published>2008-02-26T22:20:00.000-08:00</published><updated>2008-05-06T20:15:02.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>Secangkir Puisi Sebait Kopi</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R8UCTkqKLqI/AAAAAAAAADk/MolfLGTrSl4/s1600-h/Bk1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171542282386157218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R8UCTkqKLqI/AAAAAAAAADk/MolfLGTrSl4/s200/Bk1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kembali Teater SOPO menggelar acaranya setelah lama tidak berproses. Acara ini adalah merupakan awal program kerja dari kepengurusan baru 2008. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secangkir Puisi Sebait Kopi, ya terasa janggal memang, namun itulah tajuk acara yang di gelar oleh teater yang bersekretariat di FISIP UNS Solo itu. Acara yang digelar pada tanggal 23 Februari 2008 kemaren menampilkan seluruh anggota dari teater ini, mulai dari anggota baru sampai dengan para alumni tidak ketinggalan menampilkan karyanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Acara yang dimulai pada pukul 20.00 itu sebenarnya adalah sebuah acara yang telah rutin diselenggarakan oleh teater ini. Akan tetapi biasanya hanya untuk intern teater sendiri. Acara itu menampilkan baca puisi, musikalisasi puisi, dan repertoar dari sebuah puisi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada malam hari itu, loby hotspot FISIP UNS terasa lain dengan adanya stage yang dibuat oleh panitia acara ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dimulai dari penyelenggara acara tersebut yaitu angkatan 2007, menampilkan sebuah repertoar fantasi. Kemudian disusul oleh angkatan-angkatan sebelumnya dan yang paling menarik adalah repertoar yang tampilkan oleh para alumni. Dengan kemampuan matang mereka, mereka mampu menampilkan sebuah repertoar tentang negeri antah berantah dengan rajanya yang tulalit. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Acara itu benar-benar dapat menjadi ajang yang dapat mempererat antara alumni dan anggota yang masih aktif. Secara keseluruhan acara yang berakhir pada pukul 03 pagi hari itu berjalan lancar dan dapat memberikan apresiasi tersendiri bagi teater sopo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-6917810749516274295?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/6917810749516274295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=6917810749516274295&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6917810749516274295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/6917810749516274295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/02/secangkir-puisi-sebait-kopi.html' title='Secangkir Puisi Sebait Kopi'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R8UCTkqKLqI/AAAAAAAAADk/MolfLGTrSl4/s72-c/Bk1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-4742015633878150145</id><published>2008-01-23T21:00:00.000-08:00</published><updated>2008-05-06T20:21:39.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bilik Pengurus'/><title type='text'>Pelantikan Pengurus Baru th 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R94JP2V9ZfI/AAAAAAAAAD8/eWDR29u1LdQ/s1600-h/pengurus+sopo+lengkap.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178586789412955634" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R94JP2V9ZfI/AAAAAAAAAD8/eWDR29u1LdQ/s200/pengurus+sopo+lengkap.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R5gfstBoxII/AAAAAAAAADc/SpBBXmRmuWU/s1600-h/pengurus1.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pengurus Sopo 2007 baru saja selesai memberikan pertanggungjawabannya selama menjadi pengurus. LPJ diadakan Bulan Desember 2007 kemaren. Meskipun LPJ berjalan sangat alot sekali akhirnya dengan perdebatan dan perang urat syaraf yg sangat lama ( selesai pukul 03.00 dini hari ), LPJ dapat diterima dengan beberapa catatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Acara selanjutnya harusnya adalah pemilihan formatur ketua, namun karena kondisi anggota rapat yang telah berada di luar batas kesadarannya, akhirnya daripada terjadi hal2 yang diinginkan (lho....?) maka kami hanya memilih presdium yang akan mengadakan perhelatan akbar pemilihan ketua baru Teater Sopo. Presidium dipilih dari wakil masing2 angkatan dari angkatan yang paling tua 2002 sd angkatan baru 2007. Mereka bahu membahu dan memeras cucian (eh ga' ya...otak maksudnya ) akhirnya perhelatan dapat dilaksanakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari beberapa anggota mampu terjaring Bakal Calon sebanyak 4 orang ( Aji, Eko, Anggo, n jojon ). Pemilihan ketua pada mulanya dilakukan dengan musyawarah mufakat, tetapi karena tidak dilandasi dengan iktikat baik (ceilah) dan hati nurani yang ikhlas akhirnya kami memilih cara sembunyi2 dengan cara voting alias coblosan ( calon ketuanya dicoblosin gitu...eh ga' dink).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah di lakukan voting maka ketua terpilihnya adalah EKO....(hidup Eko....hidup Eko....hidup Eko....suporternya pada teriak2 tuh).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Maka sekarang sukseslah Eko akan menjadi tumbal ( eh ketua maksute) Teater Sopo 2008. &lt;/div&gt;(Dari kiri ke kanan atas) Ahong, Yoyon, Putra, Winda, Intan, Debar, Aji, Npex (dari kiri kanan bawah) Ninda, Ranies, Eko, Dicky, Eko, Jupe (inset) Etha' dan Suryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;OK selamat dan sukses! Semoga Sopo tambah dikenal dan semakin besar!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;( kayak piaraan aja ya? )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-4742015633878150145?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/4742015633878150145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=4742015633878150145&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4742015633878150145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/4742015633878150145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/01/pelantikan-pengurus-baru-th-2008.html' title='Pelantikan Pengurus Baru th 2008'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R94JP2V9ZfI/AAAAAAAAAD8/eWDR29u1LdQ/s72-c/pengurus+sopo+lengkap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-3276401731021657918</id><published>2008-01-20T21:15:00.000-08:00</published><updated>2008-01-20T21:21:22.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Puisi Manis Kaum Terbungkam</title><content type='html'>Lapar kami takkan pernah menjadi puasa kami yang ikhlas&lt;br /&gt;demi darah yang kau renggut dari pertiwi&lt;br /&gt;dan manusia yang diciptakan Tuhan dengan sesempurnanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hujaman bayonet dan deru mesin penghancur&lt;br /&gt;menjadi tasbih sebagai pengiring dzikir kami&lt;br /&gt;biar menjadi saksi kepada Tuhan&lt;br /&gt;bahwa kau tidak layak untuk kami kutuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, tidak sedikit pun kami takut kepada kau&lt;br /&gt;kepada aparat tai kucing di belakangmu&lt;br /&gt;atau mencandu kepada agama&lt;br /&gt;hingga kami menjadi lemah dan tertindas&lt;br /&gt;sedikit pun tidak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan&lt;br /&gt;adalah agar shalat kami menjadi peringatan&lt;br /&gt;sebagai wudlu untuk membersihkan segala fitnah yang mendera&lt;br /&gt;sampai darah mengering di ujung pedang kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anak kami dapat belajar dengan hati yang bersih&lt;br /&gt;supaya tidak mengulang kebodohan&lt;br /&gt;yang dibuat oleh orang tuanya dan para penguasa yang rakus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hendro  -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-3276401731021657918?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/3276401731021657918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=3276401731021657918&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3276401731021657918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/3276401731021657918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2008/01/puisi-manis-kaum-terbungkam.html' title='Puisi Manis Kaum Terbungkam'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-185497705675378867</id><published>2007-12-13T00:59:00.001-08:00</published><updated>2008-05-06T20:01:48.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Ditunggu Dogot</title><content type='html'>Komunitas seni HITAM-PUTIH Indonesia akan melakukan pertunjukan teater dengan pencarian baru di atas panggung dengan mengangkat judul cerpen Ditunggu Dogot karya Sapardi Djoko Damono, sutradara Kurniasih Zaitun (TINTUN)..Setelah tampil di Solo, Bandung dan Jakarta, kini saatnya tampil di Surabaya dan Denpasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut informasinya :&lt;br /&gt;Surabaya: 15 Desemebr 2007&lt;br /&gt;* Eks Museum Mpu Tantular&lt;br /&gt;Jl.Mayangkara 6 Surabaya, pukul 19.30&lt;br /&gt;* Tiket Rp 3.000,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Denpasar: 18 Desember 2007&lt;br /&gt;* di aula Syuradharma SMAK St Yoseph&lt;br /&gt;Jl. Serma Kawi 4 Denpasar, pukul 19.30 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Garapan&lt;br /&gt;Ditunggu Dogot adalah sebuah cerpen Sapardi Djoko Damono. “Teks” cerpen ini kemudian ditafsirkan dan diwujudkan dalam bentuk pertunjukan teater. Cerpen ini mengisahkan perjalanan dua orang tokoh, laki-laki dan perempuan yang sedang ditunggu Dogot. Selama perjalanan Ditunggu Dogot mereka mengalami berbagai persoalan, konflik dan perdebatan mereka tentang Dogot, sedangkan Dogot itu sendiri tidak jelas identitas dan asal usulnya. Dapat dilihat disini bahwa Sapardi sangat terinspirasi oleh Menunggu Godot karya Samuel Beckett. Sapardi mencoba melihat bagaimana persoalan “menunggu” tidak akan lengkap jika tidak ada “ditunggu”, dan Sapardi percaya bahwa hidup ini berpasang-pasangan. Hal ini terlihat pada dialog-dialog yang muncul dalam cerpen tersebut, termasuk cara Sapardi dalam melukiskan persoalan dan konflik yang membangun inti cerpen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep panggung yang ditawarkan adalah stage on stage (panggung di atas panggung) yang menghadirkan panggung bergerak (berputar) untuk menawarkan konsep un-blocking (perpindahan actor lebih ditentukan oleh pergerakan panggung). Sedangkan posisi penonton diarahkan ke dalam bentuk prosenium dan tapal kuda/arena, dengan tujuan lebih memudahkan penonton untuk mengapresiasi pentas itu sendiri. Untuk memperkuat karakter pertunjukan dan artistic panggung, pementasan ini juga menggunakan multimedia yang dilahirkan melalui layar yang menjadi latar belakang panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pertunjukan Ditunggu Dogot, berangkat dari ide dasar randai, dengan menjadikan unsur galombang dan pelaku galombang sebagai penentu, yakni penentu pergantian waktu, tempat dan adegan. Fungsi pelaku galombang dalam pertunjukan ini sangat ditentukan oleh perputaran panggung; pada saat perputaran dilakukan, pelaku galombang menjadi aktor pertunjukan, dan ketika tidak terjadi lagi perputaran, sangpelaku galombang memfungsikan diri sebagai bagian dari penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis&lt;br /&gt;Perjalanan dua orang tokoh, laki-laki dan perempuan yang sedang ditunggu Dogot. Selama perjalanan Ditunggu Dogot mereka mengalami berbagai persoalan, konflik dan perdebatan mereka tentang Dogot, sedangkan Dogot itu sendiri tidak jelas identitas dan asala usulnya.Semua yang ada dimuka bumi ini diciptakan berpasang-pasangan. Jauh dekat, tinggi rendah, langit bumi, laki-laki perempuan, menunggu ditunggu. Perjalanan hidup manusia yang tak pernahbisa ditebak “apa”, tapi dapat dirasakan, dijalani dan dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa dan tabik,&lt;br /&gt;Penyelenggara:&lt;br /&gt;Lintas Masyarakat Teater Jawa Timur&lt;br /&gt;-Dewan Kesenian Jawa Timur&lt;br /&gt;-Herona Express&lt;br /&gt;-Komunitas Seni Hitam Putih Padangpanjang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-185497705675378867?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/185497705675378867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=185497705675378867&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/185497705675378867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/185497705675378867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2007/12/ditunggu-dogot.html' title='Ditunggu Dogot'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-965399941718826331</id><published>2007-12-05T22:00:00.000-08:00</published><updated>2008-05-06T20:04:44.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>Anak Angin 2</title><content type='html'>Proses Anak Angin dilanjutkan dan telah melakukan pentasnya kemarin tanggal 25 Nop di Teater Arena TBS Surakarta. Proses kali ini adalah dalam rangka rangkaian acara yang digelar oleh TBS untuk memperingati hari lingkungan hidup yang bertajuk Panggung Seni Seribu Bunga. Pada rangkaian acara tersebut teater Sopo berkesempatan untuk pentas di hari pertama.&lt;br /&gt;Proses kali ini di dukung oleh kawan-kawan anggota baru teater sopo, dimana sebenarnya sangat jarang sekali bagi teater sopo untuk langsung mengikutkan anggota barunya dalam sebuah proses produksi.&lt;br /&gt;Namun dengan segala upaya dan usaha yang kami lakukan akhirnya proses ini dapat berjalan dan kami lalui dengan sukses. Meski banyak kerikil dan batu besar menghadang di jalan proses kami kali ini, namun hal itu kini menjadi kenangan-kenangan yang mengukir dalam diri kami.&lt;br /&gt;Sampai Bertemu dalam Proses Kami Selanjutnya Kawan!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-965399941718826331?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/965399941718826331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=965399941718826331&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/965399941718826331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/965399941718826331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2007/12/anak-angin-2.html' title='Anak Angin 2'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-645843081877945563</id><published>2007-12-04T23:53:00.000-08:00</published><updated>2008-05-06T20:05:29.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Parade Teater Bandung 2008</title><content type='html'>Parade Teater Bandung 2008 adalah sebuah ajang yang sengaja direalisasikan guna mewadahi serta mengikuti perkembangan teater di Bandung. Mengapa harus Bandung persoalannya lebih karena nilairasa alias selera, juga hingga saat ini Bandung kerap menjadi kota inspiratif dengan masyarakatnya yang dinamis.&lt;br /&gt;Parade Teater Bandung 2008 akan berlangsung pada 13 - 26 April 2008. Ajang ini merupakan 'pesta' bagi para penggiat seni teater dalam menyalurkan kejenialan mereka. Terbuka untuk umum, dari kalangan manapun, secara gratis.&lt;br /&gt;Pendaftaran : 03 Desember 2007 – 18 Januari 2008&lt;br /&gt;Syarat :&lt;br /&gt;1. Kelompok teater yang berada diwilayah Bandung dan sekitarnya&lt;br /&gt;2. repertoar yang disajikan bertemakan tentang Perempuan dalam Cerita Epik&lt;br /&gt;3. Durasi pentas minimal 50 menit, maksimal 90 menit&lt;br /&gt;4. Mengirimkan profil/CV pelamar (sebagai wakil komunitas)&lt;br /&gt;5. Mengirimkan profil komunitas&lt;br /&gt;6. Mengirimkan sinopsis repertoar (maksimal 2 halaman; font Time New Roman, font size 12, 1,5 spasi)&lt;br /&gt;7. Menyertakan ensamble produksi (maksimal 15 orang)&lt;br /&gt;8. Menyertakan layout panggung (danlayout tata cahaya jikamemungkinkan)&lt;br /&gt;9. Cerita tidak mengundang konflik SARA dan eksploitasi pornografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi dan formulir dapat diperolehmelalui e-mail atau pos, dengan mengirimkan permohonan formulir pendaftaran kepada:&lt;br /&gt;Zhu Khie Thian (Show Programmer) Jalan Cidadap Hilir No. 54/169A RT 04 RW03 KM 08 Bandung 40143HP: 0813.2064.0929e-mail: zhu_khie@yahoo.com,zhukhie@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-645843081877945563?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/645843081877945563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=645843081877945563&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/645843081877945563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/645843081877945563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2007/12/parade-teater-bandung-2008.html' title='Parade Teater Bandung 2008'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-2666760565655441806</id><published>2007-11-09T21:07:00.000-08:00</published><updated>2008-05-06T20:12:40.277-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengendapan'/><title type='text'>Kopi Brother</title><content type='html'>Setiap selesai latihan malam hari kami selalu menyempatkan diri untuk mampir dan sekedar minum kopi di tempat ini. Tepatnya di sebelah barat ISI Solo. kami biasa nongkrong sampai jam dua pagi untuk sekedar berkeluh kesah dan bercanda tawa tentang apa yang baru saja kita kerjakan. Evaluasi sepertinya menjadi kata yang sangat formal jika itu yang dipakai dalam acara ini.&lt;br /&gt;Racikan kopi jawa timurannya sungguh enak kalo di srutup. sambil menghisap sebatang rokok kami bisa berjam-jam duduk di sini.&lt;br /&gt;Apalagi harganya yang murah sangat pas sekali dengan kantong tipis kami. Hanya Rp.1000,- kita bisa menikmati hangatnya kopi. Hampir tak terasa kan jika kita bandingkan dengan kita parkir motor di Mall.&lt;br /&gt;Jika temen-temen ke TBS atau ISI atau ke UNS mari kita rehat sebentar dengan menikmati sruputan kopi hangat dan hisapan sebatang rokok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-2666760565655441806?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/2666760565655441806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=2666760565655441806&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2666760565655441806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/2666760565655441806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2007/11/kopi-brother.html' title='Kopi Brother'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1732294378677926189.post-51898345246386551</id><published>2007-11-08T00:08:00.000-08:00</published><updated>2008-05-06T20:06:46.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekspresi Kami'/><title type='text'>Anak Angin</title><content type='html'>Anak Angin melompat dari kenistaan&lt;br /&gt;Hinggap di jantung Trijata perawan dari savanah&lt;br /&gt;Hanya rumput sanggup menerima angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak angin mengunyah kabut nurani&lt;br /&gt;Sedu sedan Sinta mengiris hati yang membatu&lt;br /&gt;Mengapa cinta tak bernama cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada apapun dalam rimba&lt;br /&gt;Hanya anak angin mengaji alif lam mim&lt;br /&gt;Menggantikan matahari yang membekukan hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1732294378677926189-51898345246386551?l=teatersopo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teatersopo.blogspot.com/feeds/51898345246386551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1732294378677926189&amp;postID=51898345246386551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/51898345246386551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1732294378677926189/posts/default/51898345246386551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teatersopo.blogspot.com/2007/11/anak-angin.html' title='Anak Angin'/><author><name>Teater SOPO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15172456148214740212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nNI1k0oCmlk/R15KyCD9yxI/AAAAAAAAADU/taXG243o_DY/S220/sopo1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
