Tulisan dari salah satu teman Kami, Ia tak mau menampakkan diri dalam suratnya.
ah, mungkin ia malu, atau sekedar lupa.
Mari kita mengenalnya melalui tulisan ini :)
Jangan berharap banyak untuk mendapat sesuatu dari ini, cukup lihat dulu
Baca sejenak, setelahnya terserah engkau
DISINI
Inilah Aku…
Dan disinilah Aku…
Menemukan tempat,
teman, dan suasana baru..
Disini…
Cerita baruku di mulai
..
Di tulis dalam lembaran
suci …
Gembira..
Susah…
Konyol….
Ku temukan disini,
tempat ini…
RASA
Kisahku berada disini…
Aku senang, sedih, susah…
Berada disini..
Disini juga ku mengenal berbagai angkatan…
Dan ku suka…
Aku tahu… aku tak bisa apa – apa ..
Namun dengan disini…
Aku belajar bersama mereka..
Tua muda jadi satu…
Itulah Teater Sopo …
Ini Cerita Singkatku
Suatu hari aku berada
di dalam sekre,. Kenapa ?? lupa agenda nya saat itu apa.. kayaknya nggak ada rapat tapi ada apa gitu.... waktu
itu Solo sering banget listrik mati, aku tuu takut banget dengan kegelapan.. takut.. saat itu aku jalan
dari kamar mandi kalo nggak salah sih, nah aku jalan menuju ke ruang sekre dan
tiba-tiba… peetttttt.. listrik mati .. nah loo parno banget donk akunya.. aku
nggak bisa nerusin jalanku, aku berhenti disitu dan aku mengandalkan tangisanku
ajeh.. soalnya aku hanya bisa nangis doank kalo keadaan seperti itu.. secara
aku takut dengan kegelapan yeee.. sebenerna sekre tuuh tempat yang nyaman.. aku
kalo kesekre sukanya buka computer itu dan dengerin music dari youtube.. wifi
dari sekre kenceng banget buuk… sekre tuhh kadang sepi kadang rame.. kalo di
dalem nggak rame udara nye sejuk tapi kalo rame pada rebutan kipas angin… temen
– temen tuh suka di depan pintu sekre duduk menghadap ke barat nongkrong,
tiduran, maen gitar apala.. apala.. itu… dan itu buat rame.. hehe.. aku sih
bingung mo cerite ape.. yang penting aku ude ini aje yee.. sekre tuhh ada
tempat atau ruangan yang menurut aku singkluh banget,. Dan kalo di situ
sendirian bikin bulu –bulu berdiri..
Ah sepertinya teman Kami itu lagi gumun,
Oh iya apa yang disebutnya Sekre adalah kantor kesekertariatan Teater SOPO
Tempat Bermain Kami, begitulah Kami menyebutnya
Kalo yang berikut ada Puisi dari Wisnu Dewa (SOPO'14)
Mohon Jangan bosan dulu
Tour de Sekre
Telisik lorong waktu
Jauh lihat ke depan
Jangan kau lihat kebelakang
Masuk lebih dalam lagi
Lihat sekitar,ruang apa itu?
Ruang kosong dengan
kasur
Lemparkan tas dan jaketmu
Rasakan nyamannya kasur itu
Tapi jangan kau lihat keatas
Itu adalah lubang kehidupan
Lihat ruang sebelah
Anggaplah ini ruang keluarga
Tempat semua keluarga berkumpul
Tempat tangis dan tawa tercipta
Tempat kesal dan senang terbentuk
Tempat yang kelak akan paling kau rindukan
Karena di ruang ini kau dapat melihat seluruh
anggota keluargamu
Lanjut ke ruang selanjutnya
Berendamlah di dalam bath tube itu
Pejamkanlah matamu dan rasakan setiap alunan
kenangan dari setiap alat music disana
Rasakan suara petikan gitar,ketukan jimbe,angklung
serta gemericik paku
Buatlah sebuah lagu dengan mereka
Hhmm,lagu yang indah
Letaknya tak jauh dari sini
Bersebelahan dan sangat penting
Tempat kelaparan dapat dimusnahkan
Tempat kehausan dapat dilenyapkan
Tempat rasa mulas dapat dilegakan
Tempat paling ekspresif di sini
Ayo melangkah ke ruang selanjutnya
Berhenti!!!,tengok tembok sebelah kanan dan kirimu
Itu adalah keluarga kita dari masa ke masa
Sekarang kalianlah yang akan mengisi tembok-tembok
yang masih kosong itu
Ruangan terakhir…
Mungkin terasa sepi disini bagimu
Namun semua akan sangat berbeda
Saat kau telah mengisi tembok yang kosong tadi
Karena disini tersimpan memori dari setiap proses
yang telah berlalu
Sekarang rumah ini adalah bagian dari diri kalian
Tak ada lagi aku dan dia
Yang ada hanya kita,karena kita adalah keluarga
Keluarga yang dipertemukan dan dipersatukan di rumah
ini
Rumah yang selalu menjadi halaman bermainmu serta
tempatmu belajar
Sekarang tegakah kau membiarkan keluargamu kesepian
di rumah?
Wisnu Dewa Adji
Maryadi
Karya :
Farah Dwi Kania Nur Haida (SOPO'14)
Aku
sedang berjalan lepas dari lumpur penghisap
Mencoba
lagi membangun bagian dariku
Yang
dulu tercecer lepas
Sedikit
dan perlahan
Dengan
merangkak terseok, aku temukan kecil – kecil bagianku
Aku
bangun perlahan
Aku
kokohkan dengan pelan
Aku
juangkan sendirian
Nanti,
Entah
kapan
Ketika
aku telah dapat berdiri keras,
Tanpa
bisa tergoyah
Aku
pamerkan padamu
Ditengah
mereka, sekumpulan topeng manusia penuh gila,
Senyumku
yang merekah
Mataku
yang bahagia
Tawaku
yang terlampau keras
Hai,
aku kini telah “Kembali”
Karya :
Alfian Wahyu Utomo (SOPO'14)
Ini
adalah langkah pertamaku
Langkah
yang tak pernah ku tau
Sebuah
langkah yang membuatku menjadi seseorang yang paham
Seseorang
yang paham tentang kebersamaan
Di
dalam langkah ini
Aku
belajar tentang pentingnya hal kecil
Hal
kecil yang mampu mempengaruhi
Mempengaruhi
kokohnya sebuah perjuangan besar
Mungkin
di dalam langkah ini
Canda
tawa mendominasi
Tiada
hari tanpa haha hihi
Namun
langkah ini bukan sebuah komedi
Langkah
inilah yang mengajariku
Bahwa
hasil yang besar tak akan mungkin bisa dicapai
Tanpa
sebuah Keyakinan
Tanpa
sebuah Perjuangan
Aku
tak mampu menulis lebih banyak lagi
Kecuali
sebuah ucapan yang memang harus aku ucapkan
Terima
kasih Proses
Terima
kasih Sopo
Karya : Asrori Arafat (SOPO'14)
Pro
dan ses
Adalah
sebuah rangkaian perjalanan
Perjalanan
dalam sebuah kehidupan
Kehidupan
menuju titik tertentu
Datangku
bersama dengan kesunyian
Hati
dan kakiku yang terus berjalan
Menuntun
dan membawaku pada sebuah tempat
Tempat
yang kuketahui dengan tepat
Dalam
perjalanan, ku temukan teman
Ku
ketahui arti sebuah persahabatan
Kupahami
arti penting dari kehidupan
Untuk
bekalku nanti dimasa depan
Aku
bak sebuah botol kosong
Yang
akan dimasuki aliran air jernih
Aku
berusaha bersikap tenang
Agar
air yang masuk, bisa penuhi botol ini
Bagaikan
permen nano – nano
Selalu
ada pahit dan manis
Selalu
ada baik dan buruk
Selalu
ada canda, tawa, dan air mata
Yaa,
nyet emang ngunu kui
Urip
sing ana ning donya iki
Yen
digagas – gagas kaya pelangi
Bentuk
lan isine werna – werni
Karya :
Deka Cahya (SOPO'13)
Sementara semuanya masih terus berjalan
Dikala proses ini membentukku menjadi kamu
Kamu yang menjatuhkanku
Kamu yang mengajarkanku
Dan Kamu yang memberiku tanggungjawab
Sementara
waktu masih terus berjalan untukmu
Dikala
euforia pementasan berakhir
Kamu
tetap disana
Kamu
tetap sama
Dan
kamu tetap bertahan, meski usiamu semakin menua
Sementara
Usiamu semakin
Dikala
penghuni atas namamu silih berganti
Kamu
yang menerima mereka
Kamu yang membentuk mereka
Dan
kamu pula yang menyisihkan mereka
Sementara
aku harus menjadi aku
Namun
kamu memintaku menjadi kamu
Proses
menjadi kamu, meredam ke“akuan”ku
Ya,
itulah kamu Teater Sopo ku
Tetaplah
disitu, melihat penghunimu berproses untukmu
Waktu terus berjalan, beriringan
dengan perubahan. Seperti masa yang akan terus tergantikan. Masa demi masa.
Ya,
seperti itu itulah kehidupan, berganti dari satu generasi ke generasi
selanjtnya. Terus menerus sampai waktu yang tak diketahui lagi. Seperti itu
juga yang terjadi di rumah kami ini, Teater SOPO. Generasi ke generasi silih
berganti mengisi ruang kosong di dalamnya. Baru saja, lewat sebuah acara rutin
tahunan LATAL, rumah kami ini ke datangan tamu baru yang nantinya akan menjadi
keluarga bagi kami.
12-14
Desember 2014 lalu, di atas sebuah bukit yang kami beri nama Bukit Narti,
TAHURA Karanganyar, kami mengenalkan kepada tamu baru kami tentang apa itu
teater dan apa itu Teater SOPO. Lewat alam kami berbagi bersama mereka
bagaimana dasar-dasar bermain teater. Latihan kontemplasi, imajinasi, gerak,
komposisi, music, menjadi sebuah rangkaian acara yang dapat menjadi pijakan
pertama bagi mereka untuk menyajikan sebuah pertunjukan epic nantinya.
Kekompakan,
loyalitas, dan juga tanggung jawab menjadi nilai yang diangkat dalam LATAL kali
ini. Lewat persiapan acara, latihan-latihannya, sosialisasi antar peserta dan
masih banyak lagi, kami belajar bagaimana menjadi pribadi yang ulet dan tidak
mudah mengeluh. Bersama alam, kami belajar untuk mengenal dunia teater, pun
juga dunia Teater SOPO.
Generasi
baru kini telah datang. Selamat datang di tempat bermain kami ini. Selamat belajar
lewat proses-prosesnya. Selamat menjadi seorang kakak untuk anggota yang sudah
lebih dulu masuk ke tempat bermain kami ini. Selamat bekerjasama, salam budaya!
Sepuluh
hari berselang setelah dilaksanakannya Pentas Produksi XIX tanggal 19 November
2014 Rabu lalu. Disorientas mungkin jadi kata yang seminggu terakhir masih
sering diutarakan. Proses yang berlangsung kurang lebih selama lima bulan ini
bukanlah proses yang singkat. Banyak sukaduka yang terjadi sampai pada malam
itu pentas digelar dengan tatanan panggung yang apik, music yang berhasil
menggiring penonton merasakan semangat revolusi, dan dengan adegan tiap adegan
yang berhasil membawa penonton mengerutkan kening, pun juga tertawa terhibur.
Setelah
vakum menggelar pentas produksi selama kurang lebih 3 tahun akhirnya pada tahun
ini Teater SOPO berhasil menggelar pentas Produksi XIX dalam naskah “Sejatining
Prasetyaku” karya dan sutradara Rudyaso Febriadhi. Berbeda dengan pentas pentas
sebelumnya, pada pementasan kali ini seluruh pendialogan disajikan dengan
memakai bahasa jawa. Hal ini dilatar belakangi oleh semakin kurangnya
penggunaan bahasa jawa dikalangan anak muda yang saat ini justru lebih suka
memakai bahasa-bahasa gaul. Terlepas dari itu, pementasan yang berdurasi kurang
lebih 1 jam 45 menit ini berhasil menyajikan pertunjukan drama tentang seorang
aktivis yang berusaha menegakkan keadilan di negara yang sudah ruwet ini. Persahabatan, keluarga, bahkan
kisah cinta juga menjadi konflik yang tak bisa dihindari sampai pada sebuah
permainan yang didalangi oleh tokoh ‘bapak’ menjadi jawaban dari semua yang
terjadi.
Rasa
lega, puas, dan bahagia tidaklah berarti tanpa dukungan dari para penonton yang
sangat antusias terbukti dengan tiket yang habis terjual saat pementasan. Semangat
yang disajikan dalam setiap adeganpun bersinergi dengan padat dan penuhnya
venue penonton malam itu. Hingga pementasan berakhir senyum tawa bahagia
terlihat dari para pemain, artistic dan juga para penonton yang cukup puas
dengan pementasan.
Proses
kali ini memang sudah usai, euphoria pentas yang mungkin masih tersisa kini
beralih dengan rasa rindu akan kebersamaan yang telah dijalani cukup lama. Namun
satu yang perlu diingat bahwa masih banyak yang harus dipelajari dan jangan
pernah puas atas apa yang telah dicapai. Jangan pernah bosan untuk belajar dan
terus belajar untuk membuat karya yang lebih berkualitas dan baik lagi. Selamat
atas pementasan kali ini, terima kasih juga atas bantuan dari semua pihak yang
telah membantu. dan sampai jumpa di pementasan dan proses lainnya. Salam budaya!
Pentas
Produksi XIX :
KEPRODUKSIAN
Pimpinan
Produksi : Heri Santoso | Sekretaris : Miftahkhurohmah | Bendahara : Astri
Nugrahenni | Sponsorship : Herawan Wahyu | Dana Usaha & Tiketing : Chika
Aprilia | Publikasi : David Sanjaya | Konsumsi : Chelsa Muwady & Deka Cahya
| Dokumentasi : Arif N
ARTISTIK
Stage
manager : Hendro Wicaksono | Sie music : Ivan dhimas, Astri N, Dini A, Arie
Fadjar, David S, Heri S | Sie lighting : Linda Fitria | Sie make up Costume :
Chika Aprilia | Sie Setting : Danang Y | Multimedia : Ichlasul Akbar, Zanuar S
| Properti : Dimas P | PU : Edy Haryono, Inna Ratna, Agung Irawan
PEMAIN:
Prasetyo
: Dimas P | Bramantyo : Herawan WP | Lukman : Zanuar S | Laras : Deka CF | Mbah
Putri : Dhika P | Bu Haryoko : Arini | Bulik
Ranti : Chelsa M | Kinar : Khairunnisa R | BodyGuard 1 : Agung Nugroho | BodyGuard
2 : Arif N
Sudah hampir dua bulan berlalu sejak pentas Bikin Bikin XX
dilaksanakan. Euphoria pentas pun masih terasa, mengingat proses yang cukup
panjang telah dilalui sampai pada 24 dan 25 Maret 2014 pentas berhasil
dilaksanakan dengan lancar. Sedikit mengingatkan kembali, pentas Bikin-Bikin XX
yang mengusung tema “sinergi dalam karya” tersebut menampilkan 4 repertoar
yakni Gudang, Bathin, Kini dan Kidung Alit.
Gudang dan Bathin yang
disajikan pada pentas hari pertama berhasil memberikan sajian yang menarik bagi
penontonnya. Animo penonton pada hari pertama yang cukup tinggi tidak berkurang
dan justru bertambah pada pementasan hari kedua yakni Kini dan Kidung Alit. Penuhnya
vanue pada hari pertama dan kedua menjadi bukti bahwa pementasan Teater Sopo
masih menjadi sajian yang ditunggu-tunggu penonton tiap tahunnya. Berikut sedikit
kilasan pementasan Bikin-Bikin XX pada 24 dan 25 Maret 2014 lalu.
| Gudang |
| Bathin |
| Kini |
| Kidung Alit |
Berakhirnya Pentas
Bikin-Bikin XX lalu merupakan sebuah awal permulaan bagi anggota baru untuk
semakin meningkatkan kualitas berkesenian utamanya di dunia teater. Hal itu
dibuktikan dengan terselenggaranya acara SPSK (Secangkir Puisi Sebait Kopi) 2014
yang diadakan pada Minggu 11 Mei pekan lalu. SPSK yang menjadi salah satu acara
tahunan tersebut kali ini mengusung tema “Onederfull day of 2014” dengan pemilu
sebagai tema dresscodenya. Masih sama dengan SPSK tahun-tahun sebelumnya, pada
SPSK kali ini hampir semua anggota Teater Sopo membacakan puisi baik puisi karya sendiri
maupun karya orang lain. Selain itu, SPSK kali ini juga diisi dengan pementasan
dari tiap-tiap angkatan dari angkatan 2009 yang menampilkan sebuah drama
singkat, angkatan 2010 yang menampilkan sebuah pementasan pantomime, 2011
dengan pembacaan puisinya, 2012 dengan musikalisasi puisinya, hingga 2013
sendiri yang menampilkan sebuah drama singkat berjudul “Pawarta”.
| Angkatan 2013 dalam pementasan "Pawarta" |
| Pembacaan puisi oleh anggota |
| Alumni yang ikut memeriahkan SPSK |
Tak hanya diisi oleh anggota yang masih aktif saja, acara SPSK kali ini juga dimeriahkan oleh pementasan dari kakak-kakak alumni yang juga ikut membacakan puisinya. Acara SPSK yang dimulai pada pukul 19.00, akhirnya ditutup dengan pembacaan puisi oleh angkatan 2008 pada pukul 00.30. Berakhirnya SPSK ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk proses-proses selanjutnya. Selamat untuk teman-teman semua, dan tetap berproses kedepannya. Salam.
Masih dengan lantunan pembacaan puisi dan sajian khas, kopi hitam. Kopi? Puisi?
SPSK, Secangkir Puisi Sebait Kopi. Acara tahunan yang ditunggu, di mana hangatnya kopi disajikan dengan ribuan kata bernama puisi. Asik bukan?
Yak, SPSK akan segera hadir untuk memberikan tempat kepada mereka yang ingin menyuarakan karya puisinya. Untuk sekedar mendengarkan puisi, memaknai puisi, atau hanya sekedar minum kopi.
Kali ini, SPSK akan diadakan pada hari Minggu 11 Mei 2014. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini SPSK akan diadakan di Public space FISIP UNS dengan mengusung tema "Onederfull issue of 2014" yang mengangkat PEMILU sebagai tema dresscode SPSK kali ini. Kenapa PEMILU? jelas, karena pemilu menjadi salah satu isu terhangat di tahun 2014 ini. Kostum panitia KPU? kostum pejabat? Kostum para simpatisan partai? Bebas! :D
Nah buat temen temen SOPO, jangan sampai ketinggalan buat ikut berpartisipasi dalam acara SPSK kali ini. Jangan lupa, siapin karya puisi terbaik yang temen-temen punya dan tampilkan semaksimal mungkin di acara SPSK nanti. Ditunggu kehadirannya ya, karena percayalah tidak ada yang lebih nikmat dari duduk bersama menikmati secangkir kopi dan latunan puisi dibacakan :)
Salam.
Salam Budaya!
Dengan bangga Teater SOPO hadir dalam sebuah proses
pementasan BIKIN BIKIN XX. Proses yang bisa dikatakan sebagai tapakan awal bagi anggota
baru dalam sebuah pementasan teater. Pementasan yang bertema “Sinergi dalam Karya” ini
diharapkan dapat menjadi sebuah media yang menjunjung kerjasama yang apik sehingga tercipta sebuah pementasan yang indah.
Berbeda dengan BIKIN BIKIN sebelumnya, BIKIN BIKIN XX kali
ini akan menampilkan empat buah repertoar yang dilaksanakan selama dua hari
pada tanggal 24-25 Maret 2014 bertempat di Aula FISIP UNS. Keempat repertoar
tersebut ialah :
Hari 1
1. Batin (Karya : Abirama Setiadi, Sutradara : Abirama Setiadi)
2. Gudhang (Karya : Hendro Prabowo., Sutradara : Heri Santoso)
Hari 2
3. Kini ( Karya : Reza Kurnia Darmawan, Sutradara : Reza Kurnia Darmawan)
4. Kidung Alit (Karya : Alief Pandu Wirawan, Sutradara : Alief Pandu Wirawan)
Melalui keempat repertoar itulah diharapkan proses ini dapat menjadi sebuah awal yang baik bagi para anggota baru dan lama sehingga akan tercipta proses proses lain kedepannya. Selamat berproses, tetap semangat, dan berikanlah yang terbaik :)
NB : Untuk informasi harga tiket masuk BIKIN BIKIN XX, tiket kami hargai presale 12K (dua hari), dan OTS 8K (sehari). Pemesanan tiket dapat menhubungi (inna) 085725005511. So grab it fast guys :)
Dua minggu berselang setelah acara latal 2013 teater sopo
berlangsung. Latal atau latian alam merupakan sebuah proses pertama bagi para
calon anggota baru teater sopo. Berbeda dengan latal tahun 2012 lalu, latal
tahun 2013 ini kembali diadakan di area candi sukuh tepatnya di Taman Hutan
Raya Ngargoyoso Karanganyar pada tanggal 18-20 Oktober 2013.
Kali ini latal
mengusung tema know your limit, kill your ego yang diartikan sebagai
bentuk kebersamaan, tanggung jawab, dan sadar diri. Sebelum memasuki acara
utama latal, para calon anggota harus menjalani serangkaian acara pra latal
yakni tour de sopo dan technical meeting. Hampir sama seperti tahun lalu, tour
de sopo merupakan acara pra latal bagi calon anggota baru yakni sebuah acara yang
diadakan untuk memperkenalkan teater sopo dan mengenal seluk beluk sekre teater
sopo. Acara tour de sopo sendiri berlangsung pada tanggal 9 Oktober 2013 yang
seanjutnya dilanjutkan oleh acara technikal meeting yang berlangsung pada
tanggal 16 Oktober 2013. Kemudian, setelah serangkaian acara tersebut diadakan,
tepat pada hari jumat 18 oktober 2013 pukul 15.00 para peserta diberangkatkan
ke lokasi latal.
Acara latal yang berlangsung tiga hari ini memberikan banyak
pengetahuan bagi para pesertanya melalui serangkaian latihan dasar teater
meliputi latiahan harmonisasi, komposisi, intensitas gerak, olah rasa, musik
dan masih banyak lagi. Banyaknya latiahan yang diberikan ini membuat para
peserta mengerti dan harapannya latihan tersebut dapat bermanfaat dalam
pementasan nanti. Tiga hari berlalu dengan cepat, dan gerbang masuk menuju
lingkaran teater sopo telah terbuka. Selamat datang anggota baru teater sopo, semoga
lingkaran ini terus membesar, dan teruslah berproses J
Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun…
Dengan berbagai variasi ucapan selamat,
dengan berbagai gaya bahasa, dan beragamnya orang yang mengucapkan, pada 2
Oktober 2013, wall Facebook dan tab mention Twitter Teater SOPO
dipenuhi oleh kalimat-kalimat itu. Ya, begitulah kiranya, karena hari itu
adalah hari spesial bagi Teater SOPO. Kami telah menginjak usia ke-22. Cepat
sekali ya waktu berlalu?
Untuk merayakan ulang tahun ini – lebih tepat jika disebut refleksi diri
– kami mengadakan acara syukuran kecil-kecilan yang dihadiri oleh teman-teman
anggota, baik yang masih aktif maupun alumni. Sekitar pukul 19.30 WIB acara pun
dimulai. Ada yang unik dari acara tahun ini yaitu setiap yang datang wajib
membawa makanan yang telah dibungkus rapi seharga Rp 2.000,00. Mau tahu untuk
apa? Makanan-makanan itu menjadi media pengakraban diri bagi kami, setiap yang
datang harus maju, lalu mengambil satu makanan secara acak, dan kemudian
menceritakan barang tersebut di depan teman-teman. Kebanyakan mengkaitkan
barang tersebut dengan pengalaman pribadi. Ada yang numpang curcol, ada yang menyampaikan secara
tersirat, ada yang menggebu-gebu, ada yang melankolis, semua ada dan unik. Ya, karena
begitulah kami.
Setelah sesi permainan usai, acara
dilanjutkan dengan pembukaan kado yang diberikan oleh beberapa angkatan. Sedikit info saja, tahun ini kado yang diberikan sangat banyak. Mulai
dari alat make up, alat musik, alat
pertukangan, komplit. Kado-kado yang diberikan ini semua demi satu: proses.
Dari SOPO, untuk SOPO, oleh SOPO.
Setelah kedua acara tersebut, kemudian dilanjutkan dengan acara inti
yaitu pemotongan tumpeng. Pemontongan tumpeng diwakili oleh Ketua
Teater SOPO periode 2013/2014 Herawan “Wawan” dan Mas Wahid selaku alumni. Ini
merupakan simbolisasi bahwa kami yang masih tercatat sebagai anggota aktif akan
meneruskan perjuangan mas/mbak alumni yang dulu juga berjuang bersama di bawah
nama Teater SOPO. Kemudian acara dilanjutkan dengan doa
bersama, dan makan malam. Setelah makan malam, acara dilanjutkan ngobrol-ngobrol
tentang LATAL. FYI, LATAL 2013 akan dilaksanakan pada 18-20 Oktober 2013 di
Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I, Sukuh, Karanganyar. Kami
memohon doa restu supaya LATAL tahun ini bisa berjalan dengan lancar dan tanpa halangan.
Sekitar pukul 23.00 WIB acara ulang tahun berakhir sudah. Semoga dari
ulang tahun ini kita bisa merefleksikan diri kita masing-masing, dan menjadi individu yang semakin baik dalam setiap prosesnya. Selamat ulang tahun Teater
SOPO! Tetap berproses!
Goyang Cesar? Apa yang ada
di pikiran Anda jika mendengar dua frasa kata tersebut? Sebuah acara hiburan di
salah satu program stasiun televisi? Bukan. Atau sebuah acara pesta perayaan
setelah seorang bayi berhasil dilahirkan melalui operasi Cesar? Bukan juga.
Tak asing lagi
memang jika kita berbicara masalah Goyang
Cesar. Dibalik mendunianya Goyang
Cesar ini, teater SOPO berusaha
memadukan style goyangan ini dengan
konsep cerita yang bernuansa humor. Pementasan ini ditampilkan pada saat Osmaru
S1 FISIP 2013 pada tanggal 22 Agustus lalu, yang merupakan ajang penyambutan
mahasiswa baru dan perkenalan terhadap dunia kampus. Di sini, teater SOPO tidak
hanya sekedar menghibur peserta Osmaru, namun juga sebagai ajang penunjukan ke-eksistensi-an teater SOPO dan memperkenalkannya
kepada mahasiswa baru. Melalui Goyang Cesar inilah mahasiswa baru menunjukkan antusiasme nya terhadap teater SOPO.
Mereka tak mau ketinggalan moment Goyang Cesar dan ikut bergabung bersama crew Transparan
teater SOPO.
Masih dengan style yang sama, di acara Osmaru D3
FISIP UNS pun teater SOPO menampilkan
Goyang Cesar dengan konsep cerita yang berbeda. Masih sama bercerita dengan
nuansa humor, namun alur cerita dan penokohannya sengaja dibuat berbeda. Acara
yang berlangsung pada 29 Agustus lalu ini pun juga melibatkan banyak mahasiswa
baru yang turut bergabung dalam moment Goyang
Cesar yang memang masih menjadi transetter
ini.
Anywaay, sejak dibukanya
Osmaru, merupakan awal dari perkenalan teater SOPO terhadap para mahasiswa
baru. Sejak tanggal 5 September lalu, open
recruitment telah dibuka. Bagi mahasiswa baru yang berminat untuk mendalami
dunia teater ataupun yang ingin belajar apapun yang berhubungan dengan seni,
sudah dipersilakan untuk mengambil formulir pendaftaran di sekretariat teater SOPO, gedung
2, lantai 3 FISIP UNS. Selamat
bergabung J
Selalu
ada kata awal di setiap proses. Begitupula yang terjadi di dalam sebuah proses
reorganisasi. Sabtu 20 Juli 2013, adalah hari
di mana tapakan-tapakan proses dalam Teater SOPO akan dimulai. Di hari itu kepengurusan
yang dipimpin oleh Herawan Wahyu Pratama (Wawan) ini
resmi dilantik. Kepengurusan periode 2013/2014 ini
menggantikan kepengurusan sebelumnya yang diketuai oleh Nila Ardiana, yang
secara sah mengakhiri tugasnya pada 30 Juni 2013.
Minggu
lalu bertempat di sekretariat Teater SOPO, selain pelantikan pengurus, juga diadakan acara
buka puasa bersama. Acara yang bertujuan untuk mempererat rasa kekeluargaan di Teater SOPO
ini dihadiri
oleh para anggota dan beberapa alumni. Meskipun dengan space seadanya,
suasana hangat kental dirasakan dengan canda tawa mewarnai disetiap sudut sekre SOPO. Seusai buka bersama dengan menyantap makanan ringan dan segelas
es buah, acara dilanjutkan dengan menjalankan Sholat
Maghrib
berjamaah.
Setelah
selesai Sholat Magrib
dan menyantap makanan besar, acara pelantikan pun dilangsungkan. Acara ini dibuka dengan penyerahan jabatan secara simbolis dari ketua lama yakni Nila Ardiana kepada ketua baru Herawan
Wahyu P. Rangkaian proses dilanjutkan dengan pembacaan nama pengurus baru dan
pembacaan sumpah pengurus yang dibacakan oleh Mas Deper
– salah satu alumni Teater SOPO – kemudian diikuti oleh para pengurus baru. Acara ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh ketua lama yang
kemudian diberikan kepada ketua baru sebagai tanda beralihnya kepengurusan
Teater SOPO.
Selamat
kepada pengurus baru yang telah terpilih. Tetap semangat dalam menjalankan
kewajiban dan tanggungjawab sehingga Teater
SOPO bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Salam
Budaya! J
Kepengurusan
Teater SOPO 2013/2014
Ketua
Umum : Herawan Wahyu
Peratama
Wakil
Ketua : Mutsyama Fitriawati
Sekertaris
Umum : Astri Nugraheni
Bendahara
Umum : Chika Aprilia
Sie
Rutang
: Syaiful Riefai P
Ivan Dhimas
Sie
Anggota : Hendro Wicaksono
Fransisca Putri
Sie
Humas : Dikha Pristiyanti
Linda Fitria C
Agenda Terakhir Kepengurusan Periode 2012-2013
Diposting oleh Teater SOPO Label: Bilik Pengurus, News
Setiap yang berawal pasti akan berakhir. Sama seperti
kepengurusan tahun 2012-2013 ini. Kepengurusan yang dikomandoi oleh Nila
Ardiana ini mencapai klimaksnya pada Minggu, 30 Juni 2013. Pada hari itu,
kepengurusan yang berlangsung selama kurang lebih 1 tahun 3 bulan ini melaporkan
segala aktivitasnya kepada anggota dalam bentuk Laporan Pertanggungjawaban
Pengurus (LPJ Pengurus). Bukan hanya LPJ Pengurus Periode 2012-2013 saja yang
menjadi tema acara pada hari itu, pada hari itu juga diadakan pelantikan dan
penyerahan kartu anggota Teater SOPO bagi angkatan 2010 dan 2011. Selain dua
acara tadi, acara yang tak kalah krusial yaitu pemilihan Ketua Teater SOPO
2013-2014. Setelah melalui musyawarah dan mencapai mufakat, acara yang
berlangsung di Lobby D3 itu dimulai pukul 14.30.
Acara yang pertama adalah pelantikan dan penyerahan Kartu
Tanda Anggota Teater SOPO bagi angkatan 2010-2011. Setelah melalui rangkaian
proses di Teater SOPO, akhirnya beberapa orang dari dua angkatan tersebut
dilantik secara sah menjadi anggota Teater SOPO, dan tak lupa pengurus menyerahkan
Kartu Tanda Anggota (KTA) yang nantinya akan menjadi “identitas” bahwa mereka
telah menjadi bagian dari Teater SOPO. Memang
dari kedua angkatan tersebut hanya beberapa orang saja yang dilantik. Selain
syarat mengikuti tiga proses besar; keaktifan, “loyalitas”, dan “kontribusi”
anggota juga dinilai. Karena menjadi anggota Teater SOPO tidak semudah
membalikkan telapak tangan. Perlu proses yang panjang untuk mendapatkannya, dan
perlu tanggungjawab yang besar ketika sudah mendapatkannya. Ini adalah reward yang diberikan untuk mereka yang
masih berproses hingga kini.
Acara kedua adalah pemaparan Laporan Pertanggungjawaban
Pengurus Periode 2012-2013. Pemaparan diawali oleh Ketua Teater SOPO. Dalam
laporannya, ia memaparkan Program Kerja Pengurus dan kegiatan-kegiatan apa saja
yang dilakukan selama satu periode kepengurusan ini. Selain itu, ia juga
memaparkan kondisi keaparatannya. Setelah Ketua, pemaparan LPJ dilakukan oleh Sekretaris,
Bendahara, Sie Anggota, Sie Rutang, Sie Musik, dan Sie Humas secara bergantian.
Ketika satu divisi telah selesai memaparkan LPJ-nya, maka dibuka kesempatan
bagi anggota untuk bertanya dan mengevaluasi kinerja divisi yang bersangkutan. Setelah
sesi evaluasi global pengurus, pengurus dipersilakan meninggalkan arena LPJ untuk
sementara saat karena hasil akhir LPJ dan diterima/tidaknya LPJ akan
dirundingkan oleh anggota. Pada akhirnya, anggota memutuskan bahwa Laporan
Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2012-2013(pada khususnya) dan Kepengurus
Periode 2012-2013 (pada umumnya) diterima dan diakui oleh anggota Teater SOPO
dengan beberapa syarat yang harus dilakukan sebagai bentuk menuju absahnya LPJ.
Setelah lengsernya Nila Ardiana sebagai Ketua Teater SOPO,
maka secara otomatis tampuk kepemimpinan Teater SOPO kosong. Maka dari itu,
Dewan Presidium memutuskan untuk melangsungkan pemilihan Ketua Teater SOPO saat
itu juga. Terpilihlah dua kandidat Ketua Teater SOPO yaitu Herawan Wahyu Pratama
dan Hendro Wicaksono. Karena Teater SOPO berasaskan kekeluargaan dan musyawarah
mufakat maka kedua kandidat tersebut dipersilakan untuk saling rembug. Dari hasil rembug tersebut yang telah disahkan oleh Dewan Presidium pada pukul
23.49, Herawan Wahyu Pratama (Wawan) secara sah menjadi Ketua Teater SOPO
periode 2013-2014. Selamat dan sukses!
Langganan:
Postingan (Atom)

