Proker Baru Lewat Samaru Tarik Regenerasi dan Satukan Semua

Surakarta, Kamis(29/10) mengadakan sebuah program kerja pementasan yang baru pertama kali dilakukan oleh Teater SOPO FISIP UNS. Pentas itu bernama “Pentas Samaru” (Sambut Mahasiswa Baru). Pentas perdana selama kepemimpinan Alief Pandu Wirawan ini merupakan strategi yang dipilih oleh para pengurus sebagai strategi pemasaran yang paling “ciamik” untuk tonggak regenerasi anggota Teater Sopo tercinta ini yakni Maru 2009.

Ide yang sudah tercetuk saat bulan puasa ini mengangkat sebuah naskah asli dari Anton Chekov yang sudah diadaptasi oleh Iwan Simatupang dan di garap oleh Noviana Rahmawati atau yang kerap di panggil dengan Nope’ (Sopo 06’), dengan judul "Wek-Wek".


Proses yang berjalan selama dua bulan ini merupakan proses pertama bagi anggota SOPO 2008 selama kevacuman yang terjadi di laboratorium seni ini. Dalam proses ini sengaja yang dipilih menjadi koordinator sie adalah bibit-bibit baru (2008). Hal ini ditujukan agar sejak dini jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab ada di jiwa dan mental mereka.

Pementasan yang berdurasi sekitar 60 menit ini mengajak kolaborasi angkatan-angkatan lawas Teater SOPO sebagai penasihat dan bahkan terjun langsung dan tergabung dalam Crew. Kangmas Yudho "Garenk", Suryo Nugroho, Wachidin Satu, Adhe Mindarwan, Suyanto Kombor dan masih banyak lagi merupakan serentetan nama-nama yang berada di depan maupun belakang pentas Samaru 2009 ini.

Lingkaran yang terasa ciut ketika enggan berbagi akhirnya dapat mulai melebar dengan kekuatan baru ketika antar semua elemen dalam SOPO mulai membaur dengan kerja keras dan tanggung jawab.

Diharapkan dengan adanya proses yang menyatukan antara kakak dengan adik dan antara semua elemen dalam SOPO ini tidak hanya terjadi dalam Samaru 2009 ini. Dan Samaru 2009 ini menjadi awal dari pemenetasan yang kuat dan dapat menyalurkan eksprsi kita lewat berproses dalam seni, selain untuk menarik mINAT anggota baru 09'.


Amieeeeen, Viva SOPO......................


SOPO's Problem Solving

Bertempat di kompleks Candi Sukuh, pada tanggal 30-31 Mei 2009 Teater SOPO FISIP UNS mengadakan acara Sambung Rasa yang di dalamnya beragendakan obrolan membahas tuntas semua permasalahan yang ada di SOPO dilanjutkan dengan suksesi.

Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB ini, dibuka dengan bacaan basmalah. Agenda yang pertama dilakukan adalah membahas tentang masalah-masalah yang akhir-akhir ini muncul dalam tubuh Teater SOPO.

Dengan dialog yang yang dikemas secara apik, menarik, dan sedikit nylekit acara dibuka oleh Dewan Presidium yang terdiri dari Adhe Mindarwan, ZozonT, Alief Ahong, dan Juphe'.

Masalah yang dibicarakan adalah masalah pesimistis, masalah regenerasi Teater SOPO, kedudukan alumni, dan masalah akademis yang membatasi ruang gerak Teater SOPO.

Dari masalah-masalah yang ada akhirnya lahir sebuah Deklarasi Sukuh pada tanggal 31 Mei 2009 tepat pukul 9.00 WIB yang berisi :

1. Penanggulangan Pesimistis

Kemampuan menilai dan memilih sikap dengan pencapaian tolak ukur atas dasar tanggung jawab untuk kepentingan bersama

2. Penanggulangan Masalah Regenerasi Teater SOPO

Regenerasi anggota Teater SOPO merupakan tanggung jawab bersama (pengurus, alumni, anggota)

3. Kedudukan Alumni

Pengurus, anggota, dan alumni merupakan kesatuan yang utuh dalam menjaga keberlangsungan hidup Teater SOPO dengan posisi dan tanggung jawab masing-masing.

Setelah lahirnya Deklarasi Sukuh dilanjutkan dengan acara pemilihan ketua baru masa bakti 2009-2010 atau yang biasa disebut suksesi. Dalam suksesi tersebut muncullah beberapa kandidat dan akhirnya yang menjadi kandidat terkuat adalah Alief Pandu Wirawan menjadi Ketua Teater SOPO masa bakti 2009-2010 dengan jumlah suara 10 dari 18 orang yang datang.





Teater SOPO Adakan Sambung Rasa DI Graha UKM UNS



Demi berjalanNya regenerasi kepengerusan, teater Sopo berencana mengadakan sambung rasa. Acara tersebut merupakan agenda tahunan untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan satu tahun periode yang di kepalai oleh Eko Novantoro kemarin. Dalam acara ini juga akan memilih siapa yang akan membawa perahu teater Sopo satu tahun kedepan.
Untuk mendukung acara ini pengurus mengundang seluruh anggota dan alumni untuk memberikan masukan dan saran yang membangun demi keterjagaan nama besar teater SOPO. Untuk itu Pengurus Mohon semua anggota dan alumni untuk datang dalam acara tersebut. Yang menurut rencana akan di adakan pada hari senin tanggal 25 Mei 2009 di ruang Sidang Graha UKM UNS Lantai 3. Sesuai kesepakatan pengurus acara sambung rasa akan di mulai pada pukul 16.00wib.
Sangat berarti sekali kehadiran semua Anggota teater Sopo dan alumni. Membentuk lingkaran besar, Semangat yang besar pula untuk membangun Sopo. Dari isu yang beredar muncul dua calon kuat yaitu Alief atau akrab dipanggil Ahonk dan Noviana racmawati atau "Nope'x". Bakalan sangat seru persaingan antar mereka karena sama-sama menempuh studi s1 dan mereka yakin masih punya waktu untuk membangun SOPO. Makanya Ayo datang. Sebelumnya terima kasih atas perhatiannya. Apabila ada perubahan akan kami konfirmasikan lebih lanjut. Terima kasih.
NB : Ruang Sidang Gedung Graha UKM UNS. Sebelah Utara Stadion UNS dekat Student Center(SC). Bersebelahan dengan Markas BEM UNS(Porsima_red)


Sebatas Curhat oleh : ZontS

Memaknai kata ‘Menang’

(Semacam Catatan Akhir Festamasio IV)

Oleh: Destina Nur. R

Obrolan evaluasi proses Festamasio IV yang diadakan beberapa waktu lalu membuka sebuah wacana panjang di otak saya mengenai sebuah arti kemenangan. Beberapa teman mengatakan, “Bukankah seharusnya kita menyamakan visi dan misi kita terlebih dahulu pada awal proses, apakah kita mengejar sebuah kemenangan ataukah tidak?”. Sebenarnya apakah arti kemenangan?

Begini. Akhir bulan Juli 2008 yang lalu, pada suatu siang, setelah makan siang di tempat Mami FISIP, Eko, Ketua Teater Sopo, tiba-tiba mendatangi saya membawa tawaran besar untuk menemani teman-teman dalam Festamasio IV. Mungkin karena pada saat itu dalam kepala saya berdesak-desakan sejumlah rencana besar tentang studi akhir saya, maka saya meminta waktu satu minggu untuk memikirkan tawarannya.

Beberapa hari lamanya saya memikirkan tawaran itu masak-masak. Menemani teman-teman dalam ajang festival saya kira tidak mudah. Butuh energi dan pikiran lebih untuk dapat melakukannya karena sudah beberapa waktu saya tidak mengikuti proses di Teater Sopo. Terlebih, saya sudah terlanjur bersumpah pada orang tua untuk tidak terlalu aktif dalam organisasi karena sudah saatnya menyelesaikan studi. Tiga hari kemudian saya mengiyakan tawaran itu dengan sejumlah konsekuensi pribadi yang harus saya tanggung. Walhasil, sumpah pada orang tua saya menjadi sebuah sumpah palsu.

Sejak awal ketika saya mengiyakan tawaran itu, entah kenapa, saya tidak memfokuskan diri pada sebuah kemenangan festival. Pemikiran saya lebih terfokus pada bagaimana proses ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Maka pada pertemuan pertama dengan tim inti Teater Sopo For Festamasio IV, tidak ada obrolan mengenai target kemenangan.

Menuju Festamasio IV memang membutuhkan proses cukup panjang, Sepanjang waktu itu, sering kali terjadi pergesekan, kendala, atau kejutan-kejutan yang mewarnai proses ini. Dari sosialisasi keberadaan proses Teater Sopo For Festamasio IV, pencarian dana, hingga “tragedi H -3” sebelum keberangkatan. Namun lagi-lagi entah, mungkin karena warna-warni itulah yang menjadikan proses Festamasio IV ini, bagi saya, sangatlah kaya.

Selama enam bulan perjalanan proses, seakan menjalankan sebuah program semester untuk Teater Sopo, karena proses Teater Sopo For Festamasio IV merupakan satu rangkaian kegiatan yang dilakukan semua anggota Teater Sopo, seperti latihan “Anak Angin”, perjuangan ngamen bareng di Boulevard, pengumpulan dan penjualan rongsok, pembuatan Video Profil “Bukan Sekadar Anak Angin”, hingga pencarian sponsor dan donatur. Tapi beruntunglah, karena hampir semua pihak sangat mendukung proses ini dari awal hingga akhir proses (saya bilang hampir).
Memang terkadang cukup melelahkan, tapi lama kelamaan muncullah sebuah rasa sayang kalau tidak melakukan dengan sunguh-sungguh. Saat keberangkatan pun, meski ketika itu belum jelas dimana kita akan menginap di Jakarta dan apakah uang yang kita bawa cukup, menjadi saat yang mendebarkan. Seperti halnya menonton sebuah film action, ‘What next?!!’.

Sesampainya disana pun, terdapat kejutan-kejutan mencengangkan seperti kondisi kepanitiaan Festamasio IV, gegar budaya, sampai bertemu dan sharing dengan alumni yang ada di Jakarta. Kesemua kejutan itu memberikan semangat baru untuk terus maju.

Hanya sedikit memang dari semua rangkaian proses Teater Sopo For Festamasio IV yang saya sampaikan disini, namun kenikmatan dalam sebuah proses itulah yang membuat saya berpikir bahwa kita sebenarnya menang.

Yang menjadi catatan dalam proses ini, meski kita tidak membawa sebuah penghargaan apapun dari Festamasio IV, namun proses ini tidaklah sebuah kesia-siaan. Mungkin ada penyesalan, mungkin ada kekecewaan, mungkin pula tidak ada perasaan apapun namun saya harap teman-teman dapat memaknai proses ini dengan sebaik-baiknya. Saya cukup menyadari, setiap orang yang terlibat dalam proses ini mempunyai target pribadi meskipun itu tidak diungkapkan secara gamblang. Namun saya harap semua itu menjadi sebuah pembelajaran bagi proses kita selanjutnya. Teater Sopo tidaklah usai sampai proses ini. Ketidakberhasilan kita untuk meraih penghargaan bukan sebuah kegagalan, karena yang tahu berhasil atau tidaknya sebuah proses ada pada kita yang melakukannya (ini kalimat kutipan dari sms alumni Teater Sopo). Ini hendaknya menjadi sebuah pijakan untuk dapat meloncat lebih tinggi.

Dan terakhir, saya, selaku pimpinan produksi Teater Sopo For Festamasio IV mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu baik material maupun spiritual demi kelangsungan proses ini. Mohon maaf apabila dalam perjalanannya kami tidak dapat memenuhi harapan. Namun semoga proses ini menjadi pengalaman yang berharga untuk proses kita selanjutnya. Semangat!!


Nb : Mohon maaf catatan ini baru saya sampaikan saat ini.

Copyright © 2008 - Teater Sopo - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template